SEJAK 1 Oktober 2021 Klinik Fajar Medical Centre (FMC) telah menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Itu artinya, fasilitas kesehatan yang berlokasi di Jalan Laccukkang, Kelurahan Mallimongan Baru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar ini bisa melayani peserta BPJS kesehatan.
Pengawas di klinik ini, dr Nani menuturkan, pihaknya memiliki program peduli masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma alias gratis. Rencananya disiapkan kunjungan sebanyak 1.000 pasien. Pada 30 Oktober lalu, ada 53 orang yang tercatat dayang untuk berobat di tempat ini. Program tersebut masih terus berlanjut.
”Melalui program ini, kami memberikan pemeriksaan gratis kepada masyarakat. Termasuk pemeriksaan di lab. Ada juga pemberian vitamin kepada masyarakat. Tujuan kita melukan ini agar bisa merekrut peserta BPJS, khususnya yang mandiri. Karena kami baru saja bekerja sama dengan BPJS,” terang dr Nani dalam kanal Youtube Berita Kota Makassar. Ia diwawancarai di klinik FMC, Jumat (5/11).
Klinik berlantai tiga ini tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan. Tapi juga menerima pasien rawat inap. Berbeda dengan klinik lain yang hanya menerima pasien rawat jalan. Termasuk menerima ibu-ibu yang hendak melahirkan secara normal.
Dokter Nani menjelaskan, di Klinik FMC juga menyediakan layanan gawat darurat. Satu ruangan khusus UGD yang representatif telah disiapkan. Dilengkapi pendinging ruangan serta lima tempat tidur.
”Kami memiliki enam orang bidan yang siap melayani ibu-ibu yang hendak melahirkan normal. Kalau misalnya dari hasil pemeriksaan pasiennya perlu dirujuk ke rumah sakit, kami lakukan itu,” jelasnya.
Untuk mendukung pelayanan bagi pasien ibu-ibu tersebut, pengelola menyiapkan ruangan KIA yang dilengkapi dengan dua tempat tidur. Untuk bayinya disediakan pula ruangan khusus, yang dilengkapi fasilitas berupa inkubator dan tempat tidur bayi. Selanjutnya dirawat di ruang perawatan yang berada di lantai dua.
Klinik FMC menyiapkan ruang perawatan untuk kelas tiga, dua, dan satu. Ada pula ruang VIP yang di dalamnya terdapat tempat tidur, lemari, televisi, serta AC.
Ada pula poliklinik gigi. Dokter gigi di klinik ini melayani perawatan gigi, tambal gigi, pembersihan karang gigi, serta layanan lainnya.
Dengan ketersediaan sarana pendukung yang telah disiapkan, dr Nani mengajak masyarakat untuk datang berobat di klinik FMC. ”Kalau dulu mereka tidak mau datang berobat karena kami tidak melayani pasien BPJS. Sekarang kami sudah bekerja sama dengan BPJS. Jadi silakan datang memeriksakan diri dan berobat di klinik FMC,” ujar dr Nani.
Sejak bekerja sama dengan BPJS, diakui dr Nani, warga sekitar sudah kembali berdatangan untuk berobat. Apalagi setelah adanya program layanan pasien gratis.
Direktur Klinik FMC Andi Syafiuddin Makka, menjelaskan Klinik FMC dulunya adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA). Kemudian diusulkan untuk menjadi rumah sakit umum daerah (RSUD). Namun, untuk bisa menjalin kerja sama dengan BPJS, agak sulit dengan status RSUD. Selain itu, pendirian RSUD hanya dapat dilakukan untuk daerah-daerah di lura Kota Makassar atau pulau terpencil.
”Akhirnya, manajemen memutuskan untuk turun menjadi klinik. Itu atas anjuran beberpa tokoh di bidang kesehatan. Dengan status klinik, kemungkinan besar bisa mendapat persetujuan, dan itu yang kemudian laksanakan. Per 1 Oktober 2021 kita telah bekerja sama dengan BPJS,” terang Andi Syafiuddin Makka dalam kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Menurutnya, Klinik FMC berbeda dengan klinik lain. ”Klinik lain masih masih banyak yang melayani rawat jalan. Di Klinik FMC ini kami juga melayani rawat inap. Posisinya klinik pratamayang bisa rawat inap,” jelas Andi Syafiuddin.
Secara umum, disebutkan bahwa Klinik FMC memiliki 21 orang perawat dan bidan. Sementara dokter umum sebanyak lima orang, dokter spesialis dua orang, serta dua dokter gigi.
Sebagai klinik, tempat ini harus beroperasi 1×24 jam. Karena itu karyawan bekerja secara bergiliran dengan tiga shift.
Apotek yang ada di klinik ini juga beroperasi selama 24 jam. Tes PCR dan antigen juga bisa dilakukan di tempat ini. Sedangkan untuk suntikan vaksin, pihak pengelola sementara berusaha untuk mendapatkannya lalu kemudian melaksanakan vaksinasi bagi warga. (*/rus)

