pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Diduga Korban Pesugihan, Makam Dibongkar, Jasad Diotopsi

GOWA, BKM — Sebuah makam di atas bukti Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa dibongkar, Senin (20/9). Pembongkaran dimulai pukul 08.30 Wita.
Mereka yang berada di lokasi adalah personel kepolisian serta tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulsel. Sementara yang dibongkar adalah makam almarhum Dandi bin Taufik. Remaja usia 25 tahun ini meninggal dunia diduga karena praktik pesugihan yang dilakoni kedua orangtua dan kerabatnya.
Dandi adalah kakak dari Asmika Putri, bocah usia enam tahun yang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan ayah, ibu, paman serta kakeknya yang dilakukan beberapa waktu lalu. Langkah pihak kepolisian membongkar makam Dandi dimaksudkan guna memastikan penyebab kematiannya. Sebab pihak keluarga besar menduga bahwa remaja bertubuh atletis diduga disebabkan praktik ritual pesugihan. Ia disebutkan dicekoki garam sebanyak dua liter, hingga akhirnya meregang nyawa,
Meski begitu, indikasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab tidak datang dari institusi yang berwenang menyampaikannya, dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa. Hanya saja, MUI telah menjajaki ke masyarakat untuk mencari tahu dugaan pesugihan yang diklaim menjadi penyebab kematian Dandi.

Untuk memastikan motif itulah, akhirnya pihak kepolisian memutuskan untuk membongkar makam Dandi sekaligus melakukan autopsi. Hadir menyaksikan Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman, Kanit PPA Polres Gowa Iptu Syahruddin, Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh, serta Kanitres Polsek Tinggimoncong Ipda Abd Haris.

Di luar unsur kepolisian, hadir Sekcam Tinggimoncong Al Azhar Achmad, Lurah Gantarang Anzhary Haris, Babinsa Kelurahan Gantarang Serda Murdani, Kepala Lingkungan Lembang Panai H Dg Bella, dan Kepala KUA Tinggimoncong HM Idrus S.

Sementara untuk pelaksanaan autopsi dilakukan oleh jajaran tim Forensik/Bidokkes Polda Sulsel yang dipimpin langsung dr Ria didampingi dr Deni Matius serta Ipda Baharuddin.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman yang ditemui di lokasi, menjelaskan autopsi ini dilakukan dalam rangka memastikan penyebab kematian Dandi yang meninggal pada Selasa, 31 Agustus 2021 lalu.
“Autopsi sudah dilakukan. Tahapan selanjutnya, hasil autopsi akan diperiksa di Laboratorium Forensik RS Bhayangkara. Hasil labfor diperkirakan selesai sekitar dua minggu ke depan. Setelah itu, selanjutnya akan diserahkan oleh pihak Labfor ke penyidik Polres Gowa untuk keperluan penyidikan,” jelas AKP Boby Rachman, kemarin.

Usai pelaksanaan pembongkaran makam, kemudian dilanjutkan dengan autopsi pada pukul 11.00 Wita. Jasad almarhum dinaikkan ke atas meja autopsi yang telah disiapkan tim Forensik Bidokkes Polda. Proses ini rampung pada pukul 13.35 Wita. Setelah itu jasad Dandi kembali dikuburkan di tempat semula. Tim labfor dan seluruh yang hadir meninggalkan lokasi pekuburan umum pada pukul 14.10 Wita.

Kasat Reskrim Polres Gowa mengatakan, jasad Dandi diautopsi berdasarkan keterangan saksi Bayu, paman almarhum Dandi yang selama ini mendampingi korban Asmika Putri, adik kandung Dandi yang menjalani perawatan mata di RSUD Syekh Yusuf.

Disebutkannya, bahwa Bayu yang menyampaikan adanya kejanggalan penyebab meninggalnya Dandi yang sempat dicekoki air garam sebanyak kurang lebih dua liter.
Dugaan itu diyakini Bayu, sebab dari tubuh Dandi terdapat lebam warna biru pada bagian leher, dada dan perut. Karenanya, kuat dugaan Dandi adalah korban ritual pesugihan.

Lurah Gantarang Anzhary Haris yang dikonfirmasi terkait situasi di Lembang Panai saat pelaksanaan autopsi yang dilakukan tim Forensik, mengatakan bahwa kondisi di tengah masyarakat berangsur kondusif.

Bahkan, kata Anzhary, warga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus kekejaman orangtua kepada dua anaknya itu.

“Hal yang berkembang di masyarakat saat ini adalah satu persepsi saja, bahwa kejadian tersebut memang di luar dugaan. Dari kasus ini diharapkan mengambil hikmahnya. Sementara terkait indikasi apakah yang dilakukan kedua orangtua korban adalah bentuk pesugihan (aliran sesat), hingga kini belum ada kejelasan, dikarenakan masih dalam penyelidikan berbagai pihak, yakni kepolisian dan MUI. Perlu diketahui juga bahwa mereka yang berinteraksi dengan orangtua korban, termasuk pamam dan kakek korban adalah bukan sepenuhnya warga asli Lembang Panai Gantarang. Sekarang ini kita tunggu hasilnya dari kepolisian,” jelas Anzhary. (sar)

Asmika Diasuh Neneknya di Malino

BAGAIMANA kabar Asmika Putri, bocah perempuan usia enam tahun yang matanya kanannya (maaf) dicongkel oleh ibunya sendiri? Setelah menjalani operasi dan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, ia diperbolehkan pulang. Asmika meninggalkan rumah sakit sepekan lalu, tepatnya Senin (13/9).
Saat keluar dari rumah sakit, bocah perempuan yang mengalami kekerasan orangtua, paman dan kakeknya itu langsung dirawat lanjutan di Rumah Aman milik Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemkab Gowa.

Asmika berada di tempat ini selama empat hari. Selanjutnya, pada Jumat (17/9), Asmika telah diserahkan ke keluarga besarnya di Malino. Pengasuhannya secara resmi diserahkan kepada Daeng Minda, nenek Asmika.

“Kami sudah serahkan pengasuhan Asmika kepada neneknya di Malino. Jadi bukan di rumahnya di Lembang Panai. Neneknya ini tinggal di Malino dan merupakan orangtua dari ibu kandung Asmika. Kami serahkan kepada neneknya, sebab pihak keluarga besarnya yang meminta. Kami sudah serahkan resmi disertai berita acara penyerahan. Neneknya berjanji akan merawat Asmika dengan baik. Dan kami dari Dinas PPPA tetap melakukan pengawasan rutin atas perkembangan Asmika dan selama dalam pengasuhan neneknya,” jelas Kadis PPPA Gowa Kawaidah Alham kepada BKM yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya, kemarin siang.

Dikatakan Kawaidah, penyerahan Asmika kepada neneknya didasari surat resmi dan atas persetujuan bersama. Termasuk pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tinggimoncong.

“Kami tidak bisa menolak permintaan keluarga besar Asmika sehingga kami serahkan, namun tetap dalam pengawasan. Semoga kondisinya semakin membaik dan anak itu tidak mengalami trauma berkepanjangan,” harap Kawaidah.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa dr Hasanuddin yang dikonfirmasi terpisah terkait kondisi terkini Asmika mengatakan, kondisinya sudah membaik. Luka operasi matanya pun sudah mulai mengering.

“Iya, Alhamdulillah. Berkat kerja sama semua pihak, terkhusus pada dokter di RS ini, kondisi Asmika sudah membaik. Bahkan sudah keluar rumah sakit dan lanjut perawatan pengasuhan oleh Dinas PPPA Gowa, ” ujar dr Hasanuddin, kemarin. (sar)




×


Diduga Korban Pesugihan, Makam Dibongkar, Jasad Diotopsi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link