MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto terkonfirmasi positif covid-19. Status orang nomor Makassar itu diketahui setelah melakukan swab PCR.
Melalui video yang beredar, Danny mengumumkan dirinya positif covid. Dia pun meminta orang-orang yang pernah kontak langsung dan berdekatan dengannya untuk segera melakukan tes.
Dia mengatakan, pada Minggu (6/2), dirinya mengalami demam dan keluhan berat (sakit) di tenggorakan. Danny pun berinisiatif untuk melakukan swab PCR. Hasilnya baru keluar Senin (7/2) malam, yang menyatakan dia positif covid-19.
“Hasilnya, Senin malam saya terkonfirmasi positif. Untuk itu izinkan saya menyampaikan kepada saudara-saudaraku yang bertemu tiga empat hari sebelumnya, agar melakukan testing. Baik di Puskesmas terdekat maupun secara mandiri,” ungkap Danny.
Diapun harus melewati proses isolasi mandiri hingga kondisinya fit dan hasil swab antigen menunjukkan statusnya sudah negatif covid.
Kendati harus beristirahat hingga sembuh, Danny memastikan pelayanan publik di Kota Makassar tetap berjalan dengan baik. Diapun mendelagasikan seluruh tugas dan tanggung jawab kepada Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi selama dirinya harus menjalani isolasi mandiri.
“Pelayanan publik Kota Makassar tetap berjalan dengan baik yang akan langsung dipimpin Ibu Wawali,” tambah Danny.
Danny tercatat sudah dua kali terkonfirmasi covid-19. Sebelumnya, dia juga terinveksi virus corona tidak lama setelah dirinya diumumkan sebagai pemenang pada pemilihan wali kota Makassar. Ketika itu Danny memilih untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya dan menjalan pengobatan secara intens, karena gejala covid yang dirasakan pada waktu itu cukup berat. “Mohon doanya semua agar kondisi ini bisa dilewati dengan baik,” katanya.
Dia juga mengimbau kepada seluruh warga untuk melengkapi vaksinasi covid-19 hingga ke tahap booster, karena diyakini bisa melawan dengan efektif virus korona.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin menjelaskan, Dinkes langsung gerak cepat melakukan tracing dan traking di kediaman pribadi Danny di Jalan Amirullah, begitu hasil pemeriksaan wali kota dinyatakan positif covid.
Sebanyak 35 orang yang selama ini banyak beraktifitas di rumah tersebut menjalani swab. Termasuk di dalamnya istri dan anak Danny, pegawai, protokol, hingga Satpol PP yang bertugas di kediaman Danny.
Hasilnya, kata dr Ida, satu orang pegawai terkonfirmasi positif. Sementara pemeriksaan swab seluruh keluarga wali kota dinyatakan negarif. “Semua negatif. Hanya satu terkonfirmasi positif. Itu saya kurang jelas siapa namanya,” ungkapnya.
Diapun menginstruksikan tenaga kesehatan (nakes) dari RSDU Daya standby di kediaman pribadi wali untuk terus memantau perkembangan kesehatan orang nomor satu Makassar itu. Selama melakukan isoman, secara tegas, dr Ida mengatakan wali kota tidak bisa ditemui secara langsung. Satpol PP secara ketat akan berjaga.
Dia menambahkan, kondisi kesehatan wali kota sejauh ini tidak mengkhawatirkan. Gejala yang dirasakan hanya sebatas flu ringan dan tenggorokan yang sakit.
“Kondisi Pak Wali Alhamdulillah baik- baik saja. Saturasi oksigennya di atas rata-rata, yakni antara 96 sampai 98. Semoga semakin membaik ke depan,” tambahnya.
Danny nantinya dipastikan sembuh dari covid-19 jika swab PCR dua kali berturut-turut hasilnya negatif. Dokter Ida mencurigai wali terpapar covid dari hasil kontak langsung dengan orang tanpa gejala. Tapi tidak bisa dipastikan dari mana Danny tertular, mengingat cukup banyak orang yang berinteraksi dengannya selama ini.
Lebih jauh dikemukakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan varian covid mana yang diderita wali kota. Jika memang probable varian omicron, maka pihaknya akan mengirim sampel ke Litbangkes. “Tidak semua sampel kita kirim ke Litbangkes. Hanya yang kita curigai betul,” tambahnya.
Karena dirinya juga sering melakukan interaksi dengan wali kota selama ini, dr Ida juga berinisiatif untuk melakukan swab PCR. “Terakhir saya ketemu Pak Wali Kota tiga hari lalu. Saya sudah PCR tadi (kemarin). Saya menunggu hasil ini,” tandas dr Ida.
Sementara itu, Dirut RS Daya Ahmad Ashari mengatakan, kecil kemungkinan Wali Kota Danny terpapar virus corona varian omicron. Alasannya, seseorang dicurigai omicron jika CT di bawah 30. Sementara saat diperiksa, CT Danny 33,7.
Merujuk pada indikator tersebut, sampel swab wali kota tidak dikirim ke Litbangkes. Karena yang menentukan seseorang terkonfirmasi varian omicron atau tidak, setelah ada proses pemeriksaan sampel dari Litbangkes.
“Jadi kita tidak kirim karena syarat untuk dicurigai omicron harus di bawah 30. Tidak memenuhi persyaratan, karena CT agak tinggi,” tandasnya. (rhm)

