pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rel Kereta Api Makassar Tetap di Permukaan Tanah

MAKASSAR, BKM — Balai Pengelola Kereta Api Sulsel bergeming. Mereka tetap pada rencananya untuk membangun rel kereta api secara at grade (di permukaan tanah) pada trayek Maros-Makassar. Padahal Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bersikukuh agar rel kereta api dibangun secara elevated (melayang).

Kepala Balai Pengelolaan Kereta Api Sulawesi Selatan Amanna Gappa, mengatakan penetapan model lintasan kereta api secara at grade sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. “Ini bukan keputusan kami. Perencanaannya memang seperti itu dari Kementerian Perhubungan,” ungkap Amanna Gappa yang ditemui di kantor Balai Kereta Api Sulsel di Pallantikang, Maros, Rabu (20/7).
Dia memastikan pembangunan lintasan kereta api secara at grade sudah melewati tahapan pengkajian. Kemenhub punya pertimbangan sendiri kenapa jalur kereta api di Makassar harus at grade. Bukan elevated seperti di Medan, Palembang, dan Jakarta.

Perencanaan lintasan kereta api di Makassar akan dibangun secara at grade karena kondisinya berbeda dengan tiga kota tersebut. Kalau di Makassar, perlintasannya bukan di dalam kota melainkan di pinggiran kota. Di mana masih sangat memungkinkan untuk dibuat secara at grade. Lintasannya juga kebanyakan masih merupakan lahan kosong dan empang. Bukan kawasan pemukiman warga yang padat.
“Kalau di Medan dan Jakarta, lintasan kereta apinya masuk di kawasan dalam kota. Tidak memungkinkan dibuat secara at grade. Jadi tidak ada pilihan lain, harus dibangun secara elevated,” jelasnya.
Tapi, tambah dia, jika nantinya akan dibangun jalur kereta api masuk ke dalam kota, pasti akan dipertimbangkan untuk membangun secara elevated.

Amanna Gappa menambahkan, soal izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) itu sudah dikantongi sejak tahun 2014. Sementara izin lingkungan keluar pada tahun 2015 silam.
Dia pun berharap seluruh pemangku kepentingan di Sulsel bisa mendukung proyek ini agar bisa segera dinikmati. Karena berdasarkan target, diharapkan Oktober mendatang sudah bisa dioperasikan.

“Jadi kami mengajak seluruh stakeholder, pemda dan pegiat transportasi sama-sama mendorong supaya kereta api bisa segera dinikmati. Ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulsel. Ini karunia. Jangan disia-siakan. Kawal ini dalam rangkaian menuju persiapan operasi,” terangnya.

Soal pembangunan lintasan kereta api secara at grade yang dinilai menyalahi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Makassar, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Pengelola Kereta Api Sulsel, Hasbudi menerangkan sejauh ini sudah disesuaikan dengan RTRW Provinsi Sulsel dan itu sudah disahkan.

“Saya dapat info dari Dinas Tata Ruang provinsi, pengadaan tanah ini sudah sesuai dengan RTRW di Provinsi Sulsel,” ungkapnya.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkait hal tersebut. “Kalau kami kan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat itu baik yah. Jadi bingung kalau ditanya begitu,” cetusnya.
Sementara Kasi Perawatan dan peningkatan BPKA Sulsel Arief Sudiatmiko, menambahkan pembangunan lintasan secara at grade sudah memikirkan risiko banjir. Karena itu, dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada konstruksi perlintasan atau perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya.

Selain itu, akan dibuatkan saluran penyeimbang yang mengatur aliran air di drainase sebagai pengendali banjir. Termasuk membangun box cuvert.
PPK Pembebasan Lahan Maros-Makassar Rico Pradana, menjelaskan rencananya jalur kereta api trayek Maros Makassar akan dibuat sepanjang 8,8 km. Perlintasan akan berakhir di Makassar New Port. Saat ini, Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi tinggal menunggu persetujuan penetapan lokasi (penlok) yang harus disetujui oleh gubernur.

Sementara gubernur masih sementara melaksanakan ibadah haji dan deadline penlok yang diberikan oleh pusat paling lambat Agustus. Kalau penlok belum disetujui hingga Agustus, kemungkinan anggaran senilai Rp1,2 triliun yang disiapkan untuk pembebasan lahan tidak akan dibayarkan dan akan dikembalikan ke pusat untuk membiayai program strategis nasional lainnya.
“Jika kami tidak serap anggaran itu akan ada proyek lain yang membutuhkannya,” tandas Rico. (rhm)




×


Rel Kereta Api Makassar Tetap di Permukaan Tanah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link