MAKASSAR, BKM — Proses lelang jabatan lingkup Pemkot Makassar mulai bergulir. Namun hingga hari kedua pendaftaran dibuka, belum ada pelamar yang mendaftar dan menyerahkan berkas untuk ikut seleksi.
Ketua Tim Seleksi (Timsel) Lelang Jabatan Pemkot Makassar, Prof Aminuddir Ilmar menjelaskan kemungkinan calon peserta saat ini masih sementara menyiapkan berkas pendaftaran. Apalagi, pendaftaran dibuka hingga Jumat depan, sehingga masih ada waktu tiga hari untuk melakukan proses pendaftaran.
Namun, kata Prof Ilmar, jika dalam waktu tiga hari ke depan sampai pendaftaran ditutup, jumlah pendaftar belum memenuhi kuota, maka waktu pendaftaran bakal diperpanjang lagi tiga hari. Idealnya, satu jabatan minimal ada tiga pendaftar. Posisi yang akan dilelang ada 24 jabatan sehingga butuh minimal 76 orang pendaftar.
“Kalau kuotanya secara nominal, karena ini 24 jabatan, kita butuhkan itu minimal 76 orang. Untuk setiap jabatan minimal tiga atau empat orang,” ungkap Prof Ilmar saat dihubungi BKM, Selasa (16/11).
Dia mengemukakan, berdasarkan arahan wali kota Makassar, diharapkan peserta lelang jabatan tidak hanya diikuti pejabat internal Pemkot Makassar, melainkan juga oleh pejabat dari luar. “Pak Wali maunya lebih banyak orang dari luar mendaftar lebih bagus, karena dia ingin menyaring betul-betul dari luar yang punya kompetensi bagus. Ya silakan saja. Biar dari provinsi lain dipersilakan,” jelas Prof Ilmar.
Lebih jauh dikemukakan, timsel dan tim penguji yang akan dilibatkan dalam proses seleksi lelang jabatan berasal dari beberapa instansi. Di antaranya BKD Provinsi Sulsel, akademisi dari Unhas, BUMN, BPKP khusus untuk lelang jabatan OPD yang berkaitan dengan pendapatan, dan dari BKPSDM Kota Makassar sendiri.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menjelaskan hingga saat ini sudah banyak pejabat internal Pemkot Makassar yang meminta izin untuk mengikuti proses lelang jabatan. Dia membocorkan jika hampir semua camat sudah menyatakan niatnya untuk ikut lelang. Termasuk beberapa pejabat lingkup OPD Pemkot Makassar.
Soal apakah semua pelaksana tugas (plt) yang saat ini menjabat sebagai pimpinan di instansi yang lowong bakal ikut lelang, Danny tidak bisa memastikan. “Belum tentu mereka semua akan ikut lelang. Kalau lelang itu kan nafsi-nafsi. Siapa yang mau ikut. Tidak boleh saya mengimbau. Yang tidak mau ikut, ya tidak apa-apa. Mau ikut ya Alhamdulillah. Tapi rasa-rasanya banyak itu yang mau ikut. Datanya banyak yang mau minta izin dulu. Dari kemarin mereka sudah minta izin. Sudah jalan,” tandas Danny. (rhm)

