pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Usah Pikir Biaya, Fokus untuk Sembuh

Forkopimda Sulsel Besuk Korban, Danny Kunjungi Asrama

MAKASSAR, BKM — Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan menaruh perhatian besar terhadap dua orang yang menjadi korban dalam penyerangan orang tak dikenal di Makassar. Selasa (30/11), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulsel Brigjen TNI Dwi Surjatmodjo, serta Bupati Luwu H Basmin Mattayang datang membesuk kedua korban yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo dan RS Pelamonia, Makassar.
Kepada korban dan keluarganya, Andi Sudirman meminta kepada tidak perlu khawatir dengan biaya pengobatan. Forkopimda Sulsel bakal menanggung.

“Masalah biaya tidak usah dipikirkan. Itu kembali ke pemerintah bersama Forkopimda. Tidak usah dipikirkan. Pikirkan saja bagaimana sembuh,” katanya.

Sudirman mengatakan, pihaknya juga telah menurunkan tim dari Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan pemulihan kedua korban tersebut.

“Ada dokter Pelamonia untuk pendampingan penyembuhan. Akan diturunkan juga tim Dinas Kesehatan untuk memantau pendampingan. Wahidin dan Pelamonia punya sinergitas,” terangnya.

Andi Sudirman pun berbincang dengan korban berinisial AR di RS Wahidin dan korban MAS di RS Pelamonia. Mereka didampingi oleh orangtuanya masing-masing. Ia pun meminta agar pihak keluarga fokus untuk proses kesembuhan anaknya. ASS kemudian menyerahkan bantuan santunan dan paket buah.

Usai mengunjungi korban, Andi Sudirman menyampaikan bahwa kondisi kedua korban butuh perhatian serius. Apalagi mereka luka pada area tangan. “Kita sudah lihat kondisi korban. Kita sudah minta Dinas Kesehatan untuk tetap memantau kondisi korban. Sementara pihak kelurga sudah menyampaikan tidak ingin ada korban lagi dan menyerahkan semua kepada pihak berwajib,” ungkapnya.

“Kejadian ini akan menjadi duka bagi keluarga dan kita semua yang memiliki rasa empati ketika keluarga berharap anaknya dapat menempuh pendidikan untuk menjadi harapan dan kebanggaan keluarga. Tangisan kedua orangtua korban menjadi pelajaran bagi semua bahwa kerugian akan kembali kepada kita semua dan ini terkait nama baik Sulsel secara keseluruhan,” tuturnya.

Ia pun meminta kepada keluarga untuk fokus pada proses penyembuhan korban. “Kami sampaikan, jangan khawatir untuk biaya, pemerintah (Provinsi Sulsel) akan bantu. Keluarga korban (MAS) juga menyampaikan mengenai pekerjaannya yang sementara magang di Pelindo. Tentu kita akan koordinasikan itu bersama Pelindo dan pihak kampus agar diberikan keringanan sampai sembuh. Jangan khawatir, pemerintah provinsi terbuka (pekerjaan) bagi yang bersangkutan,” tandasnya.

ASS berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi. Karena akan merugikan banyak pihak, termasuk keluarga, bahkan masyarakat sekitar.
”Olehnya itu, kita harap mari sudahi. Ini tidak ada sangkut-pautnya dengan organisasi maupun suku atau daerah. Ini hanya oknum-oknum yang mengatasnamakan saja. Mari menjaga sikap saling sipakatau dan bersatu di tengah pandemi covid-19 ini.
Kita harus mendukung kepolisian dalam mengusut kasus ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan kunjungan itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana menyerahkan bingkisan kepada korban. Ia juga mendoakan agar keduanya secepatnya sembuh dan kembali beraktivitas, serta mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi.

K
apolda juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas penyerangan asrama mahasiswa di Makassar. Dia berharap pelaku penyerangan segera menyerahkan diri.
”Kami minta agar para pelaku segera menyerahkan diri kepada kami. Saat ini saksi-saksi dari kedua balah pihak sedang kami periksa,” ujarnya.
Irjen Nana juga meminta masyarakat agar tetap tenang usai peristiwa penyerangan. Para tokoh masyarakat juga diharapkan untuk bisa menenangkan warga.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu tidak benar. Saya minta kepada para tokoh dari kedua belah pihak, hentikan pertikaian ini. Apabila masih terjadi, Polri akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” tandas kapolda.
Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Rio Purwantoro juga memastikan, peristiwa penyerangan asrama oleh OTK sudah ditangani pihak berwenang. ”Sudah ditangani oleh pihak berwenang, yaitu kepolisian. Pemprov Sulsel dan instansi terkait lainnya mendukung upaya kepolisian agar mengusut tuntas kejadian ini. Untuk itu kami mengimbau adik-adik mahasiswa untuk menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi,” imbuhnya.

Danny Siap Jadi Mediator

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berkunjung ke dua asrama mahasiswa, yakni Asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya dan Asrama Mahasiswa Bone di Jalan Sungai Limboto, Selasa (30/11). Kedatangan Danny ke dua lokasi tersebut untuk melihat langsung kondisi asrama pascapenyerangan orang tak dikenal.
Dalam kunjungannya, Danny didampingi Kepala Kesbangpol Zainal Ibrahim, Camat Makassar Alamsyah dan Camat Ujung Pandang Ware, serta Ketua KNPI Kota Makassar Arul.
“Sebagai penanggung jawab kota, saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Kemarin saya sudah kunjungi dua korban. Bertemu dengan dua kelompok dengan pimpinannya. Hari ini saya kunjungi lokasi kejadian,” kata Danny.

Diapun menginstruksikan agar camat dan lurah terus memantau keadaan di wilayah tersebut Selain itu, Danny juga meminta masyarakat tidak memprovokasi dan mudah terprovokasi dengan peristiwa yang terjadi.
“Menjaga kondusifitas keadaan dan jangan memposting berita tidak jelas, karena itu bisa memicu naiknya eskalasi, panasnya kondisi. Saya sudah diskusi dengan dua kelompok, apapun yang mereka butuhkan dalam konteks bisa meredam ketegangan, saya senantiasa siap,” tambahnya.

Danny kemudian yakin kasus pertikaian bisa selesai. Ia pun siap jika nanti diminta menjadi mediator. ”Mahasiswa meminta untuk penegakan hukum. Sama dengan apa yang diinginkan pemerintah dan kepolisian. Saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama, ini bisa selesai. Untuk pertemuan kedua belah pihak, saya bilang, pokoknya selama dibutuhkan, kami siap,” tegasnya.
Terkait para korban kedua belah pihak, Pemerintah Kota Makassar siap menanggung seluruh biaya perawatan. “Kalau untuk korban, yang penting sembuh dulu. Saya juga sudah perintahkan untuk pemkot menanggung seluruh beban yang ada. Perlu kita berjaga bersama-sama terhadap kemungkinan yang terjadi,” tutupnya. (jun-rhm)




×


Tak Usah Pikir Biaya, Fokus untuk Sembuh

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link