MAKASSAR, BKM — Hingga kemarin penyidik kepolisian masih memeriksa intensif guru Yayasan Rumah Anak Kesayangan Nurul Muhammad Perumahan Solthana, RW 011 Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Pemeriksaan dilakukan menyusul meninggalnya dua anak yang tenggelam di Pantai Barombong, Minggu pagi (7/11).
Kedua korban adalah Mustafa (9) dan Muh Saleh (11). Jasad keduanya ditemukan tim SAR Gabungan Kota Makassar dan Polda Sulsel setelah dilakukan pencarian.
Kapolsek Tamalate Kompol Ahmad Yulias yang dikonfirmasi BKM, Senin (8/11) membenarkan jasad kedua korban sudah ditemukan oleh tim SAR. Menyusul kejadian tersebut, beberapa guru yayasan sudah menjalani pemeriksaan penyidik Polsek Tamalate. Mereka disebut harus bertanggung jawab karena membawa anak-anak yayasannya ke pantai hingga berujung dua orang tenggelam.
”Keterangan para guru dari yayasan masih didalami oleh penyidik. Setelah itu penyidik akan melakukan gelar perkara. Dari situ baru bisa diketahui apakah guru tersebut menjadi tersangka atau tidak. Yang jelas kasusnya masih terus diproses,” jelas Kompol Ahmad Yulias.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando menyebut, ada dua saksi yang berada di TKP sudah diminta keterangannya. Masing-masing Dedy Wakor (36), dan Nasrul, warga Jalan Tanjung Bayang. Mereka adalah guru yayasan.
Senin pagi (8/11), jenazah kedua bocah malang itu telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Bontoa. Menurut Hartati, seorang warga yang tinggal tak jauh dari Rumah Anak Kesayangan Nurul Muhammad, anak-anak di yayasan tersebut memang sering ke pantai Barombong untuk mandi-mandi. Terutama di waktu libur, seperti hari Minggu. (jul-pkl)

