pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tetap Dicari karena Eksistensi dan Jam Terbang

SUDAH cukup lama Edy Syahrir terjun ke dunia MC (master of ceremony). Ia juga seorang penyanyi dan pemain film. Namun, lebih banyak menjadi pembawa acara. Bahkan hingga saat ini.

MENJADI tamu di siniar (podcast) kanal Youtube Berita Kota Makassar, Edy bercerita mula ia terjun ke dunia entertaint. Berawal di tahun 1998 silam. Ketika itu ia mulai ikut kompetisi. Menjadi seorang pemenang, juga terkadang jatuh, sudah dialaminya.
Baginya, menang dan kalah dalam sebuah kompetisi merupakan sebuah proses. ”Menjadi pemenang belum tentu bisa sukses kelak di kemudian hari. Membawa pulang piala dari sebuah even hanya bagian dari tahapan. Butuh banyak step lagi yang perlu dilalui. Karena itu jangan cepat merasa puas,” ujar Edy, yang tergolong sudah cukup senior di dunia MC.

Ia juga bercerita tentang suka dan duka menjadi seorang MC. ”Kalau senangnya, bisa berada di depan audiens yang begitu banyak. Orang-orang penting. Untuk dukanya, pernah sudah deal untuk jadi MC sebuah acara, tiba-tiba langsung dibatalkan. Itu kejadiannya tahun 2000,” ungkap Edy.
Dari pengamatan Edy selama ini, dunia MC berkembang cukup bagus di Makassar. Even cukup banyak yang digelar. Mereka yang menjadi pewara tidak hanya dari kalangan anak muda. Tapi juga oleh mereka yang sudah dewasa. Bahkan banyak dicari oleh pelaksana even.
”Jadi untuk MC itu tidak melihat umur. Tapi eksistensi dan jam terbangnya. Beda dengan model, semakin muda itu yang dicari dan dipilih. Kalau sudah tua tidak tampil lagi,” tuturnya.
Edy sedikit membuka rahasia sampai ia masih eksis menjadi MC hingga saat ini, yaitu mengatur waktu dan attitude. Untuk waktu, dirinya selalu berusaha untuk berada di lokasi satu jam sebelum acara dimulai. Tujuannya, agar punya waktu untuk melakukan persiapan. Termasuk jika ada agenda acara yang mengalami perubahan, bisa segera diperbaiki.
Sementara untuk attitude, Edy menilai hal itu sangat penting. Sehingga seorang MC tidak heboh sendiri dan tampil semaunya.
Edy melihat perkembangan dunia MC di Makassar sangat luar biasa. Di sekolah-sekolah ada pelatihan yang dilaksanakan. Mereka tampil pada saat Pensi. Potensinya cukup besar. Jam terbangnya saja yang perlu ditambah sambil mengasah kemampuan yang sudah dimiliki.
Ada pesan khusus dari Edy bagi mereka yang masih pemula di dunia pewara. ”Jangan pasang harga. Asah dulu public speakingnya. Bagaimana menguasai audiens,”ujarnya.
Sebelumnya, Edy juga pernah memiliki sanggar. Ia menerima talent untuk ditempa, dibina, disalurkan, serta diajak untuk mengikuti audisi. Mereka diajari modeling, MC, hingga dancing dengan tujuan untuk mengorbitkannya menjadi seorang bitang.
Saat ini sanggar tersebut sudah tidak ada. Namun, Edy tetap membuka diri bagi mereka yang ingin anak-anaknya privat.
Di dunia sinema, Edy pernah terlibat dalam produksi film Parakang. Film bergenre horor yang tayang serentak di sejumlah bioskop tanah air beberapa waktu lalu.
Untuk dunia nyanyi, Edy bersama komunitasnya tetap eksis. Bahkan, pada 26 November mendatang mereka akan menggelar even Memories Song Festival. Kegiatan serupa kembali akan dilaksanakan di bulan Januari 2022. (*/rus)



×


Tetap Dicari karena Eksistensi dan Jam Terbang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link