MAKASSAR, BKM — Dinas Kesehatan Kota Makassar terus melakukan screening untuk mendeteksi warga yang terinfeksi HIV AIDS, termasuk selama pandemi covid 19. Hasilnya, dalam tiga tahun terakhir tidak ditemukan adanya lonjakan yang signifikan kasus HIV AIDS di Kota Makassar.
Meski begitu, dari data Dinkes Makassar, dari 13 ribu orang yang discreening hingga Maret kemarin, masih ditemukan 231 orang yang terinfeksi HIV AIDS.
Menurut staf pengelola program HIV AIDS Dinas Kesehatan Kota Makassar, Harfianti Firman, mengatakan, saat ini kasus HIV AIDS terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meski demikian, di kota Makassar, lonjakannya tidak terlalu signifikan.
Jika diukur berdasarkan screening yang dilakukan, kata Harfianti, hanya 1,6 persen.
“Suatu kemajuan karena HIV yang bersifat hidden bisa dengan mudah dideteksi, dengan didorong adanya kemajuan aplikasi yang semakin berkembang,” ujarnya, Selasa (22/6) lalu.
Ia membeberkan, di tahun 2020, hanya ditemukan 675 orang dari 44 ribu orang yang discreening. Di tahun 2021, ditemukan 784 orang, dari 48 ribu yang discreening. Sedangkan tahun ini sampai Bulan Maret, sudah 13 ribu yang discreening, dan ditemukan 231 orang yang terinfeksi.
“Screening terus kami lakukan, untuk deteksi dini,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, lonjakan HIV AIDS ini harus terus dijaga. Selain dengan alat kontrasepsi sebagai pemutus mata rantai, mereka juga harus meminum obat ARV.
“Dari hasil penelitian, ODHA yang meminum ARV dapat menurunkan kemungkinan penularan lebih kecil ke orang lain,” jelasnya.
Untuk pencegahan, jelas Harfianti, Puskesmas di Kota Makassar sudah menjalankan program Sufa, yaitu akselerasi pengobatan dini, dimana setiap orang dilakukan screening. Khususnya pada ibu hamil, semua pasien TB, Hepatitis B dan C, IMS, dan pastinya melakukan operasi kunci.
“Saat ini target sasaran yang ingin dicapai adalah semua orang mengetahui status HIV nya, terutama orang-orang yang melakukan perilaku beresiko. Dan bagi orang yang telah melakukan screening, menjalankan pengobatan hingga berstatus undetectebel,” terangnya. (jun)

