pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Asa untuk ASS; Bangun Komunikasi dengan Kabupaten/Kota

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Kamis (10/3), Andi Sudirman Sulaiman akan dilantik sebagai gubernur Sulawesi Selatan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta. Ada banyak asa dan harapan dari warga, termasuk bupati/wali kota di Sulsel dengan pelantikan nakhoda baru Sulsel itu.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto misalnya, ia berharap Sulsel harus semakin baik dari sebelum-sebelumnya. “Kan sebelumnya banyak hal-hal yang membuat kabupaten/kota itu tidak terkoodinasi dengan baik,” ujarnya, kemarin.
Dia mengatakan, kemampuan setiap daerah berbeda-beda sehingga bentuk komunikasi dan koordinasi juga harus disesuaikan. “Koordinasi yang baik dengan kemampuan berbeda-beda di kabupaten/kota sehingga bisa terakumulasi dengan baik fungsi dan peran provinsi, agar Sulsel bisa lebih maju. Karena yang punya wilayah itu kan pemerintah kabupaten/kota. Jadi saya berharap dan saya yakin itu Pak Sudirman bisa,” terangnya.
Jika koordinasi dan komunikasi berjalan dengan baik, lanjut Danny, kerja sama antara provinsi dan daerah sudah pasti berjalan dengan baik. Lebih jauh dikemukakan, jika sebelumnya Pemkot Makassar menolak bantuan keuangan daerah yang digelontorkan provinsi, namun dengan dilantiknya Andi Sudirman Sulaiman sebagai gubernur Sulsel secara definitif, tidak menutup kemungkinan peluang tersebut ditangkap oleh Pemkot Makassar.
“Kemarin, waktu zaman sebelumnya, kita ditawarkan (bantuan keuangan daerah) sekitar Rp60 miliar. Saya tidak mau karena saya tahu banyak masalahnya nantinya. Saya tidak mau. Jadi bukan tidak mau dikasih. Saya (memang) tidak mau. Untuk kemarin ya. Saya tidak tahu kalau (masanya) Andi Sudirman Sulaiman nanti,” tandasnya.
Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, berharap pemimpin baru membawa harapan baru dalam memajukan dan sejahterakan rakyat Sulsel. ”Terima kasih kepada gubernur Sulsel yang baru sudah mewujudkan pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Diakui Theo, gubernur Andi Sudirman Sulaiman memiliki kepribadian yang sederhana. Ia dinilai mampu memajukan Sulsel.

Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) punya harapan Sulsel semakin maju dengan hadirnya gubernur yang baru. Juga membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
”Tetap membangun komunikasi dengan kabupaten/kota dalam melahirkan program-program unggulan demi kesejahteraan masyarakat Sulsel

secara umum, dan lebih khusus bagi masyarakat Sinjai,” imbuhnya.
Andi Sudirman telah menjabat sebagai Plt Gubernur Sulsel setahun lebih. Ia diamanahi jabatan itu sejak 1 Maret 2021. Pengamat politik pemerintahan Arief Wicaksono mengatakan, Andi Sudirman telah mencerminkan sistem pemerintahan yang clean dan good governance. Kata dia, semangat pemerintahan yang efektif, efisien dan profesional ingin dicapai oleh ASS.
Pengamat politik dan pemerintahan dari UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menyampaikan apresiasinya terhadap kerja-kerja Plt Gubernur Sulsel selama ini. “Beliau dikenal dengan religius. Ya, sisa bagaimana komitmen plt ini mampu dijalankan dengan baik oleh bawahannya. Karena penerapan sistem pemerintahan good dan clean government butuh implementasi dengan baik,” ujar Firdaus Muhammad beberapa waktu lalu.

Ini yang Dilakukan ASS

Selama setahun diserahi amanah sebagai Plt Gubernur, sejumlah upaya telah dilakukannya. Seperti menuntaskan persoalan utang. Berkat kegigihannya, Andi Sudirman mampu menyelesaikan permasalahan utang tahun anggaran 2020 yang nilainya hampir Rp1 triliun.Dengan kondisi tahun anggaran yang berjalan, ia mampu mengimbangi dengan kondisi keuangan yang mengalami refocusing akibat pandemi covid-19.
Untuk pemulihan ekonomi, ppaya Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan ASS membuahkan hasil. Perekonomian Sulsel tahun 2021 secara kumulatif tumbuh pada angka 4,65 persen. Hal ini merupakan capaian yang positif, di mana tahun 2020 lalu mengalami kontraksi pada angka -0,70 persen.
Meski di tengah kondisi pandemi covid-19, ASS berhasil mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran. Angka kemiskinan 8,53 persen atau mengalami penurunan 0,25 persen. Angka pengangguran juga berhasil ditekan sebesar 0,59 persen. Sementara gini ratio di Sulsel sebesar 0,377. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan, di mana pada tahun 2021 hanya berada pada angka 72,24.
Sulsel bisa dikatakan sebagai lumbung pangan. Bahkan mampu menyuplai beras kepada 27 provinsi dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Produksi padi dan beras di daerah ini pun mengalami peningkatan.
Berdasarkan data BPS, total produksi gabah kering giling (GKG) tahun 2021 sebanyak 5,09 juta ton, atau mengalami peningkatan 8,12 persen dari produksi tahun 2020 yakni 4,71 juta ton. Sama halnya dengan produksi beras, total produksi beras tahun 2021 adalah 2,92 juta ton atau mengalami peningkatan 8,12 persen dari total produksi beras tahun 2020 yang nilainya 2,70 juta ton.

24 kabupaten/kota di Sulsel menjadi fokus Andi Sudirman Sulaiman dalam upaya aksi stop stunting. Langkah ini dilakukan dengan menurunkan tenaga pendamping gizi pada 240 lokus atau masing-masing 10 lokus setiap derah untuk menekan angka stunting. Hasilnya, berdasarkan data e-PPGBM per Agustus 2021, angka stunting berhasil ditekan dan berada pada angka 9,08 persen.
Beragam inovasi juga dilakukan dalam penanganan pandemi Covid-19 Salah satunya menyiapkan fasilitas isolasi terintegrasi (FIT) yang merupakan tempat isolasi mandiri bagi pasien positif covid-19 tanpa gejala. Fasilitas ini berlokasi di Asrama Haji dan Kampus BPSDM.
Jika tahun 2020 Pemprov Sulsel menyiapkan wisata covid-19 untuk menjadi lokasi isolasi, berbeda dengan FIT. Hadirnya FIT bisa disebut sebagai rumah sakit lapangan. Penanggung jawab dari pasien tersebut adalah rumah sakit milik provinsi. Inovasi ini pun berdampak dengan bertambahnya PAD bagi pemprov. Terlebih dengan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah yang tidak lagi dibebankan biaya sewa.
Selain itu, dengan menggandeng forkopimda dan kelompok masyarakat, Andi Sudirman menggalakkan kebut vaksinasi. Mendukung hal itu, ia menghadirkan inovasi mobile vaccinator yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan vaksinasi.

Sepanjang tahun 2021, investasi di Sulsel tercatat sebesar Rp16,60 triliun. Hal ini pun meningkat secara signifikan jika dibandingkan tahun 2020 lalu. Investasi tumbuh 32,37 persen.
Andi Sudirman juga terus menggenjot peningkatan ekspor. Hal itu pun berbuah hasil yang baik. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Sulsel, nilai ekspor sepanjang tahun 2021 senilai US$ 1,6 miliar atau setara Rp23,81 triliun. Nilai ekspor ini mengalami pertumbuhan 21,15 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama menjabat, Andi Sudirman juga menggalakkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan. Baik dari infrastruktur jalan, jembatan serta infrastruktur untuk pertanian. Hingga akhir tahun 2021, kemantapan jalan di Sulawesi Selatan mengalami kenaikan yang nilainya mencapai 70,01 persen. (jun-rif-rhm-gus-din)




×


Asa untuk ASS; Bangun Komunikasi dengan Kabupaten/Kota

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link