pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Percasi Makassar Sasar Sekolah Cari Bibit Atlet Catur

MAKASSAR, BKM — Di masa pandemi covid-19, kegiatan di luar rumah nyaris semua dibatasi. Begitupun juga aktivitas olahraga. Maka tidak heran bila kompetisi olahraga semakin tenggelam dan jarang terdengar. Apalagi untuk disaksikan secara langsung.
Berdasarkan peta situasi dan perkembangan pengendalian dan penanganan covid-19 Sulsel, khususnya Kota Makassar telah masuk berada di zona kuning. Artinya, Makassar saat ini memiliki risiko rendah penularan corona.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi olahragawan, termasuk cabang catur, kendati harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M. Hal itu disampaikan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Makassar, Mochtar Djuma dalam Podcast Youtube Berita Kota Makassar, Kamis (30/9).
Menurut Mochtar, sebelum Kota Makassar masuk di dalam zona kuning, beberapa cabang olahraga tidak terlalu aktif melaksanakan kegiatan, khususnya kompetisi. Hal itu demi menghindari terjadi kerumunan warga, walaupun sebenarnya catur ini termasuk olahraga banyak pemain dan minim penontonnya. Beda dengan cabor sepak bola.
“Kemarin-kemarin Kota Makassar masih zona merah dan sekarang ini sudah masuk zona kuning. Alhamdulillah, itu berkat kerja sama semuanya. Perlu saya sampaikan juga bahwa catur merupakan olahraga yang banyak pemainnya walaupun mungkin penontonnya kurang. Beda dengan sepak bola, yang banyak pemainnya banyak penontonya juga,” sebutnya.
Menurutnya, catur merupakan olahraga paling murah yang lokasi permainannya dapat dilakukan di mana saja. Olehnya itu sangat penting catur ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat.
Agar peminat olahraga catur tetap ada, Percasi Makassar berencana menghadirkan catur di sekolah-sekolah. Apalagi bila melihat Kota Makassar sudah masuk zona kuning dan tidak lama lagi dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Sementara bagi pelajar yang ingin bergabung bisa langsung mendaftar di Percasi Makassar.

“Menurut literatur yang kami pernah baca, kalau orang yang sering main catur itu dapat menghilangkan atau menjauhkan diri dari pikun. Dan sebagai orang politik itu ada strategi mengalahkan lawannya. Jadi memang perlu ditumbuhkembangkan cabor catur ini. Tapi yang jadi masalah sekarang ini, untuk masternya kita di Sulsel masih sangat terbatas. Mungkin hanya ada 10-12 orang saja. Itupun laki-laki. Yang perempuan hampir tidak ada di Makassar,” lanjutnya.
Dia berharap pemerintah kota Makassar maupun swasta dapat memberikan dukungan agar bibit atlet catur bisa benar-benar fokus dalam pengembangan kualitas diri untuk persiapan kompetisi membawa nama daerah, khususnya Kota Makassar. (arf)




×


Percasi Makassar Sasar Sekolah Cari Bibit Atlet Catur

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link