pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kandidat Capres Berlomba Garap Basis Dukungan di Sulsel

MAKASSAR, BKM — Tim relawan bakal calon presiden dan wakil presiden terus bertambah di Sulawesi Selatan. Selama ini yang telah terbentuk hanya tujuh hingga delapan tim.

Masing-masing untuk Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Sandiaga R Uno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Jumlah itu kini bertambah dengan masuknya tim pemenangan untuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir. Sementara untuk tim atau relawan untuk Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan politisi PDIP yang Ketua DPR RI Puan Maharani belum terdengar keberadaannya di Sulsel.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr Luhur A Prianto, menilai sebagai basis pemilih terbesar di luar Jawa, posisi politik Sulsel cukup strategis di lanskap politik Pilpres 2024. “Wajar saja kalau para kandidat capres ini berlomba membangun basis dukungannya di Sulsel,” ujarnya, kemarin.
Meski demikian, menurutnya, perlu stamina panjang menghadapi kontestasi pilpres. Apalagi secara nasional, konstelasi politik masih dinamis.
“Belum ada format koalisi partai politik yang mengusung resmi pasangan capres-wawapres 2024. Meskipun demikian, gerak cepat membangun basis dukungan tidak selalu menguntungkan. Dalam hal membangun dukungan, pemilih akan mempertimbangkan kredibilitas tim pemenangan yang bekerja. Tim pemenangan menjadi representasi dari gagasan dan kepentingan calon yang dukung. Apakah dukungannya berbasis idealisme untuk calon atau berdasar interest politik pribadi tim pemenangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, publik pemilih juga masih akan mencermati gerakan-gerakan politik oleh tim pemenangan. Termasuk profil, rekam jejak, afiliasi, kendaraan politik dan kecederungan sikap politiknya menjelang Pemilu 2024.
Pengamat politik lainnya, Dr Alam Tauhid Syukur juga perpendapat sama bahwa tahun 2022, 2023 dan 2024 adalah tahun-tahun politik berupa kerja-kerja elektoral bagi para bakal calon untuk Pilpres 2024.
Sedangkan Dr Ali Armunanto menilai hal ini karena Sulsel memang daaerah yang sangat diperhitungkan di luar Jawa. Bukan hanya dari jumlah pemilihnya, namun juga jaringan pemilih diaspora dari Sulawesi yang begitu kuat dan solid seperti KKS. Belum lagi kiprah para elite di level nasional yang juga memiliki sepak terjang yang tidak bisa diremehkan.
“Di sisi lain, Sulsel juga merupakan gerbang utama kawasan Indonesia timur yang menjadikan Sulawesi Selatan menjadi wilayah yang sangat strategis dalam konteks geopolitik,” ucap Ali Armunanto.
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia Suwadi Idris Amir menilai jika Sulsel sebagai pintu perpolitikan Indonesia timur (Intim) membuat seksi digarap capres dan cawapres. Sebab daerah ini bisa memengaruhi provinsi lain di Intim. “Jadi sangat wajar jika figur-figur dari Jawa dan Sumatra menjadikan Sulsel prioritas utama dalam kerja-kerja politik di kawasan intim,”ujar Suwadi.
Terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Darmawangsyah Muin mempersilakan siapa saja untuk masuk dan membentuk tim atau relawan di Sulsel. “Kita persilakan saja. Toh semua adalah putra putri terbaik negeri ini. Namun yang jelas, kami di Gerindra tetap semangat membara untuk memperjuangkan Prabowo Subianto hingga jadi presiden. Saya bersama Andi Iwan Darmawan Aras serta seluruh kader akan memperlebar sayap partai dan relawan untuk meningkatkan persentase kemenangan Prabowo di Sulsel untuk 2024,” tegas wakil ketua DPRD Sulsel, Rabu (12/1).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel Azhar Arsyad mengaku bersyukur dengan masuknya tim serta relawan kandidat capres di Sulsel. “Alhamdulillah, ini artinya masyarakat disuguhi pilihan-pilihan dan ada kesempatan buat mereka untuk tracking calon-calon pemimpinnya, dari pada hanya pencitraan di media saja karena nanti akan seperti membeli kucing dalam karung,” ucap ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel ini.
Wakil Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sri Rahmi juga tak mempersoalkan. ”Silakan saja melakukan sosialisasi. Ini negara demokrasi. Semua calon harus memperhatikan adab, persatuan dan kesatuan di atas segalanya,” kata perempuan yang juga ketua Komisi C DPRD Sulsel ini.

Hal sama disampaikan Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Andi Irwandi Natsir. Menurut Irwandi, setiap anak bangsa yang merasa punya peluang dan kemampuan untuk bertarung sebagai capres pada momentum 2024 nanti tentu terus berupaya untuk merapikan tim ataupun membuat struktur pemenangan sampai pada level terbawah.
“Karena hanya infrastruktur politik solid dan kompak yang memberikan harapan bagi kandidat untuk memenangkan pertarungan. Apalagi anak muda sekelas Erick Thohir yang juga orang dekat sekaligus tim pemenangan Presiden Jokowi, tentu memahami betul bahwa hanya dengan infrastruktur yang lengkap dan solid pertarungan ke depan bisa dimenangkan,” jelas Irwandi yang tercatat sudah dua periode menjadi anggota DPRD Sulsel. (rif)




×


Kandidat Capres Berlomba Garap Basis Dukungan di Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link