BANK INDONESIA (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar pelatihan wartawan di salah satu destinasi wisata populer Indonesia, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini berlangsung 13-15 Juni di Hotel La Prima dan beberapa destinasi wisata di sana.
Kepala BI Sulsel, Causa Iman Karana menerangkan, pelatihan jurnalis kali ini lebih difokuskan pada topik bagaimana mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Sulsel melalui media sehingga bisa lebih dikenal dunia luar. Menurutnya, sebagai bank sentral, Bank Indonesia, khususnya perwakilan Sulsel, memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengembangan atau perputaran ekonomi. Salah satu sektor yang dinilai bisa memberi multiplayer efek bagi pertumbuhan ekonomi di Sulsel adalah pariwisata.
Ada beberapa destinasi wisata yang menjadi binaan BI, seperti tempat wisata Air Terjun Bossolo yang terletak di Jeneponto, Rammang-rammang yang ada di Maros, Tongke-Tongke terletak di Sinjai, dan Lantebung yang berlokasi di Makassar.
Tidak semua daerah wisata menjadi binaan BI. Sebab pihaknya melihat yang mana berpotensi dan mampu untuk dibantu saat situasi ekonomi masih seperti ini.
Selain mempersiapkan sarana dan prasarana (infrastruktur) yang memadai di destinasi pariwisata, pemerintah juga harus mengemas program-program unik dan menarik untuk bisa mendatangkan wisatawan di daerah ini. Kekuatan dan strategi promosi menjadi penentu sebuah obyek wisata bisa ‘laku’ baik di tingkat regional, nasional, maupun mancanegara.
Keterlibatan para jurnalis dalam memperkenalkan pariwisata Sulsel dinilai cukup penting. Selain itu, melalui konten menarik dan kreatif yang disampaikan di media sosial, diharapkan destinasi wisata Sulsel bisa terkenal ke seluruh belahan dunia.
Menurut lelaki yang akrab disapa Pak Cik itu, Labuan Bajo tahun 2013 tidak terlalu dikenal. Tetapi bisa sampai ke luar negeri dalam waktu singkat, bahkan menjadi perhatian pemerintah. Itu karena adanya promosi yang luar biasa. Baik yang dilakukan pemerintah setempat, melalui pemberitaan media, maupun konten-konten media sosial dari orang yang sudah pernah berkunjung ke sana.
“Nah, kita ingin Sulsel juga bisa didorong untuk bisa berkembang seperti Labuan Bajo. Keterlibatan jurnalis dalam mempromosikan pariwisata Sulsel cukup penting,” ungkap Pak Cik.
Itulah kenapa BI sengaja mengajak para jurnalis Sulsel ke Labuan Bajo. Agar mereka bisa melihat secara langsung bagaimana destinasi wisata itu dipromos
Secara khusus, BI Sulsel mendatangkan pemateri yang merupakan wartawan senior media nasional Elba Damhuri. Dia berbagi ilmu bagaimana membuat konten kreatif untuk mempromosikan potensi wisata yang cukup beragam. Elba membekali para jurnalis bagaimana cara membuat karya dari aspek bahasa hingga pemilihan visual.

Ada beberapa konten yang bisa diekspos untuk promosi pariwisata. Seperti potensi kuliner, spot wisata, kuliner legendaris, spot unik, budaya atau tradisi, wisata murah, keamanan dan kenyamanan.
“Potensi pariwisata di Sulsel itu cukup banyak dan beragam. Selain menjual panorama atau keindahan alam yang eksotis dan indah, kekayaan budaya juga bisa menjadi kekuatan,” ungkapnya.
Dia berharap dengan promosi dan cara-cara memperkenalkan pariwisata Sulsel yang menarik, bisa mengundang wisatawan ke sana. “Potensi pariwisata Sulsel sangat besar. Itu harus dikembangkan. Bercermin dari pengembangan wisata yang dilakukan di Labuan Bajo, di mana perkembangan pariwisatanya sangat pesat,” ujarnya.
Selain pelatihan, BI juga mengajak jurnalis untuk melakukan kunjungan ke dua destinasi wisata di Labuan Bajo. Yakni Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar.

Kedua destinasi wisata tersebut sudah sangat terkenal di dunia. Taman Nasional Komodo merupakan pulau yang menjadi habitat hewan langka dan dilindungi, yakni komodo.
Sementara Pulau Padar merupakan salah satu pulau eksotis dengan pemandangan alam yang sangat indah. Gambar Pulau Padar juga bisa dilihat pada uang kertas Rp50 ribu. (rahma)

