GOWA, BKM — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini. Seluruh masyarakat, seluruh sektor pemerintahan, bahkan swasta sekalipun berada dalam pengawasan intens KPK. Terutama yang menggunakan anggaran negara.
Penegasan itu disampaikan Firli pada Kick Off Pembentukan Percontohan Desa Antikorupsi yang dipusatkan di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (7/6) siang.
Dalam kegiatan ini hadir 10 gubernur se-Indonesia, yang desanya ikut dalam program Desa Antikorupsi. Masing-masing Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah, Gubernur Lampung Arinal Djunaedi, yang mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Bali Wayan Koster (diwakili), Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
Hadir pula Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abd Halim Iskandar, serta Mendagri yang diwakili Irjen Ditjen Bina Desa. Juga hadir 24 bupati dan wali kota se-Sulsel, jajaran Forkopimda Sulsel, serta Forkopimda Gowa.
Firli mengatakan, tindak pidana korupsi adalah kejahatan yang luar biasa dan berdampak buruk bagi kesejahteraan rakyat. Potensi pembangunan pun bisa terhambat dan rusak.
“Ada 10 gubernur kita hadirkan dalam kick off ini. Mereka diundang bukan sekadar ditunjuk begitu saja. Tapi melalui kajian dan survei serta bintek terkait desanya yang masuk sebagai calon percontohan. Setelah 10 desa ini akan kami kembangkan lagi pada calon percontohan di desa lainnya. Upaya ini kita lakukan, karena tidak bisa dilakukan sendiri oleh KPK. Kami yakin bahwa tidak ada satupun rakyat Indonesia yang bisa melepaskan diri dalam memerangi korupsi. Karena itu semua harus bersama melawan korupsi. Mari kita bersama-sama memberantas korupsi,” tegas Firli.
Dia lalu mengapresiasi setinggi-tingginya seluruh masyarakat atas sambutan dan semangatnya dalam pemberantasan korupsi ini.
“Hari ini (kemarin) dicanangkan desa bebas korupsi untuk capai Indonesia bersih dari korupsi. KPK tidak akan berhenti melakukan pemberantasan korupsi. Apalagi KPK punya Trisula pemberantasan korupsi dalam menjalankan amanat undang-undang. Kita harus ubah karakter suka korupsi menjadi anti korupsi. Tahun 2021, tak kurang dari 601 perkara korupsi kita tangani dengan 686 tersangka. Rata-rata tersangkanya adalah kepala desa dengan perangkatnya. Kita berharap dengan adanya Desa Antikorupsi ini ke depan tidak ada lagi masyarakat maupun aparatur negara, termasuk kades beserta perangkatnya yang melakukan korupsi,” jelas Firli.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, mengaku optimistis Desa Pakkatto yang masuk mewakili desa di Sulsel akan bisa menjadi percontohan Desa Antikorupsi.
Harapan Adnan, dengan adanya Desa Antikorupsi ini maka akan menjadi pondasi kuat bagi masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Gowa untuk melawan korupsi.
“Kick off antikorupsi yang dilakukan KPK ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Kami berkomitmen untuk membantu. Apalagi sejak awal saat dipilihnya Desa Pakkatto ini masuk bersaing sebagai desa percontohan saya sudah sampaikan komitmen saya bahwa kita siap membantu,” tegas Adnan.

Yang akan dilakukan pemerintah kabupaten dalam mendukung Desa Pakkatto sebagai desa antikorupsi oleh KPK, adalah dengan menurunkan sumber daya manusia yang paham, termasuk memberikan bantuan anggaran jika dibutuhkan melalui APBD. Karena itu bagian kolaborasi untuk bisa mewujudkan Desa Pakkatto terpilih sebagai desa antikorupsi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini berharap, Desa Pakkatto mampu menjadi virus positif bagi desa lain. Sehingga setelah adanya Desa Antikorupsi, maka desa lain tidak perlu jauh untuk belajar. Cukup datang ke Desa Pakkatto lalu desa-desa kemudian mengikutinya.
“Tiru saja apa yang dilakukan di Desa Pakkatto dan tidak usah membandingkan, karena karakteristik desa yang ada di sini hampir sama,” ujar Adnan. (sar)

