pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

3.600 Orang Lebih Mengungsi di 32 Titik

MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut menyebabkan banjir di hampir sebagian besar wilayah Makassar. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, hingga Selasa (7/12), tercatat sebanyak 3.600 lebih warga yang mengungsi. Mereka ditampung pada 32 titik pengungsian.
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto kemarin melakukan peninjauan ke sejumlah titik banjir yang cukup parah. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jalan Toa Daeng 3 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. Di sana, ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Bahkan di sejumlah titik, bisa mencapai perut dan paha. Danny juga mengunjungi warga yang mengungsi di masjid terdekat.
Selanjutnya, Danny bergeser ke wilayah Kodam III, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Akses jalan menggunakan kendaraan untuk masuk ke lokasi banjir cukup sulit karena ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa.
Danny terpaksa turun dari kendaraan, selanjutnya berjalan sepanjang 300 meter dalam genangan banjir hingga dada menuju lokasi bencana. Dia berdialog langsung dengan warga yang mengungsi untuk mengetahui apa saja yang diperlukan, dan selanjutnya menginstruksikan OPD terkait mempersiapkan seluruh kebutuhan mereka.
Kepada wartawan, Danny mengemukakan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh stakeholder terkait untuk memaksimalkan tugas masing-masing. Pemkot bersama TNI/Polri sudah melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana.
Untuk saat ini, Pemkot Makassar menganggap belum perlu dibuatkan dapur umum. Sementara air bersih disuplai langsung oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. “Kita tidak bikin dapur umum, tapi kita gilir langsung makanan siap saji,” kata Danny.

Mengungsi di Masjid

Salah satu wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kecamatan Manggala. Dua lokasi yang kerap jadi langganan banjir adalah Blok 10 dan Blok 8. Sejak Senin. (6/12) malam, kedua wilayah tersebut telah terendam. Warga pun dievakuasi ke tempat pengungsian yang telah disiapkan.
Camat Manggala Andi Fadly, menjelaskan untuk warga blok 10 RW 11, sudah ada 16 orang yang mengungsi di Masjid Jabal Nur. Sementara di blok 8 RW 8, sebanyak 18 warga mengungsi di Masjid Muthohirin. Di Kelurahan Batua, Jalan Toa Daeng 3, sebanyak 28 warga mengungsi di Masjid Muttahid.
Di Kompleks Veteran Jalan Swadaya, 12 warga mengungsi ke Masjid Attoyyibah. Kelurahan Bitowa, Jalan Borong Raya, 67 orang mengungsi di Masjid Babussalam. Kelurahan Borong, 23 warga mengungsi di Masjid Jannatul Iman Jalan Toddopuli 10.
“Hingga Selasa pagi, total jumlah pengungsi di Kecamatan Manggala sebanyak 159 orang. Jumlah pengungsi tentatif setiap waktu dapat berubah. Beberapa titik telah mendapatkan bantuan bahan makanan dari Dinsos. Dapur umum mulai didirikan,” jelas Andi Fadly.
Sementara itu, kelompok mengatasnamakan Sahabat Fatma pun bergerak mengecek langsung Perumnas Antang, salah satu area langganan banjir di Makassar. Sahabat Fatma adalah salah satu kelompok pemenangan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi di Pilwali Makassar lalu.
Belasan dari mereka menuju SMAN 12 Makassar, salah satu tempat dijadikan pengungsian oleh warga Perumnas Antang bila terjadi banjir. Tujuannya melihat kesiapsiagaan warga setempat dan untuk koordinasi pelaksanaan posko siaga banjir.
Rupanya di situ sudah ada sejumlah warga yang berjaga-jaga. Mereka tergabung dari Sanggar Pramuka Ambalan KCN SMAN 12 Makassar. Bila terjadi banjir mereka bertindak sebagai tim penyelamat.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Buntusu, Akmal mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada pengungsi banjir di Masjid Fauziah SMAN 21 Makassar. Bahkan dirinya turun langsung meninjau dan memantau lokasi di beberapa titik yang sering terjadi banjir.
“Kita arahkan warga yang rumahnya sudah tergenang banjir untuk segera mengungsi. Ini sudah ada empat keluarga yang mengungsi. Jadi yang banjir itu ketika hujan, di antaranya Keindahan 8 Blok AA RW 02, Bangkala RW 03, bundaran besar deoan Insignia dan Jalan Laniang,” terangnya saat meninjau pengungsian, Selasa (7/12).
Ia juga telah mengintruksikan kepada RT/RW di wilayah Kelurahan Buntusu untuk aktif dalam siaga bencana. Akmal juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap curah hujan yang masih tinggi.
“Bantuan juga akan diberikan di posko pengungsian sampai air kembali surut dan warga yang terdampak bisa kembali di rumah masing-masing. Tapi kita akan terus waspada dengan curah hujan yang masih tinggi saat ini,” ujarnya.
Lurah Batua, Jufri mengaku jika di wilayahnya ketinggian air sudah mencapai paha orang dewasa. Air di permukiman warga Jalan Inspeksi PAM Lorong 6 pun tidak terbendung lagi.
“Jadi di Jalan Inspeksi PAM Lorong 6 mulai tergenang, namun masih aman terkendali. Warga sekitar bisa mengungsi di Masjid Al ikhwan. Potensi banjir bisa terjadi jika kondisi hujan dengan intensitas sedang atau tinggi terjadi selama tiga hari berturut-turut,” katanya, sambil meminta warganya untuk mewaspadai angin kencang.
Di Kecamatan Rappocini, ada sebanyak 11 kelurahan dilaporkan digenangi air dan banjir.

Masing-masing Kelurahan Ballaparang di Jalan Timah, Kelurahan Buakana di Jalan AP Petta Rani, Kelurahan Rappocini di Jalan AP Petta Rani, Kelurahan Banta-bantaeng di Jalan Bonto Mene dan Jalan Faisal, Kelurahan Tidung di Jalan Tamalate 1, Jalan Raya Pendidikan dan Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kelurahan Mappala di Jalan Tidung 9.

Selanjutnya di Jalan Kelurahan Gunung Sari di Jalan Sultan Alauddin, Kompleks BPH, Jalan Talasalapang dan Jalan Skarda, Kelurahan Kassi -kassi di Jalan Hertasning, dan Jalan Aroepala, Kelurahan Minasa Upa di Jalan Syekh Yusuf, Jalan Poros Minasa Sari dan beberapa ruas Jalan Minasa Upa.

“Kemudian di Kelurahan Karunrung titik banjir di Jalan Karunrung Raya RW 9 dan Jalan Jipang Raya kondisinya tergenang air,” kata Camat Rappocini, Syahruddin, Selasa (07/12).

Melihat tingginya intensitas curah hujan yang tinggi, camat yang akrab disapa Allu ini mengimbau masyarakat melakukan antisipasi bersama-sama. Mempersiapkan segala sesuatu termasuk memperhatikan saluran drainase di lingkungan tempat tinggal.

“Selaku camat mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Rappocini untuk mengantisipasi genangan air hingga banjir yang diakibatkan curah hujan yang tinggi. Mempersiapkan segala sesuatu agar tidak terdampak buruk kepada kita dan lingkungan kita,” serunya.

Dia mengatakan, jika hampir semua wilayah di Makassar terdampak banjir dan genangan karena saluran drainase dan tersier yang tidak bisa menampung curah hujan yang cukup tinggi yang turunnya tiga dan empat hari terkahir ini.

“Kami sampaikan kepada masyarakat tetap menjaga diri dan lingkungan lalu melaporkan kepada pemerintah di Kecamatan Rappocini misalkan ada warga yang terdampak keras banjir di wilayah Rappocini. Tentunya laporan warga sangat diharapkan untuk antisipasi dan bantuan yang akan disalurkan. Untuk itu kami ucapkan sabarki dan antisipasi dan jagai lingkunganta,” tutupnya.

Tim Basarnas Sulsel

Tim dari Basarna Sulsel diterjunkan ke sejumlah lokasi yang terdampak banjir untuk membantu melakukan evakuasi.
Hal itu disampaikan
Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi.

“Seluruh Tim Rescuer Basarnas sudah kami terjunkan ke lokasi yang dilaporkan terdampak untuk membantu evakuasi,” ujarnya, Selasa pagi (7/12).

Diterangkan bahwa di wilayah Soppeng ada personel dari Pos SAR Bone yang membantu evakuasi. Di Pinrang ada personel Pos Unit Siaga Parepare untuk melakukan pencarian terhadap warga yang terbawa arus.
Sementara dari Makassar ada yang diterjunkan ke Barru untuk bantu evakuasi warga terdampak. Sebagian besar fokus untuk melakukan evakuasi di wilayah Makassar dan Gowa.

“Kita terjunkan semua Tim sejak kemarin hingga hari ini untuk evakuasi di wilayah Makassar dan Gowa, ada beberapa titik wilayah Makassar yang terdampak cukup parah di antaranya Biringkanaya, Manggala, Tamalanrea serta Panakkukang,” terang Djunaidi.
Dengan semakin tingginya curah hujan, Kepala Basarnas Sulsel mengimbau kepada masyarakat agar segera mengevakuasi diri dan barang berharga ke tempat lebih aman apabila air sudah mulai tinggi.
(rhm-jun-ita-arf)




×


3.600 Orang Lebih Mengungsi di 32 Titik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link