pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Amartha Anggarkan Rp500 M untuk Pembiayaan di Sulselbar

MAKASSAR, BKM — Amartha akan melakukan kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Sulselbar untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Amartha rencana menyiapkan pendanaan kredit di Pulau Sulawesi sebesar Rp1 triliun pada tahun 2022 mendatang. Khusus Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan menganggarkan 50 persen atau sebesar Rp500 miliar.

Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto menjelaskan, Amartha adalah perusahaan yang bergerak dalam sektor pembiayaan yang menghubungkan debitur dengan perbankan. Hadir sejak tahun 2010 dan sudah tersebar di 17 Provinsi di Indonesia.

“Amartha merupakan lembaga pembiayaan yang diawasi langsung oleh OJK, hadir sejak tahun 2010 dan sudah tersebar di 17 provinsi, dengan jumlah customer sampai saat ini sudah mencapai 1 juta lebih,” ungkap Aria Widyanto kepada wartawan di Makassar, Kamis (11/11).

Ia mengatakan, Amartha nasabah atau customer yang menjadi sasaran adalah kaum perempuan, utamanya ibu-ibu pada segmen usaha mikro dan ultra mikro. Alasannya, karena mereka memiliki potensi cukup besar, termasuk di Sulsel.

“Nasabah ibu-ibu ini segmen yang memiliki potensi cukup besar, dan tugas Amartha yakni menghubungkan debitur dengan investor melalui aplikasi,” ujarnya.

Disebutkan Aria, total pembiayaan Amartha secara nasional yang disalurkan sejak tahun 2016 lalu sebesar Rp4,97 triliun. Sementara untuk tahun 2021 sudah menyalurkan Rp1,92 triliun dengan jumlah nasabah 870 ribu.

“Nasabah kita itu memang ibu-ibu. Karena ibu-ibu ini rata-rata punya usaha. Tingkat membayar kreditnya cukup menjanjikan,” jelasnya.

Aria memgatakan, untuk analisis calon nasabah. Amartha memiliki tim yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan edukasi kepada calon nasabah. Amartha sendiri menjangkau wilayah pelosok utamanya pedesaan.

“Kami punya tim untuk melakukan pendampingan, untuk memastikan calon debitur disamping memberikan edukasi. Dan kita selalu lakukan pelatihan, petugas lapangan datang di lapangan,” terangnya.

Sementara untuk suku bunga, sambung Aria, itu ditentukan berdasarkan jenis usaha yang akan dibuka.

“Penentuan bunga yang kami tarik tergantung dari jenis usahanya. Saya kira bunga yang kita tarik mampu bersaing dengan suku bunga perbankan,” tandasnya. (nug)




×


Amartha Anggarkan Rp500 M untuk Pembiayaan di Sulselbar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link