pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jadwal Pileg Sempit, Sosialisasi Jangan Tradisional

MAKASSAR, BKM — Pemilu legislatif (pileg) akan dihelat 14 Februari 2024 mendatang. Artinya, kini menyisakan waktu yang singkat bagi belasan partai politik untuk melakukan konsolidasi dan sosialisasi agar dapat meraih simpati dari pemilih. Lantas seperti apa kesiapan para elite partai politik di Sulsel menghadapi pileg nanti?
Politisi Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe yang dimintai tanggapannya, mengaku jika semua partai tentu memiliki kesiapann. “Parpol itu siap atau tidak siap, kalau eventnya pileg pasti siap,” ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, Rabu (9/2).
Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin juga mengkau siap. “Saya yakin semua partai politik peserta pemilu pasti sudah mengantisipasi kondisi apapun yang akan terjadi,. Termasuk strategi dalam mengikuti mekanisme dan tahapannya walaupun waktu nya cukup pendek,” terangnya.

Meski demikian, Darmawangsyah Muin yang juga wakil ketua DPRD Sulsel menyadari bila hal ini adalah konsekwensi dari lambatnya penetapan pelaksanaan dari KPU yang mungkin dan adanya pandemi covid-19. “Tapi mudah-mudahan peserta pemilu tetap semangat untuk mengikuti dan melaksanakan pesta lima tahunan ini dengan menghadirkan para calon legislatif terbaik untuk rakyat pilih di semua tingkatan. Begitu juga kita berharap capres terbaik akan hadir 2024 untuk nantinya jadi presiden RI 2024-2029,” ucapnya.
Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel Andi Irwandi Natsir, mengemukakan bahwa bagi kader PAN, waktu yang ada sudah lebih dari cukup untuk melakukan sosialisasi pileg maupun pilpres “Kehadiran PAN di Indonesia sudah lebih dari 20 tahun sehingga relatif sudah dikenal, baik oleh masyarakat Indonesia. Tentu dari jadwal yang ada membuat kami mesti prepare lebih awal, agar segala agenda strategis partai bisa rampung sebelum hari H,” jelas Irwandi Natsir.

Anggota DPRD Sulsel dua periode ini menambahkan bahwa metode sosialisasi juga tidak mesti setradisional sebelumnya. “Platform media sosial sudah memberikan kami kemudahan untuk menjangkau pemilih secara lebih luas,” jelas mantan wakil ketua DPRD Bone ini.
Pemerhati politik dari PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus mengungkapkan bahwa kondisi parpol nyaris semua sama, yaitu kasipnya ruang untuk mensosialisasikan diri. Namun, bagi parpol lolos PT yang wakilnya ada di DPR saat ini tentu lebih ringan dibanding parpol baru.
“Mereka bisa memanfaatkan pergerakan kader yang duduk di legislatif lewat pola temu konstituen dan reses untuk menaikkan keterpilihan. Tetapi menurut saya, waktu yang sempit ini bukanlah masalah. Karena pemilih kita di pemilu 2024 masih akan didominasi oleh sikap pragmatisme dibanding kinerja parpol,” jelas Nurmal Idrus.

Mantan ketua KPU Makassar ini menambahkan bila pemilih masih akan menunggu hingga saat terakhir sebelum memberikan dukungannya ke sebuah parpol. Sehingga parpol dengan pundi-pundi finanssial besar tetap akan mendominasi dukungan.
Pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono, menjelaskan bila partai politik harusnya sudah lama mempersiapkan strategi dalam menyambut pileg dan pilpres 2024. Hanya saja parpol biasanya terlambat melakukan pemetaan dan pembenahan internal.
“Padahal idealnya parpol melakukan pembenahan dan pemetaan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan oleh KPU. Apalagi di arena pilpres, di mana parpol biasanya tidak memiliki kemampuan untuk mendorong kader terbaiknya sebagai calon pemimpin. Gambarannya semestinya jelas, evaluasi bagi parpol itu adalah lima tahun sebelumnya, untuk bisa mempersiapkan target lima tahun berikutnya,” ucap Arief Wicaksono. (rif)



×


Jadwal Pileg Sempit, Sosialisasi Jangan Tradisional

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link