KEGAGALAN adalah keberhasilan yang tertunda. Namun, tidak banyak orang yang menyadari hal itu. Ketika gagal dalam sebuah proses, begitu sulit untuk bangkit kembali. Adhe MPJ mampu bangkit setelah berkali-kali gagal dan meraih hasil seperti saat ini sebagai seorang selebgram serta pemain film.
NAMA lengkapnya adalah Ade Putra Yusuf. Akrab disapa Adhe MPJ. Singkatan yang melekat di namanya merupakan nama panggilan ketika masih kecil. Kepanjangannya dalam bahasa daerah Makassar adalah manna pacce jariji. Artinya secara harfiah, biar susah tetap jadi.
”Walau hidup susah, tetap jalani dengan penuh senyuman,” tutur Adhe dalam siniar (podcast) Berita Kota Makassar, Senin (3/1) dan telah tayang di kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Ia lalu mengurai kisah perjalanan hidupnya sejak kecil. Adhe memulai dengan menjelaskan pekerjaan bapaknya yang seorang penjual ikan dan nasi. Juga sebagai tukang urut serta tukang cukur.
”Waktu kecilka saya naik sepeda singking (ontel) dibonceng bapakku. Sering dipanggil sama temannya bapakku, MPJ…MPJ…Nama itu melekat sampai saat ini,” terangnya.
Adhe memiliki kisah berliku sebelum masuk dunia entertain yang membesarkan namanya. Awal pertama masuk Makassar setamat SMK keperawatan. Di kota ini dia berusaha mencari pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Namun tak jua didapati.
Jadilah Adhe kiri kanan untuk mencari pekerjaan. Mulai dari menjaga kounter penjualan pulsa, bekerja di toko sepatu dan minimarket. Bahkan menjadi cleaning service pun pernah dilakoninya. Termasuk menjaga kantin dan kafe. ”Yang penting bisaka dapat uang dan bisa hidup di Makassar,” begitu alasan Adhe.
Bekerja di kafe digeluti Adhe di tahun 2016. Ketika itu, ada seorang customer yang menegurnya dan menyarankannya untuk mencoba ikut casting.
”Saya tidak paham apa itu casting. Pertama kali ikut casting itu untuk film Cindolo Na Tape, tapi tidak lolos. Ternyata tidak gampang memulai sesuatu,” tuturnya.
Tak hanya sekali Adhe mengikuti casting agar bisa bermain film. Bahkan ia selalu mencoba selama rentang waktu dua tahun. Barulah pada tahun 2018 Adhe mendapat kesempatan dengan ikut casting untuk film Anak Muda Palsu. Walau belum mendapat peran dan karakter khusus, Adhe merasa bersyukur.
”Sebenarnya saya sudah tidak mau ikut casting di film Anak Muda Palsu. Karena tidak dapat hasil. Malah rugi. Karena untuk casting saya harus pinjam sepatu dan baju. Minta tolong dibonceng teman lagi. Capek tidak pernah lolos-lolos. Mending pergi cari pekerjaan agar dapat uang,” cetusnya.
Ternyata, ada teman Adhe yang diam-diam mendaftarkannya secara daring untuk casting film Anak Muda Palsu. Hasilnya, dia pun lolos hingga akhirnya menjadi bagian dari film tersebut. Ini pula yang menjadi film pertama Adhe.
Kisah lain yang disampaikan Adhe, ketik ia mencari sesuap nasi di seputaran Pasar Segar, Makassar. Salah seorang karyawan sebuah tempat makan di kawasan tersebut melihat Adhe kerap mondar mandir.
”Namanya Dul. Dia tanya saya, mau makan? Saya bilang mau. Tapi jangan kasih gratiska. Kasih kerjaka. Akhirnya saya bekerja dari jam 8 sampai jam 10 malam. Setelah itu, saya ke panggung Pasar Segar untuk menghibur pengunjung,” jelasnya.
Di bagian lain wawancara, Adhe mengungkap perumpamaan dengan sebuah telur jika ingin mengejar mimpi. ”Anggaplah telur ini semangatku. Telur yang utuh jangan sampai retak dengan omongan orang. Peganglah telur itu agar tetap utuh. Dengan begitu alam semesta akan membantu mengejar impianmu,” jelas Adhe lagi.
Menjadi seorang selebgram tak ada terlintas di benak Adhe. Memimpikannya sekali pun tidak pernah. Ia kemudian mendapat motivasi dan dorongan dari orang-orang sekitarnya. Adhe kemudian bertanya ke selebgram lainnya bagaimana membuat konten. Upaya itu akhirnya berbuah hasil.
Di waktu yang hampir bersamaan, Adhe juga kian aktif bermain film. Tujuh buah film telah dilakoninya. Di antaranya Jalangkote Rasa Keju The Movie. Termasuk film berjudul Syahadat, yang diproduksi anak-anak Bantaeng dan diputar secara khusus di daerah tersebut. Kisahnya tentang percintaan sejoli berbeda agama. Adhe bermain di dalamnya dengan ciri khas komedi.
Dari perjuangannya merintis karir, Adhe kini sudah mendapatkan hasil dari mengendorse sebuah produk. Sadar bahwa dirinya memulai dari bawah, ia tak memasang tarif tinggi bagi yang ingin menggunakan jasanya. Adhe melihat seperti apa usahanya, siapa orangnya, baru memulai atau tidak, sudah punya nama atau belum. ”Itu saya lakukan karena saya punya hati,” tandasnya. (*/rus)

