pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Siswa Peserta PTM Outing Class di Lantebung

MAKASSAR, BKM — Hari kedua pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Selasa (5/10) berjalan lancar seperti hari sebelumnya. Tidak ada laporan terkait kendala yang ditemukan. Semuanya sesuai dengan rencana.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan Kota Makassar tetap mengawal proses ini agar sesuai yang diharapkan. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

Di hari kedua PTM, Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi meninjau pelaksanaan PTM di Sekolah Menengah Tingkat Pertama Negeri (SMPN ) 44 yang berada di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo.
Kunjungan Fatma di Kelurahan Lakkang, untuk melihat langsung dan memastikan proses belajar mengajar, berjalan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan.

“Setelah dua tahun tidak sekolah secara tatap muka dan hanya belajar secara daring, tentunya murid saat ini senang, bisa sekolah tatap muka dan bisa bertemu dengan teman-teman dan gurunya lagi,” ucap Fatma di hadapan siswa kelas VII SMPN 44.

Fatmawati juga mengingatkan selalu memperhatikan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak selama proses belajar mengajar berlangsung.

“Jadi anak-anakku sekalian harus selalu memakai masker, tidak boleh tidak memakai masker dan selamat belajar,” ujar Fatma lagi.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar Nielma Palamba menjelaskan, bahwa di Pulau Lakkang ini, sekolahnya merupakan sekolah terintegrasi satu atap.

“Jadi di pulau ini, sekolahnya terintegrasi satu atap karena ada TK, SD, dan SMP. Sejak ada pandemi, tidak ada kasus covid terkonfirmasi di pulau ini. Jadi kita kasih sekolah 50 persen,” jelas Nielma.

Hal yang sama juga diterapkan di kepulauan Kecamatan Sangkarrang, seperti di pulau Kodingareng, Barang Lompo, dan Barang Caddi yang kemarin sudah menerapkan PTM.

“Ketiga pulau ini sudah menerapkan PTM. Kita kasih sekolah 50 persen untuk semua jenjang tingkatan sekolah. Tidak seperti di kota Makassar, yang hanya tingkat SMP saja,” terangnya.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramadhan Pomanto menjelaskan uji coba pelaksanaan PTM ini berlangsung selama dua pekan. Jika tidak ada kendala atau kasus covid yang ditemukan, akan dilaksanakan lebih luas lagi ke SMP yang lain.

Namun jika ada ditemukan, maka pihaknya akan menghentikan proses PTM di kelas yang bersangkutan selama tiga hari, sebelum kemudian berlanjut kembali setelah disterilkan terlebih dahulu.

Untuk pemantauan kesehatannya, per dua minggu, peserta didik akan dites paru-parunya menggunakan genose apakah sehat atau tidak.

Selanjutnya, secara berkala, setiap bulan akan dilakukan swab antigen untuk mengetahui status peserta didik apakah terbebas dari covid atau tidak.

“Jika dua pekan ini PTM berjalan lancar, kita akan tambah dua kali lipat rombongan belajar (rombel)-nya,” kata Nielma.

Lebih jauh dikatakan, selain PTM di sekolah masing-masing, nantinya para peserta didik juga akan mengikuti outing class di Lantebung, Untia.

“Mereka akan mengikuti outing class. Kita akan mulai memberi pelajaran kepada anak-anak kita langsung di lapangan. Sehingga anak-anak kita yang selama dua tahun ini inderanya hanya fokus pada daring, akan dilatih kembali berinteraksi dengan alam,” kata Danny.

Satgas Raika di Sekolah

Camat Panakkukang Andi Pangeran Nur Akbar turun langsung melakukan peninjauan pelaksanaan simulasi PTM terbatas di SMP IT Al-Biruni Mandiri, di Jalan Karantina, Kelurahan Sinrijala, Senin (4/10). Andi Pangeran yang juga ketua Satgas Covid-19 di wilayah Panakkukang,meminta agar kepada pemangku kepentingan di sekolah untuk senantiasa disiplin dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) 5M.
Sementara untuk tim Satuan Tugas Pengurai Kerumuman (Satgas Raika) Kecamatan Panakkukang, agar memantau langsung proses penyelenggaraan PTM di sekolah.
“Uji coba PTM di hari pertama kami turun bersama Tim Satgas Raika kecamatan. Kami meminta agar dala PTM ini para stakeholder terkait betul-betul mematuhi prokes 5M supaya tidak muncul klaster,” tegas Andi Pangeran.
Dia memastikan petugas Satgas Raika terus memantau sekolah-sekolah selama berlangsungnya simulasi PTM ini. Hal itu sebagai langkah antisipasi dan pencegahan munculnya klaster baru.
“Kami akan standbykan tim minimal dua orang bertugas untuk mengingatkan tentang protokol kesehatan di sekolah-sekolah penyelenggara PTM,” tambahnya.
Khusus di Kecamatan Panakkukang, diketahui ada dua sekolah yang menggelar simulasi PTM. Yaitu SMPN 23 Makassar dan SMP IT Al-Biruni Mandiri. (rhm-arf)



×


Siswa Peserta PTM Outing Class di Lantebung

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link