MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akhirnya menyetop progam isolasi apung bagi warga yang terkonfirmasi positif covid-19 di KM Umsini.
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto secara resmi menutup program tersebut pada Senin (20/9).
Kapal KM Umsini milik PT Pelni itu resmi dioperasikan sebagai lokasi isolasi mandiri sejak 2 Agustus 2021 lalu. Artinya, hanya 49 hari kapal tersebut digunakan.
Selama kurun waktu tersebut, orang terkonfirmasi positif covid-19 yang menjalani isolasi di KM Umsini hanya 275 orang. Padahal saat dipersiapkan sebagai lokasi isolasi, Pemkot Makassar membuat sekitar 800 bed untuk warga yang ingin menjalani isolasi.
Alasan penghentian program tersebut, kata Danny, karena kasus covid-19 di Makassar semakin menurun.
Dia menjelaskan, saat ini bed occupancy rate (BOR) di Kota Makassar cuma 8,6 persen. Sementara BOR di ICU 13 persen. Khusus di KM Umsini, BOR terakhir sebelum program disetop hanya 2,5 persen.
“Artinya, program isolasi ini berakhir karena berhasil menekan BOR. Intinya keberhasilan adalah BOR sangat rendah. Dan seperti yang saya janji sama teman-teman per bulan kita evaluasi. Dari hasil evaluasi, kita akhiri program ini,” ungkap Danny, kemarin.
Lebih jauh dikemukakan, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang paling terakhir menjalani program isolasi apung sebanyak delapan orang. Namun semuanya juga sudah dinyatakan negatif alias sembuh sebelum program berakhir.
“Total yang isolasi di KM Umsini sebanyak 275 orang. Peserta terakhir sisa delapan. Saya kira sudah saatnya turun juga mereka. Semua di isolasi apung ini 100 persen sembuh. Cuma ada satu yang pernah sedikit bermasalah gangguan pernapasannya dan diberi perawatan intensif. Tapi sudah sembuh juga,” jelas Danny.
Selanjutnya, kata dia, jika ada warga Makassar yang terkonfirmasi positif, akan dibawa ke lokasi isolasi mandiri yang dibuat Pemprov Sulsel. Yakni di Asrama Haji Sudiang dan Badan Diklat Pemprov Sulsel.
Danny mengatakan, sebenarnya penanganan isolasi mandiri untuk warga merupakan kewenangan atau otoritas pemerintah provinsi. Namun karena sebelumnya kasus covid-19 di Makassar cukup tinggi, mencapai angka 700-an per hari, maka pihaknya memutuskan untuk membuat program isolasi mandiri terapung dengan KM Umsini.
Diapun berharap ke depan tidak ada lonjakan pandemi covid-19 di Makassar. Untuk itu, warga diminta untuk tetap waspada dan bersiap atas segala kemungkinan yang bisa terjadi. Yang paling utama adalah tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.
Danny pun bersyukur karena saat ini, status Makassar sudah memasuki zona kuning. Ada penurunan dua tingkat dibanding sebelum program isolasi apung dijalankan.
Namun, kendati sudah zona kuning, Pemkot Makassar belum bisa memastikan apakah PPKM Makassar juga sudah turun level.
“Alhamdulillah kita sudah zona kuning, berarti kita sudah turun kelas dua kali.
Tapi jangan lengah. Prokes tetap mutlak tidak bisa ditawar. Kita lihat juga petunjuk dari pusat. Walaupun kita sudah kuning, tapi kalau pemerintah pusat masih tetapkan kita level IV, kita tetap di situ. Karena ada sesuatu pasti yang masih harus dijaga,” tandasnya. (rhm)

