INDONESIA merupakan negara eksotis yang memiliki banyak destinasi wisata. Pilihannya pun cukup beragam. Mulai dari wisata alam, budaya, religi, sejarah, hingga kuliner. Kondisi ini sangat menantang untuk dieksplor. Hanya saja, butuh ide-ide dan inovasi dalam pengelolaannya demi kesejahteraan masyarakat di mana destinasi wisata itu berada. Dan tentu saja, demi devisa negara.
ITULAH yang ada di benak Nur Fajri Fauziah, ketika gadis kelahiran Makassar, 27 Januari 2002 ini menyebut cita-citanya ingin jadi konsultan pariwisata. Mengapa memilih cita-cita sebagai konsultan pariwisata? Jawabnya, selain karena dia kuliah di bidang kepariwisataan, juga lantaran dirinya hendak mencari solusi permasalahan kepariwisataan di Tanah Air.
Riri, begitu ia akrab disapa. Saat ini duduk di bangku kuliah Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Jurusan Kepariwisataan, Program Studi Destinasi Pariwisata. Sebagai mahasiswa, dia selalu mau belajar dan terbuka, seperti prinsip hidupnya; open your mind before open your mouth.
Putri pasangan Darmaji dan Sarmila ini punya hobi menari. Dia bahkan akrab dengan ajang lomba seni ini sejak masih duduk di bangku SMP. Berbagai pentas dan lomba menari dijajal hingga tingkat nasional. Hasilnya pun sangat membanggakan.
Di antaranya, Juara 1 Genta Budaya Kota Makassar (2017), Festival Selaras Pinang Masak Nasional, Juara 1 Lomba Tari Kreasi Sunda Makassar (2015), Juara 1 Festival Kesenian Sulawesi Selatan (2017), Juara 1 Lomba Tari Tradisional Keuangan Syariah (2016), Juara 1 Trans Studio Menari Kategori Tari Tradisional (2016), dan Juara 2 Pemilihan Busana Daur Ulang (2017).
Tak hanya itu. Saat di bangku SMA, dia pernah ikut lomba menari di acara Telkom Peduli Budaya, yang digelar di Makassar. Lalu lanjut ke tingkat nasional di Jakarta, yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) tahun 2017.
“Saya pernah menjadi pengisi acara di Istana Merdeka, Jakarta, dalam acara peringatan Hari Sumpah Pemuda, tahun 2016,” terangnya.
Dari biodatanya, tergambar bahwa Riri aktif dan kreatif sejak masa kanak-kanak. Saat TK, dia ikut lomba mewarnai dan menggambar. Sedangkan ketika SD, dia mewakili sekolahnya mengikuti Olimpiade IPA.
Bukan itu saja, dia juga punya seabrek pengalaman berorganisasi. Saat SMP, dia merupakan wakil ketua II Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 33 Makassar.
Di SMA, lagi-lagi dia aktif mengikuti kegiatan OSIS. Pada tahun pertamanya, Riri menjadi anggota dari Bidang Budi Pekerti. Sedangkan di tahun kedua, posisinya naik menjadi Sekertaris Umum OSIS SMA Negeri 11 Makassar.
Perempuan yang suka warna putih ini, mengaku bukan tipe yang selalu mengikuti fashion trend. Busana yang disukai adalah chic style.
Namun, dalam berpenampilan dia memperhatikan agar tetap stylish dan modis, serta nyaman digunakan. Soal makanan, favoritnya adalah seafood.
“Seafood dan semua makanan yang dibuat mama adalah makanan kesukaanku, hehe….,” ujarnya sambil tertawa.
Riri rupanya suka pada hal-hal baru dan menantang. Apalagi terkait bidang yang digelutinya. Di tahun 2021 ini misalnya, dia tercatat mengikuti beberapa lomba. Yakni, Pemilihan Icon Muslim & Muslimah (Best Photogenic), Pemilihan Ana’ Dara Malebbi Kota Makassar (Runner Up 1), dan Pemilihan Ana’ Dara Malebbi Sulawesi Selatan (Juara Favorit ).
Teranyar, perempuan bertinggi/berat 160cm/55kg ini dinobatkan sebagai Best Intelligence dalam Pemilihan Taurungka Taulolo Duta Wisata Gowa 2021.
Meski dia sudah mencatat berderet prestasi, tapi masih ada obsesi yang ingin diraihnya. Dia sangat ingin mengikuti Duta Wisata Sulawesi Selatan. Karena menurutnya, cakupan lombanya lebih besar dari sebelumnya. Ajang ini juga akan memberikan tantangan baru baginya untuk mengetahui lebih banyak mengenai Sulawesi Selatan.
“Dari berbagai ajang lomba itu, saya berharap dapat menjadi insan pariwisata yang berguna bagi orang banyak. Dan semoga jadi pengalaman indah bagi saya, yang dapat saya ceritakan kelak,” tuturnya dengan binar mata optimis. (*/rus)

