GOWA, BKM — Seorang lelaki terbaring lemah di atas tempat tidur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Gowa, Kamis (19/5). Perban warna putih menutupi perut bagian kiri atas. Beberapa anggota keluarga tampak menjaganya.
Pria tersebut adalah Dg Limpo. Usianya 63 tahun. Pada hari Rabu (18/5) pukul 11.00 Wita, ia menjadi sasaran penganiayaan. Pelakunya tak lain adalah anak kandungnya sendiri berinisial U (21). Pelaku menusuk ayahnya dengan menggunakan pisau dapur di rumah mereka di Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Usai melakukan aksinya, U langsung kabur dan menghilang hingga kemarin. Sementara Dg Limpo yang berlumuran darah langsung dilarikan oleh anak-anaknya yang lain ke RSUD Syekh Yusuf untuk mendapatkan pertolongan dokter. Kejadian ini tidak dilaporkan ke polisi lantaran keluarga korban fokus menyelamatkan Dg Limpo.
Mengetahui adanya kejadian ini, aparat Polres Gowa langsung menuju ke RSUD Syekh Yusuf untuk memastikan kondisi korban. Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh menuju IGD RSUD Syekh Yusuf. Di sana bertemu keluarga korban yang menceritakan kronologi kejadian.
Rostina (30), kakak pelaku U menjelaskan detil kronologi kejadian. Dipaparkannya bahwa saat itu dia mendapati ayah dan adiknya sedang bersitegang. Sang ayah menuding U telah mengambil uangnya sebesar Rp 200 ribu. Dituduh mencuri uang, U tidak terima dan terus mengelak. U pun emosi. Apalag ketika ia terkena tamparan keras dari ayahnya.
Rostina yang melihat hal itu itu langsung melerai. Dia pun meminta adiknya meninggalkan rumah agar tidak ada perkelahian. U pun keluar. Namun tak berselang lama, U masuk kembali. Kali ini ia berbuat nekat. Menyerang ayahnya dan langsung menusuknnya dengan menggunakan pisau dapur.
”Saat itu korban menuduh anaknya mencuri uangnya Rp200 ribu, namun pelaku menyangkal bahwa dengan mengatakan bahwa bukan dia yang mengambilnya. Lalu korban menampar anaknya. Setelah itu kakak pelaku, Rostina datang untuk melerai keduanya. Kemudian sang kakak mendorong adiknya keluar dari rumah agar persoalan antara keduanya tidak berkepanjangan. Tapi U rupanya balik lagi dan langsung menikam ayahnya dengan pisau dapur. Jadi begitu kronologinya, ” jelas AKP Hasan Fadhlyh yang dikonfirmasi, Kamis siang (19/5).
Meski keluarga korban belum melaporkan hal itu, namun kasus ini sudah ditangani Polsek Pallangga. Bahkan anggota polsek telah melakukan olah TKP di rumah korban dan mengamankan barang bukti pisau dapur yang digunakan pelaku menusuk ayahnya.
“Kami sudah arahkan keluarga korban untuk melaporkan resmi perbuatan pelaku ke polisi. Apalagi pelaku kabur setelah kejadian. Namun sampai saat ini, pihak keluarga tidak melapor karena ada pertimbangan lain,” terangnya lagi.
AKP Hasan Fadhlyh menjelaskan, sejauh ini pihak kepolisian belum melakukan pencarian terhadap terduga pelaku U. Menurut Rostina, kakak pelaku, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pihaknya sehingga belum melapor ke polisi.
“Jadi kami kepolisian hanya sebatas mengkonfirmasi kronologis kejadian untuk menjawab dan meluruskan simpang siurnya kasus ini di medsos. Kepolisian juga belum melakukan pengejaran kepada pelaku disebabkan pihak keluarga korban tidak melaporkan hal tersebut secara resmi ke polisi dan terkesan enggan mempolisikan. Namun yang jelas, kami tetap mengumpulkan data dan bukti-bukti guna melengkapi berkas siapa tahu kemudian hari pihak korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi,” ungkap AKP Hasan. Keengganan keluarga melaporkan U ke polisi, lantaran ayah mereka, yakni Dg Limpo yang jadi korban penusukan kerap pikun, dan lupa menaruh uangnya di mana.
Rostina juga membenarkan adiknya langsung menghilang sejak kejadian. Ia juga membeber kronologis kejadian yang sama.
Diakuinya, bahwa ayahnya saat itu mengaku kehilangan uang dan menuduh U, anak bungsunya dari enam bersaudara itu yang mengambilnya. U memang belum bekerja.
“Ayah dan adik saya bertengkar. Adik saya tidak terima dituduh sampai ditampar. Saat saya suruh pergi meninggalkan ruangan, dia keluar. Tapi tidak lama dia kembali lagi, dan langsung menikam ayah menggunakan pisau dapur yang mengenai bawah dada sebelah kiri dekat perut),” papar Rostina. Ia juga membenarkan jika ayahnya kerap lupa di mana menyimpan uangnya. (sar)

