MAKASSAR, BKM–Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Airlangga Hartarto, meminta alumni pendidikan Golkar Institute mendorong transformasi digital yang inklusif.
Hal itu disampaikan Airlangga saat memberikan sambutan pada dialog publik ‘Transformasi Digital yang Inklusif, Salah Satu Prioritas Presidensi Indonesia di G20’ dalam rangka pembukaan executive education program for young political leaders 5, di Ruang Learning Management System (LMS) Golkar Institute, Kantor DPP Partai Golkar, Senin (24/1).
“Lulusan Golkar Institute harus mengambil peran-peran kunci untuk mewujudkan transformasi digital yang inklusif. Pemimpin politik muda Indonesia hasil lulusan Golkar Institute harus bisa meningkatkan kualitas politik dengan diskursus yang jujur, berkualitas, dan berdasarkan data dan fakta. Para peserta pendidikan Golkar Institute perlu berkomitmen untuk menjadi garda terdepan untuk memerangi hoaks atau berita-berita bohong yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, dan membuat politik kita tidak sehat,”ujar Airlangga sebagai mana rilis yang dikirim Selasa (25/1).
Menurut Airlangga, salah satu tema pada Presidensi G20 adalah pemanfaatan transformasi digital untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan mengangkat tema ini, menandakan bahwa Partai Golkar memiliki wawasan global.
“Saya menyambut baik inisiatif Golkar Institute yang konsisten mengangkat tema G20 dalam Executive Education Program for Young Political Leaders. Ini menandakan Partai Golkar berwawasan internasional dan memandang penting agar pemimpin politik muda Indonesia juga memiliki wawasan global dalam mengangkat berbagai kepentingan bangsa.”ucapnya.
Ada tiga tema yang menjadi prioritas presidensi Indonesia di G20 yakni perbaikan sistem kesehatan global, transisi menuju sumber-sumber energi yang lebih bersih dan pemanfaatan transformasi digital untuk kesejahteraan masyarakat.
Dialog publik ini menghadirkan narasumber Jhonny G. Plate yang juga Menteri Komunikasi dan Informasi, Meutya Viada Hafid yang kini tercatat sebagai Ketua Komisi I DPR RI, Yose Rizal Damuri Direktur Eksekutif CSIS serta Willson Cuaca yang juga Co-Founder East Ventures.

