MAKASSAR, BKM — Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar berlangsung di Gedung Celebes Convention Centre (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Selasa (14/9). Ratusan peserta mengikuti ujian yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Pelaksanaan tes dibagi tiga tahap dalam sehari. Masing-masing sesi diikuti 600 peserta.
Sesi satu pukul 8.00-9.40, sesi dua pukul 11.00-12.40, dan sesi tiga pukul 14.00-15.40.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Imran Jausi mengatakan, sesi pertama diikuti 488 peserta. Dua peserta terlambat 35 menit, dan 110 tidak hadir atau tanpa keterangan.
“Di daftar peserta seharusnya sesi satu 600 orang, tapi yang hadir 490. Itupun 488 yang ikut, karena dua orang terlambat 35 menit. Begitu pula di sesi dua, yang hadir 500 orang, dua terlambat. Sesi ketiga hadir 504 orang,” jelas Imran Jausi di lokasi ujian, kemarin.
Jika dikalkulasi, pada sesi pertama terdapat 112 peserta yang tidak ikut ujian. Sesi dua sebanyak 118 peserta tidak hadir, dan 96 pada sesi ketiga. Sehingga total pendaftar yang dipastikan tidak lulus karena tak ikut tes sebanyak 310 orang.
Imran menegaskan, peserta yang terlambat tidak diberi kompensasi. Mereka akan didiskualifikasi atau dinyatakan tidak lulus tes.
Terkait peserta yang tak hadir, pihaknya belum mengetahui alasan jelas peserta.
Sebab hingga saat ini belum ada konfirmasi atau pemberitahuan langsung dari peserta.
Ada banyak kemungkinan. Informasinya tidak diketahui dengan pasti, sedang sakit, atau hasil PCRnya positif atau reaktif.
“Tidak tahu apa informasinya atau ada yang tidak ditahu. Karena kita tetap memberi informasi lewat website maupun lewat media,” ujarnya.
Menurut
Imran, tahapan sebelum mengikuti seleksi harus menerapkan protokol kesehatan ketat.
Dimulai dari cuci tangan di tempat yang disediakan, memakai pakaian sesuai aturan BKN berupa kemeja putih dan celana kain hitam, serta memakai masker tiga lapis.
Usai cuci tangan, peserta menunggu di ruangan yang disiapkan sebelum diarahkan ke meja administrasi untuk pengecekan kartu peserta dan KTP.
Setelah itu, peserta menuju ke tempat pemeriksaan berkas kartu deklarasi sehat dan hasil PCR atau antigen.
Selanjutnya dicek suhu tubuhnya. Bagi yang mengalami gejala demam atau suhu tubuh di atas 37 derajat akan dipisahkan.
“Kami sediakan hot room bagi yang bergejala. Ada 10 komputer kita siapkan,” terangnya.
Usai diskrining, bawang bawaan peserta dicek. Dilarang menggunakan aksesoris, apalagi menyelundupkan alat komunikasi.
“Tidak usah bawa barang bawaan. Cukup berkas administrasi,” tegasnya.
Kemudian di meja registrasi, disediakan alat pendeteksi wajah atau face recognition.
Sebanyak 20 meja atau alat pendeteksi wajah yang tersedia. “Pengawasannya berlapis, jadi akan ketahuan kalau bukan peserta mendaftar yang datang tes,” paparnya.
Selanjutnya, peserta akan diarahkan menuju ruang tunggu steril untuk mengikuti pelaksanaan tes.
Tes dilaksanakan selama 100 menit dengan 110 jumlah soal.
Sementara peserta disabilitas diberi waktu selama 130 menit.
Dari hasil SKD hari pertama, peserta yang meraih angka tertinggi adalah Abd Rahman Rauf dengan total nilai 466. Sesi kedua, peraih angka tertinggi yang totalnya 469 adalah M Ridha Aslam.
Bumil Kontraksi
Dari sekian banyak peserta seleksi di CCC, ada dua ibu hamil yang mengikuti tes pada sesi kedua. Dalam kondisi sedang hamil tua, mereka tak pantan semangat untuk berjuang menjadi ASN. Ibu tangguh itu adalah Fhaza Fadhillah DJ (28), dan Nur Rahmah (21). Usia kehamilan mereka memasuki sembilan bulan.
Walau begitu, mereka tetap antusias. Keduanya berjalan mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan tenang.
Mulai dari antre mencuci tangan, duduk di area tunggu, pemeriksaan berkas dan kesehatan hingga masuk ke ruang ujian.
Panitia pelaksana memberi perlakuan berbeda terhadap kedua bumil ini. Mereka diantar oleh petugas hingga memasuki ruang ujian.
Keduanya duduk berdampingan tidak jauh dari pintu masuk ruang ujian.
Kepada wartawan, Fhaza Fadillah DJ mengaku sudah sempat mengalami kontraksi. Bahkan telah memasuki pembukaan kedua.
Namun ia tetap bersikukuh untuk ikut tes ini dengan durasi 110 menit.
“Tadi pagi (kemarin) saya belum rasa apa-apa, makanya saya niatkan untuk datang tes,” ucap Fhaza Fadilah DJ, di sela-sela saat akan mengikuti ujian kemarin siang.
Sebelum mengikuti ujian, perempuan yang akrab disapa Fhaza ini mengaku menjalani perawatan di salah satu layanan kesehatan di Makassar untuk persiapan melahirkan.
“Saya sudah dua hari di klinik, tapi tadi pagi saya belum kontraksi lagi. Makanya saya putuskan ikut tes,” ujarnya.
Rencananya, Fhaza akan kembali ke klinik usai menjalani tes. Dari pengakuannya, ia sudah berkali-kali mendaftar dan ikut tes CPNS.
Kali ini, ia membidik Pemprov Sulsel dengan formasi jabatan Pengawas Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Cabang Dinas Kelautan Mamminasata, Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan.
Sementara Nur Rahmah, mengaku sudah tiga kali mengikuti tes CPNS.
Tahun ini ia mengambil formasi Fisioterapi untuk RS Fatimah Pemprov Sulsel.
Pada pelaksanaan seleksi sesi kedua kemarin diikuti 500 peserta. Dua di antaranya gagal mengikuti ujian dikarenakan terlambat, sehingga tidak diberi kesempatan lagi.
Seharusnya, masing-masing sesi diikuti 600 peserta.
Artinya, ada 102 peserta yang tidak ikut dalam sesi kedua ini.
Pelaksanaan SKD Pemprov Sulsel berlangsung 14-18 September mendatang dengan total peserta sebanyak 7.238.
Adapun jenis soal yang diujikan ialah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan passing grade 65, Tes Intelegensi Umum (TIU) dengan passing grade 80, dan Tes Kompetensi Kepribadian (TKP) dengan passing grade 166.
Terpisah, Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Muh Ilham Rasul mengemukakan, pelaksanaan SKD CASN lingkup pemkot diselenggarakan selama empat hari.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, SKD CASN pemkot Makassar tahun ini digelar di CCC.
Kata Ilham, setiap hari akan dibagi ke dalam tiga sesi. Tiap sesi memerlukan waktu 100 menit untuk pelaksanaan SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
“Tiap hari tiga sesi, kecuali hari Jumat itu hanya dua sesi,” ujar dia.
Sebanyak 5.181 pendaftar CASN CPNS Pemkot Makassar akan mengikuti SKD setelah dinyatakan lolos seleksi berkas pada 6 Agustus 2021, lalu. Sedangkan 371 peserta lainnya masih harus bersabar karena gagal ke tahap SKD. (jun-rhm)

