pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dokter Gigi Kini Bisa Buat Bola Mata Palsu

Kaprodi Pendidikan Spesialis Prostodonsia FKG Unhas, drg Irfan Dammar, Sp.Pros(K)

JIKA menyebut dokter gigi, yang ada di benak kita selama ini adalah mereka bergelut dengan urusan gigi dan mulut. Membuat gigi palsu, mencabut gigi, dan aktivitas terkait mulut lainnya. Ternyata di kekinian tak lagi sesempit itu. Jangkauan dokter gigi kian luas.

KEILMUAN kedokteran gigi memiliki sejumlah spesifikasi khusus. Ada keahlian tersendiri yang dimiliki di era spesialisasi. Salah satunya adalah prostodonsia. Spesialisasinya lebih banyak ke prostetik.
”Semua material yang dimasukkan dari luar dan disematkan ke dalam tubuh itu disebut protesa. Bahasanya di masyarakat, protesa adalah tiruan. Kalau dulunya yang dibuat gigi tiruan, sekarang keahlina dokter gigi meningkat. Bukan hanya gigi, tapi juga protesa yang disematkan ke rahang dan wajah,” terang drg Irfan Dammar,Sp.Pros (K) ketika menjadi narasumber dalam siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Rabu (2/2). Ia adalah ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Spesialis Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddn (Unhas).
Pria kelahiran Sengkang, 30 Juni 1977 ini menyebut dokter gigi dengan spesialisasi prostodonsia memiliki kompetensi membuat wajah palsu, hidung palsu, telinga palsu, dan mata palsu. Apakah tidak sama dengan dokter bedah plastik? Irfan Dammar menegaskan bahwa di antara keduanya berbeda.
”Kalau dokter bedah plastik bekerja di jaringan hidup. Sementara yang prostodonsia di material yang tidak hidup. Material yang diambil dari luar baru direhabilitasi, lalu dipasang ke rongga-rongga yang sudah hilang sebelumnya. Jadi lebih kepada estetikanya,” jelasnya.
Diakui drg Irfan, angka penanganan pasien yang kehilangan mata di Makassar cukup tinggi. Bahkan setiap ada saja yang ditangani. Selama ini pihaknya bekerja sama dengan Departemen Mata Unhas. Bila pasien mata telah menjalani operasi, selanjutnya dikirim ke spesialis prostodonsia untuk direhabilitasi dan membuat protesa bola matanya.
”Sebenarnya mata protesa ini sudah tidak bisa lagi dari segi fungsional. Namun untuk segi estetikanya, masih tampak matanya. Dan inilah yang membangkitkan rasa percaya diri pasien yang sudah kehilangan bola mata. Biasanya kan kalau sudah keholangan bola mata mereka mulai minder dari pergaualan. Untuk itu kita berusaha membangkitkan semangat hidup mereka, bahwa dengan bola mata protesa ini tidak ada yang berbeda. Hanya fungsionalnya saja,” tandas Irfan.
Bagi yang hendak mendapat pelayanan prostodonsia, menutur drg Irfan, bisa datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unhas yang ada di Jalan Kandea, Makassar. Beberapa keahlian kedokteran gigi ada di dalamnya. Yang tidak punya bola mata bisa direhabilitasi di sana.
”RS Gigi dan Mulut ini milik pemerintah. Sehingga dari segi finansial (biaya) lebih rendah dibanding yang lain. Untuk satu bola mata protesa biayanya Rp2 juta sampai Rp2,5 juta,” jelas Irfan.

Disebutkan drg Irfan, bola mata protesa dua. Ada yang diproduksi pabrikan, ada yang custom. Yang lebih banyak beredar adalah produksi pabrikan. Barangnya diimpor dalam bentuk jadi, sehingga tinggal dicocok-cocokkan saja setelah dioperasi. Harganya di kisaran Rp9 juta hingga Rp10 juta.
”Bola mata protesa pabrikan ini belum tentu pas dengan rongga yang tersedia. Biasanya juga tidak presisi dan tidak tertutup rapat, sehingga rawan tertimbun bakteri. Sementara kalau yang custom, ibaratnya langsung dicetak di rongga mata pasien. Mata yang sudah dioperasi kemudian dicetak sesuai lubang, sehingga bisa lebih presisi dengan otot-otot dan lubang yang ada,” imbuhnya.

Dari penjelasan drg Irfan, terungkap bahwa kompetensi kedokteran gigi zaman sekarang lebih tinggi dari yang dipahami masyarakat umum. Karena itu dibutuhkan edukasi.
”Bola mata protesa ini bukan hal baru, tapi sudah sudah berkembang di luar negeri. Peralatan yang serba digital mengharuskan kita untuk beradaptasi. Metodenya komputerisasi. Tinggal ditembak itu bola mata yang sudah dioperasi, bola matanya lalu dicetak dan hasilnya keluar. Tidak lagi sistem manual,” terangnya.
Tidak dipungkiri bahwa selama ini bola mata protesa, khususnya custom yang dihasilkan prostodonsia jarang terekspose. Padahal ini sangat penting diketahui agar masyarakat ada pilihan. Tingkat kesempurnaan dan keamanannya lebih terjamin,” tandas drg Irfan.
Di bagian lain penjelasannya, Irfan menungkap satu program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bakti sosial (baksos) untuk pasien yang butuh protesa gigi tiruan. ”Sebelumnya kita jalan ke masyarakat di Makassar, khususnya Puskemas terkait kehilangan gigi dan dampaknya. Ternyata banyak masyarakat yang mengeluh karena kehilangan gigi. Sementara mereka tidak bisa ke fasilitas kesehatan karane masalah biaya,” terangnya.
Untuk pelaksanaan baksos ini ditargetkan bisa diikuti 200 pasien. Panitia juga mengincar bisa memecahkan rekor MuRI. Sebelumnya kegiatan serupa pernah dilaksanakan dengan peserta 120 pasien. (*/rus)




×


Dokter Gigi Kini Bisa Buat Bola Mata Palsu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link