MAKASSAR, BKM– Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa,MSc terpilih untuk menakhodai Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2022-2026. Ia berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan yang dilaksanakan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas, Kamis (27/1) di Ruang Rapat Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas.
Prof JJ –begitu Prof Jamaluddin Jompa biasa disapa– meraih 11 suara atau 44 persen dari 17 anggota MWA yang menyalurkan hak pilihnya. Dua calon lainnya, masing-masing Prof dr Budu memperoleh sembilan suara atau 36 persen, dan Prof Dr Farida Patittingi mendapat lima suara atau 20 persen.
Danny: Sahabat Baik Saya Sejak Dulu, Kuat di Luar Negeri
Seluruh anggota MWA yang berjumlah 19 orang menghadiri rapat ini. Yakni Ketua IKA Unhas HM Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yang diwakili oleh Kepala Biro SDM Dyah Ismayanti, Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi SelatanAndi Sudirman Sulaiman, Prof Dr drg Chairul Tanjung dan Sofyan Wanandi (tokoh masyarakat), Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, ketua Senat Akademik, serta anggota MWA lainnya.
Turut hadir pula rektor Unhas pada masanya, seperti Prof Dr Basri Hasanuddin dan Prof Dr dr Idrus A Paturusi, para wakil rektor, dekan, dan pimpinan lembaga di lingkup Unhas. Rapat yang dipimpin Ketua MWA Unhas Komjen Pol (Purn) Drs Dr (HC) Sjafruddin juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal Youtube Unhas.
Prosesi pemilihan diawali dengan pemaparan kertas kerja oleh masing-masing calon rektor. Kemudian dilanjutkan dengan pendalaman oleh anggota MWA. Pemaparan kertas kerja dipandu oleh Prof dr Irawan Jusuf,PhD selaku moderator.
Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pemungutan suara. Diawali dengan penjelasan tentang tata tertib pemungutan suara oleh Prof Dr Indriyanti Sudirman. Kesempatan pemungutan suara pertama kali diberikan kepada Mendikbudristek yang diwakili oleh Kepala Biro SDM.
Sesuai ketentuan, Mendikbudristek memiliki bobot sebesar 35 persen dari jumlah total suara, atau setara dengan sembilan suara. Panitia menyerahkan sembilan lembar kertas suara kepada Dyah Ismayanti untuk selanjutnya memberikan suara pada masing-masing kertas suara secara tertutup.
Selanjutnya, anggota MWA yang memiliki masing-masing satu suara yang berjumlah 16 orang, memberikan suara satu demi satu.
Ketua MWA Unhas selanjutnya membacakan Berita Acara Hasil Pemungutan Suara dan Berita Acara Pengesahan.
Dalam sambutannya, ketua MWA Unhas mengatakan bahwa proses pemilihan telah berlangsung dengan sangat baik. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, dan kepada masing-masing calon rektor yang telah berikhtiar untuk membesarkan Universitas Hasanuddin.
“Hasil pemilihan ini adalah hasil yang obyektif, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Saya selalu mengatakan, kita akan memilih berdasarkan pemikiran dan hati nurani. Kepentingan dan perjuangan kita adalah membesarkan Unhas menjadi World Class University. Kita tidak memperjuangkan orang dan kelompok. Kepentingan kita adalah untuk masa depan Unhas,” kata Sjafruddin.
Pemilihan rektor Unhas Periode 2022-2026 merupakan tahap ketujuh dari seluruh rangkaian pemilihan. Tahapan terakhir, yaitu pelantikan rektor Unhas periode 2022-2026 dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 28 April 2022 oleh MWA.
Ditemui usai terpilih menjadi rektor Unhas, Prof JJ menyampaikan rasa syukurnya. ”Tentu saya merasa bersyukur kepada Allah Swt, karena diberi amanah, bukan karena mendapatkan jabatan. Karena diberi amanah dan dipercaya memimpin Unhas ke depan yang prosesnya cukup melelahkan, karena saya juga manusia biasa. Saya tidak membayangkan sebenarnya dari awal. Saya bilang bahwa saya sebenarnya belum siap, dan lebih siap jika tidak menang,” ungkapnya usai pemilihan.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas ini mengaku dirinya lebih mempersiapkan dirinya jika tidak menang dalam proses pemilihan. Bahkan saat proses pemaparan di hadapan anggota MWA hingga meraih suara terbanyak dalam pemunggutan suara, ia mengaku lebih gugup. Walau begitu, secepatnya Prof JJ akan belajar menjadi rektor Unhas.
“Saya tentu bilang dalam closing statement, saya adalah satu calon yang paling nervous. Untuk itu mulai sekarang harus belajar bagaimana menjadi rektor. Karena saya belum ada pengalaman menjadi rektor, sehingga saya harus rendah hati bahwa saya belajar dari Bu Rektor. Untuk langkah pertama, saya harus memastikan Unhas tetap berjalan sesuai dengan tupoksinya dan saya akan menjalankan delapan program saya,” terang pria kelahiran Takalar, 8 Maret 1967 ini.
Selain itu, ia juga memastikan akan menjalin komunikasi dengan calon rektor Unhas yang tidak terpilih. “Secara tegas saya katakan bahwa saya mengundang kepada dua calon rektor terbaik ini untuk bekerjasama. Dalam bentuk apa, nanti akan dibicarakan secara lanjut. Sebagai wakil rektor? Semua terbuka peluang,” jelasnya.
Calon rektor Prof Dr Farida Patittingi mengucapkan selamat kepada Prof JJ. Ia berharap Prof JJ bisa tetap membawa Unhas lebih baik hingga menuju world class university. “Saya ucapkan selamat kepada prof Jamaluddin atas amanah yang diberikan. Sekalipun tidak untuk saya, tapi saya telah mewakafkan diri saya untuk Indonesia lewat kampus Unhas,” katanya.
Hal senada disampaikan Prof Dr Budu. Sekalipun tidak terpilih sebagai rektor, namun ia merasa lebih tertantang untuk jauh lebih mengembangkan Unhas sesuai cita-cita Unhas selama ini.
“Saya merasa ini bukan akhir. Tentu rektor terpilih ini akan bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita Unhas. Saya juga akan memanfaatkan dan mengembangkan Unhas dan mendaya gunakan diri saya untuk mengantar Unhas ke cita-cita Unhas 2026. Terima kasih untuk seluruh civitas akademik Unhas,” ujarnya.
Rektor Unhas Prof Dwia Arie Tina Pulubuhu memberikan apresiasi terhadap rangkaian proses pelaksanaan pemilihan. Juga kepada calon rektor yang merupakan orang-orang terbaik nhas, karena telah bersaing dengan kompetitif.
“Saya sangat bangga, karena proses pemilihan rektor berlangsung sangat tenang dan suasana sangat kondusif. Semoga rektor baru ke depan bisa semakin membawa Unhas menjadi lebih baik, dan apa yang ada saat ini bisa dikembangkan sesuai dengan visi misi yang sudah dijabarkan ke kita semua,” tutupnya.
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan selamat atas terpilihnya Prof JJ menjadi rektor Unhas. “Selamat bekerja kepada Bapak Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa,MSc yang telah meraih suara terbanyak. Semoga mendapat keridhoan dan petunjuk dari Allah Swt dalam menjalankan amanah untuk Unhas lebih baik,” katanya usai mengikuti pemilihan.
Andi Sudirman juga mengapresiasi pelaksanaan pemilihan rektor dan menilai prosesnya telah menunjukkan pelaksanaan demokrasi yang berjalan dengan baik. Ia berharap dibawah kepemimpinan rektor yang baru, Unhas dapat semakin maju dan berkembang, serta menjadi kampus yang bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Harapan kita tentu ke depan Unhas jauh lebih baik. Di bawah kepemimpinan baru, Unhas bisa terus maju dan berkembang, dan yang pasti semakin banyak menciptakan SDM yang berkualitas,” tandasnya.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Prof JJ. “Di bawah kepemimpinan Prof JJ, kita berharap Unhas akan lebih maju dan jaya. Orientasinya nanti bukan hanya dalam negeri, tapi juga luar negeri karena beliau kuat di luar negeri. Di dalam negeri beliau juga cukup kuat di desa-desa, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar. Insyaallah Unhas akan lebih inklusif. Jauh lebih inklusif,” kata Danny saat dihubungi via telepon, Kamis (27/1).
Danny mengaku, Prof JJ itu sahabat baiknya sejak dulu. Malah, tim Prof JJ dekat dengannya. “Kami bertiga sama-sama dosen muda dulu. Jadi JJ, saya dan Pak Sapri. Tapi beliau sudah pensiun. Saya bertiga itu. Cukup akrab dengan Pak JJ. Teman-teman rata-rata teman Australia. Itu sering kita saling share. Secara personal saya dekat, kawan dekat saya. Saya ikuti semua,” ujarnya.
Pof JJ memiliki pengalaman yang panjang dan kaya dalam biologi terumbu karang dan ekologi pesisir. Termasuk bekerja dengan masyarakat pesisir. Sejumlah posisi strategis yang pernah dijabat, di antaranya Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Universitas Hasanuddin, Ketua Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Komite Koordinasi Nasional CTI dan lainnya. (ita-jun)

