pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Peserta Seleksi CASN Swab Antigen Sore Hari

Pemkot Siapkan 5.000 Alat, Caranya Cukup Tunjukkan Kartu Tes

MAKASSAR, BKM — Tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD) yang merupakan salah satu rangkaian tes calon aparatur sipil negara (CASN), baik CPNS maupun PPPK akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satu persyaratan yang diwajibkan bagi peserta sebelum mengikuti SKD adalah harus bebas covid-19 dengan menunjukkan hasil te usap antigen.
Untuk pelaksanaan swab bagi para peserta seleksi, pemerintah Kota Makassar menyediakan layanan gratis, yang bisa dilakukan di seluruh puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar. Caranya, hanya dengan menunjukkan kartu tes peserta.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Siswanta Attas, menyebut ada 5.000 alat swab antigen yang disiapkan. Hampir sama dengan jumlah peserta tes CPNS dan PPPK non guru sebanyak 5.181 orang.

Dia mengaku, para peserta akan menjalani sendiri tes antigen dengan mendatangi puskesmas atau rumah sakit milik pemkot. “Antigen itu berlaku 24 jam. Jadi dia kalau ujiannya pagi, sore hari sudah bisa melakukan swab,” ujar Siswanta.
Pihaknya dibantu oleh Dinas Kesehatan dengan semua puskesmas dan RSUD Daya telah siap untuk menjadi tempat para peserta melakukan tes antigen. “Saya sudah koordinasi dengan Plt Kadis Kesehatan dan Plt Direktur RSUD Daya dua hari lalu dan mereka siap membantu,” tuturnya.
Dia menjelaskan, caranya para peserta hanya memperlihatkan kartu tesnya, dan langsung diberikan swab antigen gratis. Peserta yang datang ke RS atau puskesmas diharapkan pula sesuai jadwal sehari sebelum waktu tes CPNS. Karena waktu tes selama empat hari, maka pada hari pertama pastinya akan diikuti oleh mereka yang juga tes di hari pertama.
Mereka juga bisa datang pada puskesmas ataupun rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggalnya.
Selebihnya, kata dia, jika peserta membludak maka puskesmas maupun rumah sakit yang mengatur bagaimana teknis di lapangan.

“Empat hari itu pelaksanaan tesnya untuk Kota Makassar.Kan tidak langsung semuanya. Jika dia tes tanggal 7 Oktober, maka tes antigennya tanggal 6. Sehari sebelumnya,” papar Siswanta.
Tes seleksi sendiri diketahui mundur dari jadwal sebelumnya. Awalnya diperkirakan pada pertengahan September, tetapi diundur hingga Oktober, bulan depan.
Pelaksana Tugas (Plt )Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin saat dikonfirmasi juga membenarkan kebijakan pemkot tersebut. “Iya, benar,” katanya.
Sementara Humas RSUD Daya, Wisnu mengaku pihaknya siap saja jika ditunjuk sebagai tempat fasilitas tes antigen gratis bagi peserta CPNS. Tapi, ia bilang, hal itu kemungkinan dilakukan. Apalagi, jika pemkot yang sudah memfasilitasi, maka sebagai RSUD pihaknya siap sedia.
“Saya belum dapat info. Tapi kalau pemerintah kota yang siapkan, ya bisa jadi. Kan, pada prinsipnya kami sebagai pelaksana layanan, siap,” ujar Wisnu.
Ketika ditanya perihal ketersediaan antigen di sana, Wisnu mengungkapkan belum tahu pasti jumlahnya. Namun sejauh ini untuk kebutuhan pasien selalu aman dan terpenuhi.
“Jumlah pastinya saya tidak tahu persis. Yang pasti selama ini tercukupi untuk pasien. Yang penting ada petunjuk dari pemerintah kota, kita kan mengikut saja,” kuncinya.

Hentikan Kerja Sama

Saat ini kasus covid-19 di Makassar semakin menurun. Tidak banyak lagi pasien yang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh virus corona tersebut.

Begitu juga dengan warga yang melakukan isolasi mandiri di KM Umsini, kini semakin berkurang. Diketahui, isolasi apung yang menggunakan kapal milik Pelni tersebut mulai diperasikan pada 2 Agustus lalu, kemudian diresmikan lewat MoU bersama Pelni pada 5 Agustus. Ketika itu BOR (bed occupancy rate) diperkirakan mencapai 870 pasien.
Data keterisian pasien sejak hari pertama isolasi apung beroperasi hanya mencapai 271, dengan rincian 164 laki-laki dan 101 orang perempuan. Sementara pasien di atas kapal 26 orang. Total yang dirujuk sejauh ini mencapai 3 orang. Karenanya, Pemkot Makassar berencana menghentikan pengoperasian KM Umsini sebagai tempat isolasi apung.
Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan jika pasien isolasi apung semakin berkurang, maka pihaknya akan menghentikan kerja sama dengan PT Pelni terkait penggunaan KM Umsini.
“Tidak efektif lagi (isolasi apung). Untuk itu, dan tentunya kita berterima kasih sekali,” ujar Danny. Dirinya mengklaim keberadaan KM Umsini sudah cukup berhasil menurunkan kasus covid-19 di Kota Makassar. “Kapal isolasi ini hadir di saat-saat tinggi-tingginya kasus covid- Paling tingginya waktu itu menjelang 85 orang meninggal setiap minggu dengan kasus di atas 4.000. Hadirnya Umsini, Alhamdulillah berhasil membantu menurunkan kasus sampai sekarang,” lanjutnya.

Bila kerja sama dengan PT Pelni dihentikan, pihaknya akan bekerja sama dengan provinsi untuk isolasi selanjutnya. “Kita carikan tempat. Kan ada punya provinsi. Kolaborasi provinsi kota kan sama. Kita minta provinsi,” tandasnya.
Teknis pemindahan pasien sementara dimatangkan. Lokasi pemindahan, yaitu fasilitas isolasi milik Pemprov Sulawesi Selatan. “Di sana kan juga kurang. Makanya, lebih baik kita drop di situ,” ujarnya.
Diketahui, ada dua tempat isolasi milik pemprov, yaitu Asrama Haji Sudiang dan Balai Diklat BKPSDM Sulsel di Makassar.

Hingga saat ini, untuk rencana pemindahan pasien masih menunggu persetujuan Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.”Saya nanti menghadap Pak Gubernur,” kata Danny. (rhm)




×


Peserta Seleksi CASN Swab Antigen Sore Hari

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link