MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar bersama Forkopimda menggelar rapat koordinasi menghadapi musim hujan dan mewaspadai bencana, Senin (15/11) di Ruang Sipakatau Balaikota, Jalan Ahmad Yani. Rapat tersebut membahas kesiapan Pemkot Makassar dan sejumlah stakeholder terkait.
Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Darmawan menjelaskan saat ini Makassar sudah memasuki musim hujan. Puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Desember dan Januari. “Berdasarkan analisis, curah hujan di Makassar mulai lebat dengan kapasitas 20-50 mm per hari,” ungkap Darmawan.
Dia mengatakan, fenomena la nina sangat memengaruhi kondisi curah hujan di sebuah wilayah. Saat ini, kata dia, meski masih lemah, tetap berpengaruh terhadap kapasitas hujan yang cukup lebar sehingga banjir sudah terjadi.
“Gejala alam la nina berpotensi besar mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Karena itu Makassar harus membuat drainase yang baik guna mencegah banjir besar,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengusulkan status Makassar dinaikkan jadi siaga banjir. Dia mengatakan, peningkatan status bencana banjir bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Melainkan untuk memperlihatkan ke masyarakat bahwa pemerintah siap menghadapi banjir.
“Status Makassar harus siaga banjir, mengingat intensitas hujan mulai tinggi, puncaknya di Desember,” ucapnya.
Sejauh ini, upaya dalam mengantisipasi banjir sudah dilakukan. Penguatan atau peningkatan kapasitas personel juga telah dilaksanakan. Pihaknya menggandeng TNI untuk pelatihan penanganan awal saat terjadi bencana.
Titik rawan banjir pun sudah diprediksi, titik tersebut tersebar di empat kecamatan. Mulai dari Manggala, Tamalanrea, Panakkukang dan Biringkanaya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, sebagai daerah rawan banjir, Makassar harus segera melakukan mitigasi dan adaptasi. Dari beberapa titik yang terpantau jadi langganan banjir sudah ada penanganan yang dilakukan. Semisal pengerukan dan perbaikan drainase.
“Ada dua titik memang yang rawan, di Manggala dan Biringkanaya. Di situ ada jembatan yang menggambar saluran air,” jelasnya.
Selain mitigasi sosial, lokasi pengungsian bertingkat juga harus dibuat. “Saya harap BPBD menyiapkan pengungsian,” ujarnya.
Tugas Dinas Sosial yakni memperadakan dapur umum modern untuk memfasilitasi kebutuhan gizi pengungsi. Di samping itu, Danny Pomanto juga akan memberdayakan tim detector. Mereka akan diikutsertakan untuk menangani masalah banjir maupun bencana lain di Makassar.
“Kita mau bentuk 10 ribu relawan juga yang terorganisir agar bisa membantu proses evakuasi bencana,” pungkasnya. (rhm)

