MAKASSAR, BKM — Tahapan seleksi atau lelang jabatan untuk jajaran direksi dan dewan pengawas (Dewas) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Makassar memasuki tahap akhir. Sesuai jadwal yang sudah disusun panitia seleksi, pengumuman nama-nama peserta lelang yang terpilih sebagai direksi dan dewas diumumkan Sabtu (4/6).
Namun, hingga Minggu (5/6) kemarin, belum ada tanda-tanda pansel akan mengumumkan siapa-siapa saja yang terpilih sebagai top manajemen pada enam BUMD milik Pemkot Makassar ter
sebut. Enam BUMD yang saat ini diisi penjabat direksi dan dewas, yakni PDAM, PD Parkir Makassar Raya, PD Pasar, RPH, PD Terminal, dan BPR.
Dikonfirmasi terkait hasil akhir seleksi, Sekretaris Pansel yang juga Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Nur Kamarul Zaman, mengaku hingga saat ini, Tim Seleksi (Timsel) belum menyetor hasil seleksi atau ujian yang sudah dilakukan pekan lalu. Dia pun belum bisa memastikan kapan hasil ujian itu disetorkan ke pansel.
“Belum tahu kapan (pengumuman). Nanti kami infokan kalau sudah ada hasil,” ungkap Nur Kamarul, Minggu (5/6).
Sementara itu, Ketua Pansel yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Andi Siswanta Attas, menjelaskan hingga saat ini belum ada nilai wawancara yang diserahkan Timsel.
“Timsel belum menyerahkan nilai wawancara. Kita belum tahu kenapa belum disetor,” ungkap lelaki yang akrab disapa Wanta ini, kemarin.
Dia mengaku sudah tanyakan ke Sekretaris Pansel kenapa belum rampung nilainya. “Jawaban dari sekretaris pansel, timsel belum setor nilainya,” tambahnya.
Keterlambatan timsel dalam menyetor nilai mengundang tanda tanya. Disinyalir, banyak intervensi dari sejumlah pihak yang memiliki kepentingan dalam lelang BUMD ini. Apalagi, dalam proses atau tahapan seleksi, pansel maupun timsel dinilai tidak transparan.
Hal ini juga sempat disoroti Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Dia menilai, selama ini pansel juga sangat tertutup untuk memberikan informasi ke publik. “Seharusnya semua tahapan seleksi harus disampaikan secara terbuka. Mau itu yang lulus atau tidak lulus. Kalau tidak lulus, apa penyebabnya. Kenapa sampai tidak lulus seleksi,” ungkap Danny.
Diapun meminta pansel mengumumkan secara transparan skoring peserta lelang. Nama-nama yang meraih peringkat tertinggi dan masuk dalam kuota jajaran direksi dan dewan pengawas akan diuji publik.
Selanjutnya, kata Danny, dia menyerahkan kepada masyarakat untuk memberikan penilaian. Diharapkan melalui uji publik tersebut, semua rekam jejak para calon direksi dan dewas bisa diketahui.
“Itu akan menjadi pertimbangan khusus dalam menentukan dan menempatkan orang-orang yang kapabel dalam posisi direksi dan dewan pengawas,” ungkap Danny.
Diketahui, ada 82 peserta yang mengikuti seleksi jabatan BUMD. Rinciannya, 43 calon direksi dan 39 dewas di lima perusda.
Komposisi direksi yang dibuka di masing-masing BUMD yakni untuk PDAM empat jabatan, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dua. Sementara PD Parkir, Rumah Potong Hewan (RPH), PD Pasar, dan PD Terminal masing-masing tiga jabatan. Sementara dewas jumlahnya disesuaikan dengan jajaran direksi setiap BUMD.
Sebelumnya, Danny menekankan jika seleksi dilakukan secara obyektif tanpa kepentingan dan intervensi dari pihak manapun. Termasuk dari parpol dan tim sukses yang mendukung pasangan Danny-Fatma pada pilwali lalu.
Kendati demikian, tetap saja berembus informasi jika peran partai pendukung dan mendudukkan kadernya tidak bisa diabaikan. Sejumlah nama sudah digadang-gadang bakal duduk sebagai direksi dan dewas. Di PDAM misalnya, nama Indira Mulyasari (Nasdem), Benny Iskandar (tim kuasa hukum DP), Vivi, dan Asdar calon kuat yang akan menduduki posisi direksi.
Ikhsan (Gerindra) digadang-gadang masuk dalam direksi PD Pasar, Risal (tim sukses DP) sebagai Direktur Operasional PD Parkir. Sementara nama Prof Aminuddin Ilmar hampir dipastikan akan menjadi salah satu dewan pengawas di PDAM. (rhm)

