PINRANG, BKM — Berbagai upaya dilakukan dalam rangka pelestarian dan wujud cinta lingkungan. Salah satunya dipraktikkan oleh Bank Sampah Peduli Pinrang Unit Warani SMAN 7 Pinrang.
Didampingi pemerhati lingkungan Kabupaten Pinrang Ali Topan, mereka menggelar aksi penanaman bunga bougenville (kembang kertas) yang beraneka ragam warna. Lokasinya di sepanjang pinggiran irigasi perbatasan Lingkungan Bua Lapalopo dan Lingkungan Bulu Siapae, Kelurahan Manarang, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang.
Kepala UPT SMAN 7 Pinrang Ikhwan Matu, angat mengapresiasi penanaman pohon yang dilaksanakan. Ia pun berharap kegiatan seperti ini menjadi motivasi untuk tetap selalu bergerak menanam dan menghijaukan lingkungan.
“Aksi menanam bunga bukan hanya dilaksanakan di lingkungan sekolah. Tapi kita juga bergerak mencari daerah-daerah yang tandus dan lahan-lahan masih kosong. Bibit disediakan oleh pihak sekolah yang dikelola dan disemaikan oleh Bank Sampah Peduli Pinrang Unit Warani SMAN 7,” terang Ikhwan Matu.
Dalam aksi penanaman bunga yang dilaksanakan, Jumat (11/3) ini, hadir Camat Mattiro Bulu Andi Aswidy Rustam S, beserta ketua Tim Penggerak PKK dan anggotanya, UPTD PSDA Alitta Corawali, Lurah Manarang Andi Muhammade, kepala Lingkungan Bua dan masyarakat yang berada di lokasi penanaman.
Camat Mattiro Bulu sangat mengapresiasi dan angkat jempol pada kegiatan positif yang dilaksanakan oleh peserta didik SMAN 7 Pinrang yang tergabung dalam organisasi Bank Sampah Peduli Pinrang Unit Warani. Apa yang mereka lakukan merupakan bentuk kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Ia berharap hal ini menjadi contoh bagi pemuda lainnya dan masyarakat.
65 pohon bunga Bougenville dibibit langsung oleh Bank Sampai Warani. Pohon tersebut ditanam sepanjang 350 meter di pinggir irigasi Kelurahan Manarang.
“Penanaman bunga ini terinspirasi dari pemandangan bunga bougenville di jalan tol Makassar yang sangat indah dipandang mata dengan bunga warna warni,”. ungkap Pembina Bank Sampah Warani Dra Hj StNur Aeni Menga,MPd.
Bunga telah ditanam, doa telah terpanjat, sekarang tinggal mengikuti komitmen anak-anak Warani.
“Warani…., berani memulai berani bertanggung jawab.” Kalimat ini dijadikan yel-yel saat membuat vidio bersama Camat Mattiro Bulu. (rls)

