pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Danny Menyambung Sejarah Lama dengan Suku Aborigin

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto didampingi sejumlah kepala OPD dan Ketua Dekranasda Makassar Indira Yusuf Ismail melakukan kunjungan kerja ke Australia, 5-13 Juli. Ada beberapa agenda kerja yang dilakukan Danny di negara Kangguru itu. Salah satunya memenuhi undangan langsung dari Professor of Architecture and Dean of the Faculty of Art Design and Architecture, Shane Murray di Monash University, Melbourne, Australia.

Danny diminta berbagi ilmu dan strategi selama memimpin Kota Makassar. Salah satunya, inovasi yang diinisiasi Danny secara langsung yakni Makassar Recover yang dinilai benar-benar bekerja dan berhasil melewati masa kritis, apalagi di saat pandemi.
“Jadi ada tiga. Pertama memenuhi undangan Monash kuliah tamu, memenuhi undangan pemerintah Australia dengan acara centuries of friends, terus memenuhi undangan pemerintah Australia gold coast,” ungkap Danny dalam keterangannya yang dirilis via WhatsApp.
Untuk Makassar Recover sendiri hal yang menjadi fokus pemerintah kota dalam program Makassar Recover. Yakni imunitas kesehatan, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi.

“Saya merasa terhormat mendapat undangan khusus ini. Ini membuktikan bahwa Kota Makassar dan Australia itu cukup dekat dalam berbagi. Di mana juga sebelumnya, Konsul Jenderal Australia di Makassar bersama Monash University sudah pernah datang ke Makassar,” jelasnya.
Danny juga membahas terkait kerja sama revitalisasi dan permukiman informa dan lingkungannya, yakni terkait lorong wisata, dan beberapa program yang telah diinisiasinya dari periode pertama dirinya menjabat sebagai wali kota.

Danny bertemu pula dengan suku aborigin atau Yoingu People. Rombongan wali kota menjadi undangan VVIP suku Aborigin. Dihadapan suku asli Australia itu, Danny menampilkan tari-tarian asal Makassar. Karenanya, dia memboyong beberapa penari dari Yayasan Anging Mammiri (Yama) dan maestro budaya.
“Ini membuktikan kedekatan kota Makassar dengan Australia, khususnya suku Aborigin. Kita menyambung sejarah lama,” terangnya.
Penampilan 20 penari dari Makassar yang diboyong wali kota tampil memukau para penonton di Sydney Conservatorium. Penonton berasal dari semua kalangan. Tak ketinggalan turut hadir Linda Burney, Minister for Indigenous Australian yang mewakili Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam pagelaran acara Centuries of Friendship antara suku Aborigin dan suku Makassar.

Danny mengaku sangat berbangga dengan dilaksanakannya kegiatan ini. Hal ini pertanda semakin kuatnya hubungan Australia dan Indonesia, terkhusus dengan Kota Makassar. Tak lupa Danny juga mengundang seluruh hadirin untuk datang ke F8 Makassar 7-11 September 2022 mendatang.
“Ini sesuatu yang sangat berharga. Pertemuan dua suku aborigin dan Makassar menjadi sesuatu yang luar biasa. Ini memperkuat hubungan Makassar dan Australia,” ucapnya, Minggu (10/7).

Senada dengan hal tersebut, Linda Burne menyampaikan salam hangat dari PM Australia Anthony Albanese, dan berterima kasih atas kedatangan delegasi Pemerintah Kota Makassar dan tim kebudayaannya. Ia berkata, Indonesia menjadi perhatian serius dari Pemerintah Federal Australia yang terlihat dari kunjungan diplomatik pertama setelah dilantik adalah Indonesia, di mana Makassar menjadi kota kedua yang dikunjungi pada lawatan tersebut.
“Terima kasih atas penampilan luar biasa dari Kota Makassar. Perdagangan Makassar dan penduduk Northern Territory dimulai. Penduduk asli Australia melihat ke laut dan menemukan pelaut dari Makassar. Itulah awal dari sejarah panjang hubungan penduduk lokal Australia dan orang Makassar yang juga menjadi simbol atas kerjasama dua negara, Australia dan Indonesia,” bebernya.

Waktu pelaksanaan acara ini menjadi sangat tepat, mengingat sejarah panjang. Acara ini juga berkaitan dengan perayaan National Aborigines and Islanders Day Observance Committee (NAIDOC) yang berlangsung 3-10 Juli 2022.
“PM Anthony sangat menikmati kunjungannya ke Makassar baru-baru ini dan sesungguhnya sangat ingin bergabung di acara ini. Namun sayangnya, agenda pemerintahan cukup sibuk di Canberra, ibukota Australia. Saya berharap acara malam ini menjadi selebrasi kebudayaan dan kerja sama kedua entitas yang akan semakin meningkat setelah malam ini,” harapnya. (rhm)




×


Danny Menyambung Sejarah Lama dengan Suku Aborigin

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link