pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Fokus Kembangkan Industri Kecil Dalam Lorong

Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta

MAKASSAR, BKM — Mengawali tahun 2022, berbagai program mulai dijalankan oleh semua organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar. Termasuk oleh Dinas Perdagangan.

Dari sejumlah program yang mulai dikerjakan Disdag Makassar, fokus utamanya adalah melakukan penataan dan pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM). Hal ini sebagai upaya mengeliatkan kembali ekonomi di tengah pandemi. Apalagi, program ini merupakan gagasan langsung dari Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Hj Fatmawati Rusdi.
Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Perdagangan Makassar Arlin Ariesta ketika menjadi tamu podcast di Studio Dua untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Selasa (4/1).
Arlin menjelaskan, selain tugas dan fungsi Dinas Perdagangan, yakni mempermudah perizinan untuk usaha dan industri, dan menstabilkan harga, juga pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19. “Kita juga fokus terhadap pemulihan ekonomi, yakni meningkatkan pengembangan industri kecil di Makassar,” ujarnya.
Ia kemudian menyebut program wali kota Makassar yang sesuai dengan hal itu, yakni lorong wisata. Disdag Makassar mulai merefresh ulang data pelaku usaha kecil maupun sedang untuk kemudian dilakukan pengembangan dan pembinaan.

“Salah satu langkah awal yang dilakukan untuk pemulihan ekonomi adalah data industri kecil kembali kita updating,” imbuhnya.
“Rencana kerja kita tetap berjalan. Seperti sekarang ini berlanjut pembinaan industri kecil menengah, seperti usaha kerajinan perak, pengolahan markisa, rajutan benang, industri kulit. Itu kita arahkan untuk pengembangan terkait daya tarik wisata,” tambahnya.
Mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) Kota Makassar ini menuturkan, kerajinan industri kecil di kota Makassar memiliki potensi besar untuk bisa bersaing dengan produk produk dari luar. Tergantung pola pengembangan dan kualitas produk hasil IKM tersebut.
“Contohnya kerajinan industri perak di Makassar yang belum terlalu dikenal. Padahal industri ini sangat besar potensinya untuk menjadi daya tarik wisata. Kita berharap industri perak Makassar juga bisa bersaing secara luas hingga ke mancanegara,” tuturnya.
Paling tidak, tambah Arlin, kota Makassar sebagai daerah destinasi wisata bisa menarik minat pengunjung dari luar sehingga dapat berbelanja produk industri yang sudah ada. Hal ini tentunya berdampak juga terhadap peningkatan PAD. Disdag juga akan memetakan kawasan industri kerajinan, kuliner dan wisata.
Untuk izin investasi di Kota Makassar, khususnya usaha menengah, diakui sangat terdampak pandemi covid-19. Di awal pandemi permintaan perizinan untuk usaha terbilang sepi. Nanti di tahun 2021 mulai masuk permintaan perizinan seperti usaha waralaba. Bahkan sudah ada belasan usaha waralaba yang meminta izin.
Terkait dengan problematika gudang dalam kota yang belum juga pindah ke kawasan pergudangan sesuai Perwali 93/2005 tentang Pergudangan Dalam Kota, pihaknya akan terus memonitoring keberadaan gudang dalam kota. Termasuk mengatur aktivitas ekspedisi agar tidak mengganggu ketenteraman warga dan pengguna jalan.
“Ini memang yang perlu ditertibkan. Karena kadang ada pemilik usaha yang nakal. Dia mengaku hanya toko, ternyata juga menyimpan barang dengan jumlah banyak layaknya gudang. Saya juga akan tertibkan personel di Disdag agar tidak ada ”permainan” orang dalam dengan pelaku usaha,” tegasnya. (war)




×


Fokus Kembangkan Industri Kecil Dalam Lorong

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link