WAJO, BKM — Bupati Wajo, Amran Mahmud mengakui pentingnya menanamkan budaya untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan kepada seluruh masyarakat, termasuk anak usia dini. Dia mendukung Pelatihan Gerakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Usia Dini di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Kamis (23/6).
Amran hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Pelatihan kolaborasi antara Universitas Hasanuddin (Unhas), PT Energy Sengkang, dan Pemprov Sulsel melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Menurutnya sangat penting memberikan pemahaman kepada anak sejak dini yang menjadi usia emas mereka untuk menyerap banyak pengetahuan.
“Misalnya, bagaimana tindakan ketika terjadi bencana, bagaimana kalau mau menyeberang, dan bagaimana menghindari kecelakaan dalam berbagai aktivitas lainnya,” ujar Amran.
Amran berharap para peserta bisa mendapatkan wawasan tentang K3. “Ada begitu banyak aspek dalam kehidupan yang dianggap sepele, tetapi justru hal tersebut bisa membahayakan. Olehnya itu, semoga melalui pelatihan ini bisa mendapatkan wawasan K3 yang kita harapkan juga akan dibagikan dan disampaikan kepada orang-orang di sekitarnya,” ucapnya.
Menyampaikan apresiasi ke Unhas melalui UP2K3. Selain itu, ke PT Energy Sengkang yang selama ini selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan, khususnya kegiatan sosial dan pemerintahan juga Pemprov Sulsel atas dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Ketua UP2K3 Unhas, Prof Ilyas, menyampaikan K3 yang ini ditanamkan sejak dini atau SD diharapkan terbawa hingga mereka bertumbuh. “Jadi nanti setelah naik ke tingkat SMP dan SMA diadakan lagi. Begitupun kalau masuk Fakultas Teknik (Unhas), itu ada mata kuliah tentang K3 sehingga ketika selesai kuliah akan mendapatkan sertifikat pendamping ahli K3 umum,” bebernya.
Direktur PT Energy Sengkang, Hasnaeni Asri, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya ingin lebih memasyarakatkan dan memasifkan gerakan K3 usia dini. (ono/C)

