pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Disdik Setop PTM, Danny: Tidak Ada Hubungannya Cuaca Buruk

MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulsel mengeluarkan peringatan dini terhadap cuaca ekstrem 20 hingga 23 Februari mendatang. Salah satu wilayah yang terdampak cuaca ekstrem adalah Kota Makassar. Sejumlah langkah mitigasi dipersiapkan Pemkot Makassar dalam menghadapi cuaca buruk tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyiapkan unit Reaksi Cepat (URC) atau carester di posko masing-masing. Khususnya di wilayah-wilayah rawan banjir, seperti blok 8 dan 10 Perumnas Antang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, terkait perkembangan terkini yang terjadi di lapangan langsung diteruskan ke war room BPBD yang berada di kawasan Lapangan Karebosi Makassar. Pihaknya sesegera mungkin menyiapkan langkah tindak lanjut jika terjadi bencana di lapangan.

Namun, dia merasa bersyukur karena cuaca ekstrem, khususnya hujan deras tidak terjadi siang hingga petang kemarin, sehingga potensi banjir di sejumlah lokasi yang rawan tidak terjadi. Kata Hendra, meski seharian intensitas hujan cukup bersahabat, namun debit air sungai Biringje’ne naik signifikan menggenangi pemukiman warga yang berlokasi di BTN Kodam 3, Biringkanaya, Senin (21/2) sekitar pukul 14.30 Wita.
“Terpantau Jalan Kotipa tergenang hingga setinggi mata kaki sampai betis orang dewasa. Terpantau kenaikan air 20 cm pada pukul 09.00 Wita. Namun Alhamdulillah belum ada warga yang mengungsi. Situasi aman dan terkendali,” ungkap Hendra.
Sementara itu, laporan dari Pos Carester Manggala, Blok 8 dan 10 Perumnas Antang terdapat genangan di Jalan Kecaping Raya Blok 8. Namun kondisinya berangsur-angsur surut.

“Alhamdulillah, hampir seluruh titik yang sebelumnya tergenang air, berangsur-angsur mulai surut karena intensitas hujan yang terjadi sepanjang siang hingga petang cukup ringan,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Makassar mengambil kebijakan untuk menyetop sementara proses pembelajaran tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim menerangkan pembelajaran tatap muka dihentikan selama tiga hari, 21-23 Februari.
“Ini dilakukan untuk menyikapi cuaca ekstrem yang melanda Makassar seperti peringatan dini yang dikeluarkan BMKG,” ungkap Muhyiddin, kemarin.
Proses belajar mengajar selanjutnya dilaksanakan secara online alias dalam jaringan (daring). “Mempertimbangkan kondisi dan keselamatan anak. Kami khawatir jika mereka mengalami bahaya saat perjalan ke sekolah akibat cuaca ekstrem,” tambah Muhyiddin.
Apalagi, lanjut dia, ada beberapa sekolah yang selalu menjadi langganan banjir jika hujan deras terjadi di Makassar. Bahkan, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi terjadi sejak Minggu (20/2), sejumlah sekolah dilaporkan sudah tergenang. Di antaranya SMP 19, SMP 26, SMP 21, SD Karunrung, SD di Biringkanaya, dan beberapa sekolah di daerah Manggala, Rappocini, dan Minasa Upa.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, sudah menjadi prosedur tetap (protap), jika ada peringatan dini dari BMKG terkait cuaca ekstrem, war room milik Pemkot Makassar siaga bencana. “Semua lini sudah dionkan otomatis. Termasuk recover center juga jadi bagian,” kata Danny saat dimintai keterangan, kemarin.

Dia mengaku terus memantau perkembangan yang terjadi di lapangan melalui media sosial. “Saya melihat di grup itu pelaporan-pelaporan bagaimana waduk, kanal-kanal, waduk Nipa-nipa, kondisi titik-titik yang rawan banjir, semua termonitor,” ungkap Danny.
Dia mengaku sebenarnya tidak terlalu khawatir pada hujan dibanding angin kencang. “Karena itu, saya berharap semua orang kalau pas hujan itu di rumah saja. Untungnya kita sekarang sudah ganti pohon, sehingga sisa pohon seperti trembesi, mahoni, agak rawan. Tapi kalau pohon ketapang kencana, hampir tidak terlihat dia tumbang,” kata Danny.
Selain angin kencang, dia juga khawatir dengan adanya korsleting atau arus pendek. Sehingga dia meminta semua orang tua memantau anaknya jika keluar hujan-hujanan.

“Jangan sampai dia (anak) pergi, ini kan rawan sekali. Tidak ditahu itu listrik yang kena angin ada yang putus, ada besi, kan tidak ketahuan. Itu yang saya cukup khawatir,” kata Danny.
Soal penghentian proses pembelajaran tatap muka untuk sementara waktu akibat cuaca buruk, Danny mengatakan tidak ada hubungannya. “Tidak ada hubungannya (PTM) dengan cuaca buruk. Cuaca buruk itu memang hanya untuk mengantisipasi jangan sampai itu pohon tumbang kena anak-anak,” jelasnya.
Kecuali jika terjadi bencana banjir yang terjadi seperti beberapa waktu lalu. Dia langsung menginstruksikan agar sekolah diliburkan. Harusnya, imbauan maupun surat edaran soal penghentian sementara PTM dikeluarkan Disdik lebih kepada mengantisipasi penularan covid-19 di sekolah. Apalagi Makassar ini sudah level 3 dan dia memperoleh laporan jika cukup banyak guru maupun peserta didik yang terpapar covid-19.
“Jadi mestinya menyangkut covid. Mekanismenya soal covid. Tidak ada hubungannya dengan cuaca buruk,” tandas Danny.
Dari pantauan BKM, genangan dan banjir terjadi di wilayah Buntusu, Blok AA Bumi Tamalanrea Permai (BTP) dan Kelurahan Katimbang. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa.

Di Kelurahan Tamalanrea Indah terdapat tiga titik yang jadi langganan banjir, yaitu di BTN Hamsy, BTN Antara, dan BTN Asal Mula. Kelurahan Buntusu BTP Blok AA, Kelurahan Kapasa di Birung Romang Baru, dan Biring Romang Belakang. Kampung Batu Doang, Kelurahan Bira di Kampung Mula Baru dan Jalan Lantebung Kampung Mattoanging, serta Gudang 30.
Lurah Buntusu Akmal mengaku sudah memantau dan melihat kondisi genangan dan banjir di wilayah, khususnya Buntusu Blok AA BTP. Di sana belum ada rumah yang tergenang. Air hanya menggenangi jalanan.

“Tidak seperti yang kemarin dan tidak ada rumah yang tergenang. Masih aman. Hanya di BTP Blok AA terdampak kiriman air dari Kelurahan Berua karena tempatnya rendah. Tapi kalau hujan sudah reda, air juga surut. Tidak sampai tergenang lama,” terangnya.
Namun sebagai bentuk antisipasi, pihaknya selalu dilakukan siap siaga dengan melaksanakan posko siaga banjir. Ia juga menyampaikan kepada seluruh RT dan RW yang ada Ki kelurahan Buntusu untuk tetap memperhatikan dan membersihkan drainase.
“Sudah dibersihkan drainasenya. Satgas drainase kelurahan juga selalu kita siap siaga melakukan pengerukan. Itu yang masih tergenang, karena tidak punya drainase. Tapi kalau sudah tidak hujan, surut lagi,” ujarnya. (rhm-ita)




×


Disdik Setop PTM, Danny: Tidak Ada Hubungannya Cuaca Buruk

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link