MENGGELUTI profesi berbeda dalam waktu hampir bersamaan amat jarang yang bisa melakoninya. Dari yang sedikit itu, Asrul Sani Abu salah satunya. Ia seorang pebisnis, penulis buku, dan terakhir sebagai Youtuber.
”SAYA ini sebenarnya seorang pembelajar, penulis buku, entrepreneur, dan juga mencoba menjadi investor,” begitu pengakuan Asrul Sani ketika tampil dalam Podcast yang telah tayang di kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Berkisah tentang perjalanan hidupnya, Asrul mengatakan dirinya akan selalu berusaha mengerjakan apa saja yang ditawarkan kepadanya. Ia berasumsi bahwa bisa saja yang disajikan kepadanya itu datangnya dari Allah Swt.
Asrul dulunya punya cita-cita untuk menjadi seorang pegawai. Namun, karena faktor terdesak dan terpaksa sehingga ia akhirnya menjadi seorang entrepreneur.
“Kita harus berpikir bagaimana caranya agar bisa survive. Apalagi hidup di Jakarta. Apa yang kita miliki kita jadikan uang,” tututnya.
Di ibu kota, Asrul tinggal di salah satu kos. Di situ dirinya sempat berpikir, ”Kenapa saya ngekos. Kenapa bukan orang lain yang bayar kos-kosannya.”
Dari pemikiran itulah kemudian Asrul mulai berbisnis. Dia menyewa satu unit rumah senilai Rp7 juta per tahun. Kemudian setiap kamarnya disewakan. “Jadi fokusnya yang pertama itu bagaimana saya bisa survive. Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan uang dari apa yang saya miliki,”
ujarnya.
Jiwa bisnis Asrul kembali diasah pada bidang lain. Bermodalkan mobil bekas dari orangtuanya, ia kemudian membuka jasa rental kendaraan. “Daripada mobilnya nganggur, mending saya sewakan,”
begitu ia memberi alasan.
Tentang PT Sani Indonesia, Asrul menyebut, perusahaan ini hadir sejak tahun 2007. Dalam praktiknya, tidak menggunakan sistem gaji, namun dari seberapa lama sang driver membawa mobil.
“PT Sani Indonesia sempat vakum. Kemudian tiba-tiba keluarga di Makassar minta tolong untuk mengembangkan perusahaan di kota ini. Karena waktu itu sempat mati surilah perusahaannya. Ada masalah manajemen. Jadi di situlah saya masuk,” jelasnya.
Saat ini, Asrul Sani masih menggeluti bisnis rental yang semakin berkembang. Mulai dari rental ruang properti untuk usaha jasa seperti warung atau bisnis, hingga sewa kontainer.
Usaha kontainernya ini berlokasi di pelabuhan Makassar dan berada di bawah naungan PT Tjorauleng Maega Berkah.
Dalam perjalanannya, Asrul kemudian tertarik menjadi seorang Youtuber.
“Awalnya karena lihat, ini kok orang semua punya Youtube, orang kok bisa menghasilkan uang dari Youtube, terus kenapa kita ngga coba gitu,” imbuhnya.
Meski awalnya bingung dengan konten apa yang akan ia sajikan, namun akhirnya Asrul memilih untuk membuat video puisi bertemakan cinta.
Hal tersebut selaras dengan dirinya yang juga merupakan seorang penulis buku.
Hingga saat ini Asrul telah menghasilkan buah karya dalam bentuk tulisan. Seperti buku berjudul Manajemen Kebahagiaan atau “Happiness Management,” novel Ayat Cinta Sang Pujangga, buku Syair: The Masterpiece of Love and Life, buku antologi: Cahaya Sang Pelopor Sandaran Jiwa dan Untaian Kata Sang Penyair, buku sajak Bukan Syair Biasa, buku puisi Sang Wali, serta novel yang segera terbit From Sydney to Jakarta.
Diakuinya, semua karya yang ia tulis terinspirasi dari kisah nyata yang pernah dialami.
Di kekinian, Asrul juga terjun ke dunia enterteint.
“Ada film judulnya Pelakor, sutradaranya kemudian memberikan jabatan sebagai manajer,” terangnya.
Pada bagian akhir, Asrul bijak berkata mengenai suka dan duka perjalanan hidupnya. ”Yang namanya hidup itu pasti ada suka dan duka. Namun sikap kitanya yang bagaimana. Semua orang punya masalah. Tapi masalah yang paling besar itu adalah jika kita jauh dari Allah. Jadi selama kita dekat dengan Allah itu sebenarnya tidak ada masalah,” tandasnya.
Asrul lahir di Kota Parepare, 8 Juli 1973. Di tahun 1992, setelah menamatkan SMA Islam di Athirah Makassar, ia melanjutkan kuliah dan kursus di University of Western Sydney Hawkesbury Richmond New South Wales, Australia.
Lalu pada tahun 1994 melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti Jakarta.
Semasa kuliah ia sudah mulai berwirausaha di bidang sewa kendaraan dan kos sambil bekerja sebagai telemarketing di Kuningan Jakarta.
Sempat juga bekerja sebagai tenaga pemasaran PT Zurich di Casablanca Kuningan Jakarta. Tahun 2001, sambil bekerja melanjutkan pendidikan magister di Universitas Trisakti, Jakarta dengan mengambil jurusan Manajemen Pemasaran. Ia berhasil lulus dengan predikat memuaskan pada tahun 2003.
Kemudian memulai usaha pendidikan Amadis Center dan Sani Car Rental di sebuah Ruko Metro Permata Karang Tengah Ciledug, Tangerang. Aktif berorganisasi sebagai wakil ketua Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA-Hawkesbury), anggota Dewan Penasihat Tangsel Club, ketua bidang transportasi di AUMI (Asosiasi Usaha Menengah Indonesia), Dewan Penasihat JPN (Jendela Pendidikan Nusantara-Tangsel), sebagai dewan pembina Komunitas Sajak Indonesia (KSI), dan sebagai ketua bidang transportasi Asosiasi Usaha Menengah Indonesia (AUMI-Jakarta) dan anggota GPEI Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia.
Di tahun 2017 membantu orangtua mendirikan perusahaan keluarga PT Tjorauleng Maega Berkah yang bergerak di bidang properti dan transportasi.
Saat ini, sedang menggarap film perdana dan juga mencoba merambah ke industri periklanan media luar ruang LED di Kota Makassar. (pkl)

