pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Disiapkan Tiga Kostum Bertema Back to Nature

Duta Kampus Sulsel Siap Berlaga di Kancah Nasional

TIGA Duta Kampus Sulsel tahun 2021 siap berlaga di kancah nasional. Mereka akan tampil dan bersaing dengan utusan dari provinsi lain pada ajang serupa yang akan dihelat Surabaya, Jawa Timur, 18-20 Maret mendatang.

DUA orang pria dan seorang remaja perempuan hadir di studio satu Berita Kota Makassar, Lantai III Gedung Graha Pena, Senin (14/3). Mereka adalah Marinus Sonda, Ario Burnama, dan Aroyo Rani Paramitha. Nama terakhir tampil mengenakan kostum khusus berwarna hijau. Ia merupakan juara runner up I Duta Kampus Sulsel 2021.
Marinuz merupakan ketua Ikatan Duta Kampus Sulsel. Ia terpilih dalam sebuah pelaksanaan musyawarah besar yang dilaksanakan tahun lalu. Mubes tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar.
Sementara Ario Burnama atau yang akrab disapa Rio adalah desainer kostum yang akan dikenakan Duta Kampus Sulsel di Surabaya. Semuanya bertema back to nature alias kembali ke alam.

Kostum yang dipakai Mita –sapaan akrab Aroyo Rani Paramitha– saat di studio BKM dinamakan Pesona Wisata Celebes Canyon. Selain itu, masih ada dua kostum lainnya yang disiapkan. Masing-masing bertema Tedong Bonga (Tana Toraja), serta Beautiful City of Malino (Gowa).
Oleh Rio, kostum Pesona Wisata Celebes Canyon didesan selama kurang lebih dua pekan. Beratnya kurang lebih 10 kg. Guru SMA Negeri 12 Luwu ini mengaku memang tertarik mengangkat tema tentang wisata alam Sulsel. ”Kenapa semuanya kembali ke alam? Karena itu sangat luar biasa. Kita saling sharing untuk menghasilkan nasional costum seperti ini,” ujar Rio.

Ia berharap kostum yang ditampilkan Duta Kampus Sulsel di Surabaya nantinya bisa mendapat apresiasi. Salah satunya dapat meraih juara best tradisional costum. ”Dan yang tak kalah pentingnya, Aroyo bisa meraih juara. Semoga bisa menjadi representasi Sulsel di tingkat nasional,” tandasnya.
Selaku Ketua Ikatan Duta Kampus Sulsel, Marinus berharap kehadiran organisasi yang dibentuk tahun 2021 ini bisa memiliki nilai tambah. Khususnya bagi mereka yang terpilih menjadi Duta Kampus.
”Kenapa organisasi ini kita bentuk? Karena berdasarkan pengalaman kita sebelumnya. Saya ini angkat pertama Duta Kampus. Bisa dibilang ketika itu kita kehilangan arah. Tidak ada yang bimbing. Tidak ada yang arahkan. Ketika berangkat untuk tampil di event nasional, kita jalan masing-masing. Tidak adaada yang urus. Dan pengalaman merupakan guru terbaik. Berangkat dari pengalaman yang tidak mengenakkan itulah, harusnya kita memang membentuk organisasi agar bisa terstruktur dan ada yang mengarahkan,” jelas Marinus.

Menurutnya, Duta Kampus menjadi representasi mahasiswa yang ada di Sulsel. Dua paradigma coba disatukan dalam sebuah organisasi. ”Paradigma yang saya rasakan selama ini ada perbedaan antara mahasiswa kampus negeri dan swasta. Mahasiswa dari kampus negeri menganggap intelegensinya bagus. Sementara yang dari kampus swasta mengangap dirinya orang mampu. Paradigma itu harus kita ubah. Kita harus mempersatukan mahasiswa terbaik untuk menjadi representasi kampus masing-masing dan disatukan di Duta Kampus Sulsel. Dengan begitu tidak ada lagi paradigma yang berbeda. Mahasiswa itu satu dan statusnya sama,” tandasnya.
Sebelumnya, pada ajang pemilihan Duta Kampus Sulsel 2021, Mita bersaing dengan 34 finalis. Dari jumlah itu, 30 finalis yang masih grand final. Proses di tingkat provinsi berlangsung lama. Mita mesti menjalani karantina dan sejumlah kegiatan lainnya. Seperti tes tulis, interview, visit media, hingga menunjukkan bakat masing-masing. ”Semoga bisa membawa nama baik Sulsel dan menjadi pemenang,” ujarnya. (*/rus)



×


Disiapkan Tiga Kostum Bertema Back to Nature

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link