PUPUK langka saat musim tanam sudah lama menjadi cerita di kalangan petani. Begitu pula soal harga yang anjlok ketika musim panen tiba. Kisah klasik yang selalu berulang itu berusaha untuk diatasi oleh dua orang yang mencoba berkolaborasi demi kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan.
YANG satunya adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin. Sementara rekannya yang merupakan pengusaha millenial adalah Andi Anhar Rahman atau yang akrab disapa Aan. Keduanya menjadi narasumber dalam BKM on Vacation untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Wawancara dilangsungkan di Ammatoa Resort Bira, Kabupaten Bulukumba, Minggu (28/11).
Di awal penjelasannya, Darmawansyah mengaku sudah 10 tahun lamanya rutin berkeliling dari dusun ke dusun dalam wilayah Kabupaten Gowa. Ia mendapati masih banyak kekurangan yang terjadi. Terbaru adalah masyarakat, khususnya petani yang kesulitan mendapatkan pupuk karena terjadi kelangkaan. ”Hal ini sangat berpegaruh terhadap masyarakat, jika tidak segera ditangani,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut bahwa dunia usaha di Gowa masih perlu digenjot. Lapangan kerja mesti dibuka seluas-luasnya. Untuk itu, Darmawangsyah mengaku ke depan akan berkolaborasi guna penciptaan lapangan kerja dan perbaikan ekonomi, terutama di tengah pandemi. Mendorong wirausaha muda meningkatkan perekonomian di Sulsel.
Dalam upaya merealisasikan itu, legislator Partai Gerindra ini tengah membina 150 pengusaha milenial. Mereka adalah pengusaha yang baru bekerja di bidangnya. Sudah ada di antaranya yang meraih keberhasilan. Salah satunya adalah Aan.
”Kami selalu bertukar pikiran untuk mendorong agar mereka tetap survive usahanya. Saya bolak balik menghadiri gatering untuk beberapa yang menjual lahan property. Bukan persoalan apa yang saya didapatkan, melainkan mendorong agar penjualan mereka meningkat. Itu sebagai bentuk dukungan agar pengusaha milenial itu meraih kesuksesan. Sebab, mereka selama ini belum mendapat link di pemerintahan. Seolah-olah jalan sendiri. Ini yang mesti dihimpun untuk kemudian diberi kebijakan yang tepat dari pemerintah. Karena kehadirannya sangat menjanjikan,” terangnya.
Bak gayung bersambut, Andi Anhar Rahman yang seorang pengusaha milenial merespons positif keinginan Darmawangsyah dalam upaya meningkatkan kesejahterana petani. ”Saya dulu pernah jadi karyawan. Tapi saya kemudian berpikir, jika terus menjadi karyawan, tidak bisa terpacu untuk maju. Karena itu saya memberanikan diri mundur sebagai karyawan,” ungkapnya.
Di tahun 2013, Aan merintis sebuah perusahaan Perseroan Terbatas (PT) Biotec Indonesia. Perjuangan untuk membesarkan perusahaan ini telah dilaluinya, hingga akhirnya Biotec Indonesia bisa seperti saat ini. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha pupuk.
”Di saat pandemi, hanya beberapa sektor yang mampu bangkit. Salah satunya pertanian. Sektor lain banyak terdampak, seperti infrastruktur, pariwisata, dan banyak lagi yang lain. Pertanian baik-baik. Itulah yang menjadi alasan kenapa memilih usaha pupuk. Kita tidak mau petani kekurangan pupuk,” tandasnya.
Sebagai Direktur Pemasaran PT Biotec Indonesia, Aan berharap ke depan pupuk sudah tidak lagi mengalami kelangkaan. Walau diakuinya, cukup berat jika berbicara tentang kebutuhan dasar petani ini. Sebab terkait dengan subsidi dan peraturan yang ketat.
”Pemerintah dimohon kehadirannya untuk membantu petani. Hasil produksi petani harusnya dibeli dengan harga tinggi. Bukan seperti yang terjadi selama ini, harga anjlok di saat panen berlangsung. Tolong pemerintah membantu masalah-masalah yang ada di bawah,” jelas Aan. (*/rus)

