PANDEMI covid-19 telah mendorong banyak kalangan melahirkan inovasi. Tak terkecuali di bidang layanan. Hal itu pula yang dilakukan Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Farida Patittingi.
Tampil di kanal Youtube Berita Kota Makassar, Prof Farida yang ditemui di ruang kerjanya di kampus Unhas Tamalanrea, menegaskan bahwa pandemi tidak boleh menjadi menghalang dalam memberikan pelayanan. Bahkan harus lebih ditingkatkan.
”Sebelum pandemi kami memang sudah mempersiapkan diri untuk masuk pada layanan administrasi berbasis digital. Sejak tahun 2016 lalu kita telah mendesain layanan law information system (LIS). Bagi mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum, ini sudah sangat familiar,” terang Prof Farida.
Dengan LIS, segala hal yang berkaitan dengan administrasi akademik bisa dilakukan. Juga dapat memperoleh informasi soal proses akademiknya. Bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga dosen. Melalui sistem ini, dosen dapat mengetahuai dan memberikan pelayanan kepada mahasiswa.
”Contohnya, mahasiswa yang akan mengikuti ujian, mereka akan membuka LIS dan submit, apakah ujiannya skripsi, tesis atau disertasi. Selanjutnya diproses di departemen dan masuk ke akademik. Ketika masuk akun LIS diberikan alternatif jadwal. Dari situ akan terhubung dengan akun dosen. Nanti dosen menceklist persetujuannya,” ungkap Prof Farida.
Prof Farida menjamin dengan sistem ini tidak terjadi benturan jadwal untuk pelaksanaan ujian. Karena mahasiswa tidak diperbolehkan menentukan jadwal sebelum mensubmit terlebih dahulu bahannya. Jika sudah ada, selanjutnya dosen akan mensubmit dengan melihat jadwal lainnya.
”Jadi LIS yang akan mengatur setelah dosen menentukan tanggal. Jika sudah ada jadwal yang lebih awal masuk, akan digeser jika bertabrakan. Dengan begitu potensi benturan jadwal bisa dihindari,” jelas Prof Farida lagi.
Begitu pula setelah mahasiswa usai melaksanakan ujian. Hasilnya bisa langsung direkap dan keluar berita acara lulus atau tidaknya.
Kesiapan layanan dengan LIS telah mempermudah mahasiswa dan dosen ketika pandemi melanda. Proses pelayanan serta perkuliahan menjadi lebih nyaman dan mudah. Karena itu, Prof Farida terus melakukan perencanaan-perencanaan guna peningkatan kualitas pelayanan.
Memasuki delapan tahun kepemimpinannya di FH Unhas, telah banyak perubahan yang dilakukan bersama seluruh dosen, civitas akademika, serta alumni. Semuanya bahu membahu bersama mitra dalam mengembangkan Fakultas Hukum. Tak terkecuali dorongan kebijakan dari rektor untuk melakukan inovasi.
”Kita berada di tengah masyarakat kampus, yang terdidik dan smart. Karena itu menghadapinya dengan smart pula. Teknologi informasi digital menjadi sangat penting untuk dikembangkan ke depan,” jelasnya.
Kesiapan juga kini dilakukan pada ruang kelas untuk pembelajaran secara hybrid, luring dan daring. Pengaturannya disesuaikan berdasarkan peraturan rektor. Di dalam kelas disiapkan perangkat pendukung, seperti kamera dan televisi.
Dari segi sumber daya manusia, FH Unhas memiliki 96 orang dosen. Dari jumlah itu, terdapat 34 orang guru besar. Sebagian di antaranya telah mengusul menjadi guru besar.
Bagi dosen muda, berdasarkan kebijakan rektor, mereka didorong untuk melanjutkan kuliah di luar negeri agar memiliki pengalaman. (*/rus)

