LUWU, BKM — Hingga saat ini aliran listrik di Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara, masih terputus pascabanjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Luwu pada Ahad sore (3/10). Tiang untuk jaringan kabel listrik di desa ini tumbang. Begitu pun akses jalan menuju ke desa masih tertutupi lumpur akibat longsor.
Sebanyak 4 kepala keluarga (KK) mengungsi karena khawatir rumah mereka yang berada di pinggiran sungai diterjang longsor susulan Sementara itu, 48 KK atau 37 rumah yang tersebar di Dusun Pakabbi dan Dusun Padang Durian ikut terendam lumpur.
Relawan Aksi Cepat Tanggap Masyarakat Relawan Indonesia (ACT MRI) Sulsel yang berada di lokasi, terus melakukan assestmen di wilayah ini agar amanah yang dermawan titipkan bisa tersalurkan secara tepat sasaran.

Takdir selaku Koordinator Relawan ACT MRI Sulsel, mengatakan timnya masih berupaya menjangkau
pelosok Luwu yang terdampak banjir dan longsor untuk menyalurkan bantuan.
“Alhamdulillah, kepedulian saudara sebangsa untuk banjir Luwu terus berdatangan. Hampir setiap hari orang datang membawa bantuan ke posko kemanusiaan kami. Selain itu, ada juga yang mengirimkan uang melalui transfer. Insyaallah amanah ini akan kita teruskan secara tepat sasaran kepada warga terdampak, khususnya di pelosok Luwu yang belum tersentuh bantuan. Karena tantangannya akses menuju wilayah tersebut masih tertutupi lumpur yang tebal akibat longsor,” ujar Takdir.
Saat ini, ACT telah membuka posko kemanusiaan untuk menghimpun bantuan logistik dari para dermawan yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Palopo-Masamba, Dusun Parembunan Utara, Desa Walenrang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Bisa dihubungi di nomor kontak 0852 1821 8009. (rls)

