pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Habiskan Rp200 Miliar, PPN Untia tak Berfungsi

MAKASSAR, BKM — Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, Makassar hingga saat ini belum beraktivitas dan masih sepi. Padahal, pelabuhan yang dibangun menghabiskan anggaran Rp200 miliar itu digadang-gadang akan membantu prekonomian dari sektor laut. Pada November 2016, pelabuhan Untia diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
Menyikapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Hardi Haris, menegaskan bahwa untuk mendorong para nelayan berlabuh ke pelabuhan perikanan terbesar kedua di Indonesia itu tidak semudah yang dibayangkan.
Hardi juga mengaku, sejauh ini pihaknya telah melakukan komunikasi intens dengan para pemilik kapal agar melabuhkan kapalnya di PPN Untia. Sayangnya, pelabuhan yang begitu diharapkan oleh masyarakat Sulawesi Selatan sebelumnya, tidak bisa dioperasikan karena nelayan belum mau datang dan berlabuh di sana. Padahal, PPN Untia bisa menampung hasil tangkapan nelayan hingga 150 ton sehari.

“Bagaimana cara jawabnya, ya. Nelayan yang tidak mau ke sana, bagaimana yang di Paotere mau pindah. Ini pelabuhan pusat, ada pengelola pusat, kami diprovinsi tidak ada di situ. Untia itu pengelolaannya dari pusat, kami provinsi hanya membantu bagaimana nelayan mau berlabuh di sana,” ungkap Hardi Haris, Selasa (31/8).
Hardi menambahkan, kondisi PPN Untia saat ini memang masih sepi karena para pembeli yang tidak ada di pelabuhan. “Transaksi yang tidak ada. Teman-teman di Untia sudah coba mendekati punggawa punggawa di Paotere, namun hingga sekarang kondisinya belum berubah,” terangnya.
Olehnya itu, Hardi berharap, pemerintah bisa membuka akses jalan yang lebih lebar dan lebih dekat. Ada rencana jalan dari pintu masuk perumahan Villa Mutiara yang samping tol. Jika itu dibuka, pengusaha diharapkan bisa masuk dari jalur ini. “Kita tetap membantu karena ada kontribusi masuk di pemerintah daerah kalau beroperasi,” imbuhnya.

Pantauan BKM, kemarin, aktivitas yang tampak di pelabuhan Untia hanya para nelayan yang menangkap ikan menggunakan jaring dan memancing. Itupun dilakukan di belakang pelabuhan saja. Karena ada larangan aktivitas pasang jaring ikan di depan pelabuhan oleh otoritas setempat.
“Sudah tidak bisa lagi aktivitas pasang jaring di bagian depan pelabuhan, padahal sepiji aktivitas kapal. Makanya, untuk mencari ikan kami semua para nelayan memasang jaring di bagian belakang pelabuhan,” ujar Daeng Asril, seorang nelayan pencari ikan.
Daeng Asril menambahkan, rerata nelayan sekitar pelabuhan Untia menangkap ikan hanya untuk dikonsumsi, tidak untuk dijual. “Kalau saya menjaring ikan hanya untuk dimakan di rumah. Rata-rata nelayan yang memasang jaring dari pinggir pelabuhan adalah yang bekerja sampingan untuk mencari dikonsumsi,” lanjut Daeng Asril. (jun-rul)




×


Habiskan Rp200 Miliar, PPN Untia tak Berfungsi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link