pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Temanbus Beroperasi, Danny Mau Buat Jalan Satu Arah

MAKASSAR, BKM — Makassar sebagai kota metropolitan diperhadapkan dengan berbagai problematika. Salah satunya persoalan kemacetan lalu lintas. Untuk itu, pemerintah kota harus secara cerdas menyiapkan dan menerapkan strategi untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu yang diupayakan adalah rekayasa lalu lintas atau manajemen traffic yang efisien.
Terkait hal itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berencana akan menerapkan sistem satu arah jalan yang ada. Khususnya yang memiliki lebar terbatas atau hanya bisa dilalui kendaraan dua lane, yakni satu lajur di kiri dan satu lajur di kanan. Penerapan sistem satu arah ini tidak berlaku bagi jalan protokol yang memiliki minimal dua lajur di kiri dan dua lajur di kanan.
“Seperti jalan AP Petta Rani, itu kan jelas dua lane. Satu lane bisa sampai empat lajur. Jadi tidak mungkin dibikin satu arah,” kata Danny saat ditemui di Hotel Gammara, Rabu (1/12).
Sistem satu arah ini rencananya mulai akan dikaji, dan selanjutnya disosialisasikan kepada warga dalam waktu tidak lama lagi. “Harus diterapkan itu, karena sudah ada Temanbus juga beroperasi. Kalau tidak disatuarahkan pasti macet, berteriak orang,” ungkapnya.
Selain sistem satu arah, Danny juga akan mengubah rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Pantai Losari. Di mana pada periode pertamanya, arus kendaraan berbeda dengan yang diterapkan saat ini.
Dia mengaku, saat rekayasa arus lalu lintas diatur dengan baik di kawasan Pantai Losari, dari tujuh titik kemacetan, ada enam titik yang berhasil diurai. “Jadi kami akan kembalikan lagi rekayasa yang dulu. Kami akan revisi traffic manajemen di kawasan Losari,” kata Danny.
Lebih jauh dikemukakan, Pemkot Makassar juga akan menata dan menambah fasilitasi pedesterian. Fungsinya sebagai ruang terbuka hijau karena bisa ditanami pepohonan. Juga agar pejalan kaki bisa lebih nyaman.
Selanjutnya, dia juga akan mengoperasikan moda transportasi merakyat seperti Co’mo. Intermoda ini akan menghubungkan satu lorong dengan lorong lainnya, khususnya yang menjadi lorong wisata.
Danny juga sudah memikirkan untuk membuat jalur tranportasi bawah tanah, terutama yang menghubungkan antara wilayah barat dan timur Makassar. “Itu sudah harus kita pikirkan juga untuk menjadi program ke depan,” tandasnya.
DPRD Kota Makassar mendukung rencana pemkot yang ingin melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan beberapa jalanan Makassar menjadi satu arah.

Hal ini dianggap bisa lebih mengurai kemacetan.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli, menilai hal itu sebagai rencana yang sangat baik. Karena baginya, jalanan yang merupakan pemghubung di Makassar memang harus disatuarahkan.

Selama ini menurut Fasruddin, beberapa jalan seperti Jalan Rappocini, Jalan Landak, maupun Jalan Sungai Saddang kerap menjadi biang kemacetan. Kondisi di beberapa ruas jalan tersebut harus diurai dengan menerapkan sistem satu arah.

“Di jam kantor maupun jam pulang kantor macetnya luar biasa,
sehingga harus diambil satu jalan cepat. Rata-rata jalan seperti Rappocini, Landak, Sungai Daddang yang jalan penghubung itu, harus satu arah,” jelasnya.

Kemacetan yang biasa terjadi di beberapa jalan tersebut sangat berimbas ke pengguna jalan. Apalagi dari tahun ke tahun, penduduk Makassar semakin bertambah.

“Kota Makassar penduduknya semakin bertambah. Jumlah pengguna kendaraan, baik yang beroda dua dan empat bertambah tiap bulan. Sehingga penambahan ruas jalan kita yang tidak bertambah, ruang-ruang kemacetan akan timbul sendirinya. Maka kebijakan ini salah satu langkah terbaik,” imbuhnya.

Namun sebelum itu, Fasruddin mengingatkan ke pemerintah untuk mengkaji terlebih dahulu secara teknis jalur jalanan tersebut. Termasuk di mana jalan masuk dan supaya tidak merepotkan masyarakat.

“Jadi dengan satu arah memang harus dicari titik temunya, keluarnya di mana. Sehingga masyarakat tidak bingung dengan aturan ini,” serunya.

Rencana penerapan ini dikatakannya juga harus disosialisasikan terlebih dahulu, baik secara langsung maupun melalui berbagai media.

“Karena untuk melakukan rekayasa lalu lintas, ini penuh risiko, dan itu harus dilakukan sosialisasi dulu kepada masyarakat. Baik di media cetak maupun di media seperti spanduk dan baliho,” tutupnya. (rhm-nug)



×


Temanbus Beroperasi, Danny Mau Buat Jalan Satu Arah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link