PEMERHATI politik dari PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus mengemukakan bila dalam politik idiom kepentingan mengalahkan segalanya.
Maka, kondisi sekarang tak bisa menggambarkan kondisi masa depan, termasuk kemungkinan koalisi Golkar dengan Demokrat. Nurmal Idris yang pernah tercatat sebagai Ketua KPU Kota Makassar ini mengungkapkan bila semua bisa terjadi, “Dan menurut saya jika kepentingan Demokrat dan Golkar bertemu maka pintu koalisi itu besar kemungkinan terjadi,”jelas Nurmal Idrus, Rabu (30/3).
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto mengemukakan bahwa soal urusan koalisi Pilgub, biasanya lebih bersifat taktis-pragmatis. Keputusannya pun berbasis kepentingan elit oligarki.
“Sikap politik partai, secara institusi maupun secara pribadi, dalam sebuah isu atau polemik kebijakan juga sangat mudah berubah. Tergantung kepentingan apa dan siapa yang diperjuangkan,”jelas Luhur kemarin.
Hal sam disampaikan pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad.
Menurut Firdaus Muhammad, koalisi dapat dibangun ketika kedua partai memiliki komunikasi politik saling menguntungkan, sekalipun sebelumnya terjalin komunikasi yang tidak efektif. “Jadi sangat tergantung pada kepentingan politik jangka pendek melalui pemetaan yang mereka lakukan. Berusaha menjadi pemenang dan berkuasa jadi tujuan,”jelas Firdaus. (rif)

