MENJADI seorang model bisa saja dimulai dari bidang yang lain. Dance misalnya. Amelya Rezky Malik melakoni hal itu. Hingga akhirnya ia mendulang sejumlah prestasi dari atas catwalk.
AMEL, begitu ia karib disapa. Usianya kini 19 tahun. Telah menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 8 Makassar Jurusan Kecantikan.
Dari dunia modeling, kini ia menyandang dua status sekaligus. Masing-masing sebagai Putri Indonesia Persahabatan 2022 dan Putri Indonesia Best Talent 2022. Ajang pemilihan dan penobatan tersebut berlangsung di bulan Desember tahun kemarin.
Menjadi tamu dalam siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Amel berkisah tentang perjalanan karirnya. Ia mulai naik panggung pada usia lima tahun. Pada ajang model pertama yang diikutinya, Amel memadukannya dengan dance.
Dari pengakuannya, bungsu empat bersaudara ini terjun ke dunia entertain karena turun temurun. Kakak tertuanya adalah seorang model.
”Awalnya saya suka dance. Bahkan bergabung ke agency. Tapi mama kemudian bilang kenapa tidak coba model. Apalagi kakak saya yang tua memang seorang model,” ungkap Amel.
Ketika duduk di bangku SMP, Amel sempat vakum dari dunia modeling. Hal itu terjadi karena ia lebih aktif di organisasi pramuka sekolahnya. Mamanya sempat heran kenapa memilih kegiatan tersebut. Akhirnya, saat di kelas III SMP ia kembali ke dunia model.
Kesukaan Amel pada dunia dance tidak terlepas dari aktivitas keseharian sang ibu. Sosok di balik kesuksesan Amel dan saudaranya itu ternyata seorang instruktur senam.
Ditanya tentang cita-cita, Amel menyebut profesi pramugari. Bahkan itu sudah diidamkannya sejak masa kecilnya. Karena kakak pertamanya pernah menjadi pramugari.
Setemat SMK, Amel berencana melanjutkan kuliah. Walau begitu, dunia modeling tak akan ditinggalkanya. Termasuk bersiap menerima endorse jika ada yang berkeinginan menggunakan jasanya.
Guna mendukung kegiatannya, Amel membuat dua akun Instagram. Satu untuk membagikan foto-foto setelah show. Satunya lagi untuk aktivitas kesehariannya.
Sebagai seorang milenial yang kini telah meraih prestasi, Amel mengajak para generasi muda untuk terus belajar dan jangan pernah menyerah. Termasuk tidak cepat puas dengan apa yang diraih.
”Masa muda menjadi waktu untuk mengembangkan potensi yang ada di diri kita, agar bisa berguna bagi diri sendiri, orang lain, keluarga dan masyarakat. Jangan pula pernah sombong,” ucapnya memberi pesan. (*/rus)

