pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemain Lokal Berani Menantang Penyedia Internet Nasional

AM Zulkarnaen Eka Putra, Dirut PT Citra Prima Media

BISNIS jasa penyedia internet kian ketat. Perusahan berskala nasional masuk hingga ke pelosok negeri. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat pengusaha lokal untuk ikut berkompetisi. Seperti yang dilakukan PT Citra Prima Media.

SEJAK 2003 lalu perusahaan yang dirintis Andi Rahman Halid ini hadir di Makassar. Setelah ia berpulang, usaha tersebut dilanjutkan oleh generasi kedua. AM Zulkarnaen Eka Putra kini menjadi direktur utama di perusahaan yang telah dibesarkan oleh ayahnya itu.
Hadir di studio podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, pria yang akrab disapa Icul ini menjelaskan bahwa PT Citra Prima Media awalnya menyediakan layanan televisi berlangganan. Saat ini TV kabel yang menyediakan layanan hiburan ini memiliki pelanggan hingga belasan ribu di Kota Makassar.
Ketika pandemi covid-19 melanda, Icul sebagai pemimpin perusahaan mendangkap peluang baru pada jasa pelayanan internet rumah. ”Tahun 2021 kita buka layanan baru Prima Home. Ini layanan internet rumah untuk warga Makassar dan sekitarnya. Walau baru kurang lebih setahun, minat masyarakat pelanggan terus bertambah. Kami menjadi satu-satunya brand lokal yang mendapat kepercayaan dari masyarakat. Juga satu-satunya pemain lokal yang terjun di industri internet, bersaing dengan pemain nasional,” terang Icul.
Sejak awal, diakui Icul, perusahaan yang dipimpinnya dianggap sebagai pemain besar di tingkat lokal pada skop Makassar. Bahkan dijadikan sebagai pedoman dan acuan bagi TV kabel lain yang ada di daerah. Karena berani menantang pemain nasional, bersaing dan bertahan hingga masih ada sampai sekarang.
Setelah lama dalam persaingan, akhirnya datang ajakan untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Mereka kemudian bermitra melalui banyak skema kerja sama. ”Prinsipnya adalah dengan berkolaborasi kita bisa tumbuh bersama. Saat ini sudah ada beberapa operator besar yang bekerja sama dengan kita,” imbuhnya.
Ditanya alasannya kenapa sampai berani membuka usaha baru penyedia jasa layanan internet rumahan, sementaar sudah banyak yang melakukannya, Icul memberi jawaban. ”Pertama kami melihat peluang di tengah pandemi. Tujuannya adalah untuk membantu pelanggan TV kabel kami yang mengalami masalah kuota. Ketika itu kan WFH (work from home/bekerja dari rumah). Anak sekolah juga belajar secara daring. Banyak dari mereka yang berkeluh kesah, lebih butuh internet dibandingkan TV. Kami mencoba menangkap peluang itu, dengan memberanikan diri terjun ke industri penyedai jasa internet,” terang Icul lagi.
Pengalaman 17 tahun memberi layanan TV kabel kepada pelanggan, diakui Icul telah tercipta kepercayaan. Selain itu, akan ada kebanggaan bagi masyarakat Makassar menggunakan produk lokal.
”Kami tawarkan paket Prima Vision dan Prima Home. Keunggulan Prima Home, sudah ada basis pelanggan yang bisa diajak untuk disasar beralih ke internet. Kedua, dari segi harga. Kami tawarkan 40 persen lebih murah dari operator besar yang ada di Makassar. Kok bisa harganya seperti itu? Karena tujuan kami adalah menyediakan internet yang berkualitas, murah dan ramah di kantong masyarakat, dan cepat,” jelasnya.

Soal servis terhadap pelanggan yang banyak dipersoalkan, Icul ternyata punya triknya. Ketika ada komplain langsung dikomunikasikan. SOP paling lambat 1×24 jam dilakukan perbaikan. Jika ada yang lebih dari batas waktu yang diberikan, langsung diberikan kompensasi berupa tambahan waktu. Dengan begitu, pelanggan tidak merasa dirugikan.
Diakui Icul, bisnis internet di Makassar masih terus tumbuh karena menjadi kebutuhan utama masyarakat. Ia kemudian menganalogikan, ketika berbincang keluarga dan teman-teman, hanya ada dua yang mereka lakukan. Kalau bukan merokok bersama, mereka pegang gawai masing-masing. Kebiasaan ini membuat mereka menghabiskan waktunya di dunia digital, sehingga butuh internet untuk memfasilitasi.
Selain di Makassar, Icul yang memiliki latar belakang pendidikan S1 Ekonomi Akuntansi dan S2 Bidang Bisnis di Nottingham Univesity, Inggris ini menyebut sejumlah daerah lain di pulau Jawa.

”Sebenarnya kalau secara nasional, Prima Home sudah dua tahun. Awalnya di Kota Depok, Jawa Barat. Setelah itu Subang dan Purwakarta. Selanjutnya, Makassar dan Gowa. Lalu di Kudus, Jawa Tengah,” ungkapnya.
Ketika memulai usaha yang baru ini, Icul mengaku turun langsung ke lapangan. Mulai dari mengurus perizinan, penarikan jaringan, pemasangan tiang, bahkan menawarkan produk. Hal itu dilakukannya untuk mengetahui respons masyarakat ketika melihat produk yang ditawarkan, dan membandingkannya dengan operator sebelumnya. Dengan begitu, ada feedback untuk dijadikan bahan evaluasi. (*/rus)




×


Pemain Lokal Berani Menantang Penyedia Internet Nasional

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link