pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kembangkan Properti Model Vila Berbasis Syariah

Darmawan Ridwar, Dirut PT Haluoleo Land Group

HUNIAN model konvensional yang dipasarkan secara komersil sudah cukup banyak. Tapi, properti model vila masih jarang ditemui. Termasuk cara untuk memilikinya yang berbasis syariah, juga belum banyak melakukannya. PT Haluoleo Land Grup menerapkan hal itu.

DIREKTUR Utama (Dirut) PT Haluoleo Land Group Darmawan Ridwar yang hadir di studio mini Berita Kota Makassar, Senin (4/10) menjelaskan konsep pemasaran tersebut. Termasuk awal mula berdirinya perusahaan yang dipimpinnya.
Pria yang akrab disapa Wawan ini menuturkan, PT Haluoleo Land Group didirikannya bersama Sabri, seorang rekannya. Mereka sama-sama berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sebelum mendirikan perusahaan untuk dikelola bersama, mereka berdua memang sudah melakoni pekerjaan di bidang properti, namun berbeda perusahaan. Pada rentang waktu 2012-2017 mereka sama-sama ikut pengajian.
Sabri kemudian melanjutkan kuliah strata dua (S2) di Makassar dan berhenti dari pekerjaannya. Ketika kembali dipertemukan, Wawan dan Sabri membahas peluang membuka usaha properti di Makassar.
”Teman saya Sabri masih punya jiwa developer. Dia melihat potensi di Sulsel ini sangat besar dan mengajak untuk berkolaborasi. Peluang sebuah perusahaan menjadi besar karena berkolaborasi dengan orang-orang terbaik,” terang Wawan, yang video hasil wawancaranya telah tayang di kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Untuk kolaborasi mereka, sistem syariah menjadi pilihan yang dijalankan. Ia kemudian mengambil perbandingan antara proyek properti menggunakan sistem konvensional dengan pola syariah.
”Di Kendari, pada tahun 2012-2018 total proyek ada 21. Artinya itu rentang waktunya selama enam tahun. Sementara properti syariah yang kita jalankan saat ini, start dari nol dari Desember 2019 hingga Oktober 2021 sudah mencapai proyek ke 19,” ungkap Wawan.

Dengan melihat skema properti syariah, diakui Wawan, sangat banyak strategi yang bisa dilaksanakan. Di antaranya membuat kawasan wisata yang tak biasa.
Dari 19 proyek, PT Haluoleo Land Group membangunan 13 dalam kawasan wisata. Di antaranya ada di Benteng Gajah (Maros), Bollangi (Gowa), dan terakhir di Kabupaten Pinrang. ”Ketika mengembangkan properti dengan pola syariah, belum cukup dua tahun sudah ada 19 proyek,” tandasnya.

Sambutan masyarakat terhadap kepemilikan properti ini tergolong cukup besar. Untuk yang dibangun di Bollangi saja, dari 215 unit yang dipasarkan pada tahap pertama, saat ini tersisa kurang lebih 30-40 unit. Properti vila dua lantai tersebut cukup laku dalam tempo satu bulan. Salah satu penyebabnya, karena dari bangunan ini bisa menyaksikan langsung pemandangan danau Bili-bili.

Dalam proses pemasarannya, Wawan menggandeng rekannya yang hendak bergabung dan memiliki potensi serta skill yang cukup besar. Dari program leadership yang dilaksanakan, mereka kemudian membuat perusahaan sendiri.
”Sudah ada beberapa perusahaan yang teman-teman buat. Selanjutnya kami berkolaborasi dalam beberapa proyek. Beberapa perusahaan dinaungi Haluoleo Land Group. Kami juga ada perusahaan utama bernama PT Mahakarya Haluoleo Syariah Land,” jelas Wawan. (*/rus)



×


Kembangkan Properti Model Vila Berbasis Syariah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link