GOWA, BKM — Hari menjelang petang, Selasa (31/8). Jarum jam menunjuk pukul 18.00 Wita. Suasana di pinggir kawasan hutan milik Inhutani di Dusun Sunggumanai, Desa Belapungranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa tampak ramai.
Di situ ditemukan sesosok tubuh manusia dengan luka di sekujur tubuhnya. Belakangan diketahui identitasnya bernama Kamaruddin. Berusia 25 tahun. Beralamat di Dusun Sarite’ne, Desa Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu.
Kamaruddin meregang nyawa secara sadis diduga kuat karena dibunuh. Indikasinya, di sekujur tubuhnya ditemukan banyak luka bekas bacokan benda tajam. Saat ditemukan, korban dalam keadaan masih bernyawa. Selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Parangloe.
Namun, setelah diperiksa oleh tim medis puskesmas, ia sudah tak bernyawa. Aparat Polsek Parangloe kemudian membawanya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar guna menjalani otopsi. Hal itu sesuai permintaan pihak keluarga.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan menjelaskan, dari hasil olah TKP oleh tim Inafis, diduga korban dianiaya. Luka-luka yang dialami korban cukup parah.
“Banyak ditemukan luka di tubuh korban. Seperti luka pada bagian betis dan jari kelingking di kaki, bagian kepala serta pada bagian jakung leher. Wajahnya lebam dan bersimbah darah,” ungkap AKP Mangatas Tambunan, Rabu (1/9).
Hingga kemarin, proses di kepolisian masih berlangsung. Polisi masih menyelidiki siapa yang menjadi pelaku penganiayaan yang berujung pada kematian korban.
“Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Sementara mayat korban masih di RS Bhayangkara persiapan pemulangan mayat ke rumah duka di Bilibili,” ujar AKP Mangatas Tambunan, kemarin sore.
Ia menambahkan, belum diperoleh data detil terkait kasus ini. Namun, polisi tengah melakukan penyelidikan berdasarkan sejumlah bukti yang ditemukan di TKP dan mengambil sampel darah yang ada di lokasi. Kasusnya ditangani langsung Satreskrim Polres Gowa.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Parangloe Iptu Mudatsir menjelaskan, korban ditemukan setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat tentang keberadaan korban di kawasan Inhutani. Selanjutnya kapolsek bersama petugas piket mendatangi lokasi.
“Saat kami tiba, kondisi korban dalam keadaan terluka dan masih bernyawa. Bahkan korban masih dapat menyebutkan nama dan alamatnya. Setelah itu korban langsung kami bawa ke Puskesmas Parangloe. Namun setelah mendapatkan pemeriksaan medis, korban meninggal dunia,” jelas Iptu Mudatsir.
Untuk mengungkap kasus ini, tambah Iptu Mudatsir, pihak kepolisian telah menemui keluarga korban di Bilibili. “Hasil komunikasi kami dengan keluarga korban, mereka meminta agar korban diotopsi. Kemudian mayat korban kami evakuasi ke RS Bhayangkara Makassar pukul 21.00 Wita (Selasa malam). Terdapat banyak luka pada tubuh korban,” jelasnya.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Barang bukti ini menjadi petunjuk bagui petugas guna mengungkap siapa pelaku yang menghabisi korban. Barang bukti ini kemudian diamankan untuk keperluan penyelidikan agar motif kasus ini segera diketahui.
Kepergian korban mengundang banyak perhatian warga sekitar. Karena Kamaruddin dikenal ramah dan baik. Ia juga taat beribadah. Bahkan korban yang masih lajang ini merupakan salah satu anggota Jamaah Tabliq Batu Napara’ di Bontomarannu. (sar)

