MILLENIAL dengan sederet prestasi dan segudang talenta. Status itu pantas kiranya disematkan kepada seorang gadis remaja bernama Andi Anisah Ainiyyah Firdaus. Di usianya yang masih belia, ia telah menorehkan berbagai prestasi. Talentanya juga cukup banyak.
NISA, begitu gadis yang duduk di bangku SMA kelas III ini disapa. Dia hadir di studio mini Berita Kota Makassar untuk sesi sinias (podcast), Kamis (7/10). Awal mula terjun di dunia entertaint hingga prestasi dan rencananya ke depan, ia ungkapkan. Tak lupa ia memainkan alat musik ukulele yang dibawanya.
Menurut Nisa, di usia 3 tahun dirinya sudah terjun di dunia modeling. Ajang fashion show tak lagi asing baginya. Prestasi pun terus direngkuhnya satu persatu.
Sebut saja beberapa di antaranya. Seperti juara I Tingkat Provinsi Sulsel Susu Zee Got Talent tahun 2016. Super Model Trans 2012
. Juara I Busana Kartini Trans 2012
. Juara I Putri Casual Model Competition Inez 2013.
Di bidang lain, Nisa adalah juara I Nyanyi Solo Porseda SMPN 8 Makassar tiga tahun berturut-turut. Juara II Tari FLS2N 2017 Tingkat Kota Makassar. Juara II Tari Sulsel Expo Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2019
. Award Model Cilik Berprestasi 2011
. Award Model Berprestasi 2012
.
Ia juga bermain di FTV TVRI berjudul Masih Ada Jalan. Nisa juga terlibat dalam produksi film Mengukir di Atas Awan, yang kemudian terpilih diputar pada sebuah festival di Belanda.
Dari sederet prestasi, Nisa paling teringat dengan juara I Susu Zee Git Talent tahun 2016. Waktu itu bertepatan dengan ia duduk di bangku kelas VI SD. ”Waktu itu saya mewakili Kota Makassar ke tingkat provinsi, dan kemudian meraih juara satu,” ujarnya.
Untuk terus mengasah bakatnya, Nisa tergabung dalam Sanggar Soraya pimpinan Andi Agni Soraya, yang tak lain ibunda dari Nisa. Bahkan, di sanggar ini ia menjadi instruktur koreografi. Walau begitu, ia mengaku masih terus belajar.
Di sela-sela wawancara, Nisa sempat memainkan alat musik ukulele. Ia menyanyikan sebuah lagu berbahasa Inggris. Dengan lincah jemarinya memetik dawai ukulele. Diiringi suaranya yang merdu.
”Kalau awal mula belajar main musik, saya belajar secara otodidak. Biola dan keyboard juga bisa, selain ukulele,” tuturnya.
Nisa mengaku tertarik ke dunia musik sejak kecil. Ketika itu ia sering melihat sang mama menyanyi. Karenanya, Nisa pun menanamkan dalam dirinya bahwa kelak dirinya bisa menjadi penyanyi, sekaligus menciptakan lagu.
Duduk di bangku kelas III SMA saat ini, Nisa telah punya perencanaan ke depan. Ia akan meneruskan serta membesarkan Sanggar Soraya yang telah dirintis ibundanya. Selain itu, Nisa juga melanjutkan kuliah. Cita-citanya menjadi dokter atau dosen tari. (*/rus)

