pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BKMG: Waspada Petir dan Angin Kencang

MAKASSAR, BKM — Wilayah Makassar dan sekitarnya saat ini tengah memasuki musim peralihan dari kemarau ke musim penghujan. Karenanya, beberapa hari terakhir hujan terjadi pada siang hingga sore.

Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Esti Kristanti mengatakan bahwa hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir disebabkan karena awan konvektif yang terbentuk di sekitar wilayah Makassar. Awan konvektif ini memang biasa terbentuk di masa musim peralihan.

Beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di Makassar saat pagi hari cenderung panas. Hal ini menyebabkan terbentuknya awan konvektif yang cukup signifikan. Sehingga hujan terjadi pada sore hari.

“Terjadinya hujan ini merupakan ciri-ciri awan konvektif yang terbentuk pada musim peralihan. Di mana pada pagi hari cuaca umumnya cerah berawan cenderung panas. Kemudian terbentuk awan konvektif yang cukup signifikan karema atmosfer labil. Sehingga hujan terjadi pada sore hari,” jelasnya.

Kondisi semacam ini diperkirakan masih akan terjadi dalam tiga hari ke depan di Kota Makassar dan sekitarnya. Umumnya hujan yang turun berintensitas ringan hingga sedang dengan disertai petir dan angin kencang.

“Diperkirakan di Makassar untuk tiga hari ke depan masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Disertai petir atau kilat dengan angin kencang. Yang umumnya terjadi pada siang hingga sore hari,” ungkapnya.

Esti mengatakan jika dengan kondisi seperti ini, pihaknya belum melihat adanya potensi bencana. Namun masyarakat yang tinggal di pesisir barat Sulsel perlu waspada terhadap petir dan angin kencang.

“Potensi terjadi bencana seperti banjir belum ada poteni signifikan di Sulsel. Tapi kami himbau kepada masyarakat yang berada di pesisir barat, mewaspadai potensi hujan yang disertai kilat petir dan juga angin kencang,” imbaunya.

Dari pantauan BMKG, bukan hanya Makassar yang mengalami kondisi cuaca serupa. Ada beberapa daerah yang juga sama, seperti Wajo, Sidrap, dan semua kabupaten yang berada di sisi barat Sulsel dari Pinrang hingga Takalar.

Sementara untuk musim penghujan, Esti memperkirakan kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama hingga kedua bulan November.

“Saat ini masih masuk pada musim peralihan. Dari musim kemarau ke hujan. Kemudian untuk awal musim hujan, diprediksi terjadi pada minggu pertama hingga kedua bulan November,” tutupnya.

Puting Beliung di Wajo

Sebanyak 191 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung di Kabupaten Wajo, Selasa (26/10).
Dari laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Wajo, disebutkan hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 Wita.

Akibatnya, 26 unit rumah rusak berat, 51 unit rumah rusak sedang, dan 114 unit rumah rusak ringan. Ratusan rumah yang rusak itu itu berada pada empat desa.
Yakni Desa Mattirowalie dan Kalola di Kecamatan Maniangpajo, serta Desa Ugi dan Pallimae di Kecamatan Sabbangparu.

Menyusul peristiwa itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat untuk pemenuhan bantuan logistik untuk para korban terdampak.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman langsung menginstruksikan BPBD Provinsi Sulsel untuk menyalurkan bantuan ke Kabupaten Wajo.

“Kami menerima informasi jika kemarin siang hujan deras mengakibatkan 191 unit rumah rusak di empat desa pada Kecamatan Maniangpajo dan Sabbangparu, Kabupaten Wajo akibat bencana angin puting beliung,” katanya, Rabu (27/10).

Pada Selasa malam, BPBD Sulsel langsung mempersiapkan logistik dan dikirim menuju Kabupaten Wajo untuk warga terdampak yang rumahnya rusak. Proses persiapan bantuan ini dipantau langsung Kepala BPBD Sulsel Muhammad Firda. (nug-jun)




×


BKMG: Waspada Petir dan Angin Kencang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link