pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Cegah Kebocoran Pajak, Hotel-Restoran Dipasangi CCTV

MAKASSAR, BKM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar harus bekerja keras untuk memenuhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai target yang telah ditetapkan. Tahun ini jumlahnya mencapai Rp2 triliun. Terbagi atas penerimaan dari sektor pajak sebesar Rp1,6 triliun dan retribusi Rp400 miliar.
Khusus untuk memenuhi target di sektor pajak, selain mencari sektor pajak baru, Bapenda akan melakukan sejumlah inovasi. Kepala Bapenda Kota Makassar Firman Pagarra menerangkan, sesuai keinginan wali kota, pihaknya bakal memasang CCTV (Closed Circuit Television) di ruang-ruang usaha, khususnya hotel dan restoran untuk melihat potensi pajak yang bisa diterima.
“Pak Wali bilang akan menggunakan CCTV. Kami akan menuju ke arah situ. Akan dipasangi CCTV untuk memantau jumlah pengunjung,” ungkap Firman belum lama ini.
Dia melanjutkan, jika dari pantauan CCTV dirasakan ada kejanggalan, misalnya tamu atau pengunjung yang datang di salah satu tempat usaha cukup banyak namun pajak yang disetor kecil, akan menjadi bahan evaluasi bagi Bapenda. Pihaknya akan menurunkan tim, termasuk Laskar Pelangi yang bertugas di Bapenda untuk melakukan pemeriksaan di lokasi yang dicurigai.

“Jika ada terjadi kejanggalan mengenai potensi dan beberapa yang harus mereka bayarkan, di sinilah kami akan menurunkan tim-tim, termasuk Laskar Pelangi untuk mengevaluasi potensi-potensi (pajak) yang mereka miliki,” tegas Firman.
Selain itu, lanjut dia, Bapenda juga intens akan melakukan assesment terhadap pelaku usaha. Khususnya terhadap hotel dan restoran. “Kita juga akan menurunkan tim melakukan asesment, untuk mensinkronkan potensi dari wajib pajak. Ini akan kami maksimalkan,” jelasnya
Khusus untuk pemasangan CCTV di tempat-tempat usaha akan dilakukan dalam waktu dekat. “Untuk tahap awal, tidak semua usaha kita pasangi CCTV. Mungkin beberapa dulu yang memiliki potensi besar,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohamad Ramdhan Pomanto menjelaskan, melihat potensi yang cukup besar, PAD dari pajak dan retribusi tahun ini bisa menembus Rp2 triliun. Selain menuntut Bapenda untuk memaksimalkan kinerja demi pendapatan yang lebih besar, rencananya Danny akan melibatkan RT/RW dalam penarikan pajak.
Jika selama ini dilakukan penarikan berdasarkan jenis pajak dan retribusi, ke depan Danny mengambil kebijakan berdasarkan basis wilayah. Namun sebelumnya, orang nomor satu Makassar itu akan meresetting terlebih dahulu RT/RW yang ada saat ini. Alasannya, dia membutuhkan orang-orang yang tidak malas, loyal, dan berdedikasi.
“Jadi saya ambil kebijakan dalam sistem perpajakan. RT/RW akan menjadi bagian yang penting dari pendapatan Kota Makassar. Nantinya, sistem perpajakan kita bukan lagi berbasis jenisnya, tapi berbasis wilayah, ” ungkap Danny belum lama ini.
Dia menilai peran RT/RW sangat penting karena mereka yang paling tahu situasi dan kondisi di wilayah masing-masing. Nantinya, salah satu indikator kinerja RT/RW yang dinilai untuk mendapatkan insentif adalah seberapa besar peranannya dalam memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak daerah. (rhm)




×


Cegah Kebocoran Pajak, Hotel-Restoran Dipasangi CCTV

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link