TAKALAR, BKM–Bupati Takalar Syamsari Kitta menyampaikan permintaan maaf, sekaligus berpamitan karena masa jabatannya sebagai bupati tidak lama lagi berakhir.
Pamitan Syamsari Kitta disampaikan saat menghadiri peringatan hari lahir Nahdatul Ulama (NU) ke- 96 tahun yang diselenggarakan di Gedung Islamic Centre, Takalar, Senin (31/1).
“Melalui momentum HUT Nahdatul Ulama ini, saya ingin pamit dari Takalar untuk maju sebagai calon anggota DPR RI nantinya, sehingga meminta restu dan dukungan kepada hadirin semua,”ujar Syamsari Kitta.
Dihadapan ratusan kader NU dan sejumlah pimpinan OPD lingkup pemkab Takalar, Syamsari juga menyampaikan bahwa dari dulu hingga saat ini, NU punya banyak kader yang memiliki posisi strategis, baik dalam pemerintahan maupun diluar pemerintahan.
“Sudah 12 ribu lebih sekolah dibawah naungan NU, yang artinya NU mengedepankan literasi. Maka tidak heran jika NU memiliki kader yang mempunyai peran strategis baik didalam pemerintahan maupun diluar pemerintahan,”puji Syamsari Kitta yang tak lain adalah Ketua DPW Partai Gelora Sulsel ini.
Seiring jalannya waktu menuju tahun politik 2024 mendatang, sejumlah nama yang tak asing lagi bagi masyarakat Takalar mulai menggeliat sebagai bakal calon bupati. Mereka diantaranya, H Burhanuddin Baharuddin, H Ahmad Daeng Se’ re, Fahruddin Rangga, H Ahmad Daeng Tonang, Hengky Yasin, Faizal Amir dan Firdaus Manye.
Hingga saat ini publik maupun pendukung bupati masih meraba raba, siapa yang akan meneruskan kepemimpinannya sebagai bupati periode 2024 – 2029.
“Kita belum tau siapa yang akan dimandat atau diamanahkan melanjutkan kepemimpinan beliau 9Syamsari) sebagai calon Bupati Takalar, karena sampai saat bupati tidak pernah membahas siapa calon penerusnya,”kata Amiruddin Kio salah satu pendukung SK – HD, pada pilkada lalu. (ira/rif/c)

